Tampilkan postingan dengan label Potography. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Potography. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Februari 2017

10 Pengetahuan Dasar Fotografi Yang Perlu Anda Pelajari


Kelasfotografi.com. Fotografi bukan hanya soal bagaimana cara menekan tombol shutter. Fotografi juga tergolong seni yang rumit. Ia bukan hanya sekedar hoby melainkan rasa dan inovasi karya yang selalu berkembang.

Anda membeli sebuah kamera DLSR yang harganya jauh lebih mahal dari kamera saku hanya untuk sekedar jepret sana sini tapi tak mau mengembangkan keahlian, saya pikir hal itu hanyalah pemborosan isi kantong saja. Jika untuk sekedar berfoto ria lebih baik menggunakan kamera ponsel atau kamera saku. Tapi saya yakin kalau Anda berada di blog ini karena ingin mengetahui lebih lanjut tentang fotografi.

Belajar fotografi sebaiknya step by step. Jangan terlalu cepat melangkah ke tahap yang sulit jika tak tahu dasarnya dimulai dari mana. Karena itu hanya akan membuat Anda bertanya-tanya, bingung, dan akhirnya Anda akan kembali lagi ke tahap awal.

Di blog ini saya telah menulis beberapa tutorial dasar fotografi yang sangat penting untuk dipelajari oleh para pemula. Dan saya yakin para ahli lainnya juga akan merekomendaasikan ilmu yang sama. Berikut beberapa pengetahuan dasar fotografi yang perlu Anda pelajari: 

1. Mengenal Kamera

Rekomendasi pertama adalah mengenal bagian-bagian penting kamera dan juga fitur serta kemampuan kamera Anda. Sebagai fotografer sudah seharusnya Anda menyatu dengan kamera Anda. Kenali dan pelajari fungsi dari tiap-tiap tombol yang tersebar di kamera Anda. Silahkan baca di sini untuk gambaran umum dari bagian-bagian kamera beserta fungsinya.

2. Cara Menekan Tombol Shutter

Tombol shutter adalah tombol yang Anda tekan untuk mengambil gambar (memotret). Cara menekan tombol shutter pada kamera DSLR berbeda dengan cara menekan tombol shutter pada kamera ponsel, saku (pocket) atau sekelasnya. Silahkan baca di sini untuk mengetahui cara yang benar menekan tombol shutter.

3. Mengenal Eksposur (Exposure)

Eksposur merupakan nyawa dari fotografi. Jadi, sangat direkomendasikan untuk Anda mengetahui dan menguasai apa saja yang berhubungan dengan eksposur ini. Baca di sini untuk mengenal apa itu eksposur.

4. Mengenal Segitiga Eksposur (Exposure Triangle)

Eksposur dibentuk oleh 3 elemen / pengaturan yang disebut segitiga eksposur. Silahkan baca di sini untuk mengenal lebih jauh tentang segitiga eksposur. Sedangkan 3 elemen tersebut adalah:
Shutter speed (baca tutorialnya di sini)
Aperture / difragma (baca tutorialnya di sini)
ISO (baca tutorialnya di sini)
Setelah menguasai eksposur dan segitiga eksposur Anda bisa melakukan percobaan / praktek dengan menggunakan simulator kamera di sini.

5. Tentang Lensa

Kamera terbagi dua yaitu body dan lensa yang dihubungkan ke body kamera. Dan berikut artikel yang membahas tentang lensa:
Mengenal jenis-jenis lensa (baca di sini)
Penjelasan kode pada lensa (baca di sini)
Cara menggunakan fokus pada lensa (baca di sini)

6. Teknik Pengambilan Gambar (Type of Shot)

Ada cara yang benar yang diberlakukan sesuai kaidah fotografi untuk bagaimana cara mengambil gambar yang benar. Aturan ini disebut Teknik Pengambilan Gambar (Type of Shot). Baca di sini untuk penjelasannya lebih lanjut termasuk macam-macam type of shot. 

7. Mengenal Sudut Pengambilan Gambar (Angle)

Selain teknik pengambilan gambar, sangat direkomendasikan juga untuk Anda mengetahui macam-macam sudut pengambilan gambar (angle). Untuk selengkapnya silahkan baca di sini.

8. Tentang Fokus

Terbentukya fokus ini didukung oleh berapa hal. Anda perlu mengetahui apa saja yang berhubungan denga fokus.
Cara menggunakan fokus pada lensa (baca di sini)
Cara mengatur AF Point atau titik area fokus (baca di sini)

9. Settingan Kamera dan Teknik Motret

Ada beberapa settingan kamera yang perlu Anda kuasai dan ini berhubungan erat dengan hasil pemotretan atau kata lain mendukung hasil foto dan kreasi Anda. Selain itu, perlu juga untuk Anda mengetahui beberap teknik dasar yang dibutuhkan dalam pemotretan.
Mengenal Light Meter dan fungsinya (baca di sini dan juga di sini)
Mengenal macam-macam jenis shooting pada Drive Mode (baca di sini)
Mengenal White Balance (WB) dan cara penggunannya (baca di sini) 
Mengenal Picture Style dan cara menggunakannya (baca di sini) 
Mengenal Keseimbangan dan simetri (baca di sini)
Mengenal Rule of Thirds atau aturan pertiga (baca di sini)

10. Mengenal Genre Fotografi

Seperti seni musik yang memiliki banyak aliran (genre), maka fotografi juga memiliki banyak aliran fotografi. Ada beberapa genre fotografi yang umum dan populer yang perlu Anda ketahui. Baca di sini tentang 10 genre fotografi terpopuler.

Jumat, 10 Februari 2017

Lima Tips dan Teknik Potography Model


Lombokgeographic.com. Teknik foto model adalah teknik yang semua fotografer patut dalami. Di manapun kita berada, sebagai fotografer, kita seringkali dituntut untuk menghasilkan foto portrait atau potret seseorang dengan baik. Dan juga, pemotretan seorang model yang cantik sekarang sudah menjadi hobi bagi banyak fotografer masa kini. Berikut adalah 5 tips yang anda bisa coba di sesi pemotretan model berikutnya, untuk menghasilkan sebuah potret yang mengesankan:

1.Komposisi. Pasti anda sudah sering mendengar istilah “rule of thirds”, di mana anda membayangkan frame anda dibagi menjadi 3 bagian secara vertikal dan horizontal. Lalu titik temu dari garis2 tersebut adalah tempat di mana anda sebaiknya meletakkan “point of interest” dari foto tersebut. Untuk pemotretan model, mata sang model seringkali menjadi titik fokal dari foto tersebut. Maka, dengan memposisikan mata model di garis 1/3 tersebut, atau di interseksi garis2 tersebut, maka anda akan membantu untuk menonjolkan mata sang model, dan menangkap perhatian dari orang yang menikmati hasil foto anda.

2. Padukan dengan latar (background). Hal ini yang seringkali memisahkan seorang fotografer amatiran dengan yang profesional dan berpengalaman. Seorang fotografer harus peka memilih background untuk pemotretan model. Janganlah terobsesi untuk menghasilkan bokeh untuk latar model anda, namun cermatlah mencari warna ataupun elemen2 yang bisa menambah estetika dari foto anda. Contoh foto berikut, menggunakan harmonisasi dari warna baju sang model dan juga warna gambar bunga di dinding. Dan juga, konotasi sepuncuk mawar sangatlah cocok untuk menemani seorang model wanita yang cantik.

3. Bokeh yang menarik. Bertentangan dengan tip nomer 2, tips berikut ini menganjurkan anda untuk mencari sebuah latar yang tidak mengganggu potret dari sang model. Pisahkanlah model agak jauh dengan latar yang ada, dan bukalah diafragma lensa anda. Ini akan menghasilkan bokeh yang lebih “creamy” dan soft, agar sang model benar2 terpisah dari background dan seperti timbul dari foto anda.

4. Mainkan white balance. Dalam sesi pemotretan dengan model ini, kami memilih lokasi di sebuah kafe yang lampunya berwarna kuning, dan bagian teras yang diterangi oleh cahaya matahari. Dengan perpaduan dari temperatur cahaya yang tersedia, saya ingin menghasilkan sebuah foto yang lebih unik. Saya lalu menempatkan sang model sangat dekat dengan cahaya lampu kuning, dan mengubah setting-an white balance menjadi temperatur “cloud” atau berawan. Dengan demikian, saya akan menonjolkan kekuningan dari cahaya lampu tersebut, dan background lainnya yang hanya terkenca cahaya matahari akan menjadi “cold” atau dingin. Mood dari foto berikut berubah bukan?

5. Pose dengan tangan. Alangkah enaknya jika memotret seorang model yang pintar berpose. Sang fotografer hanya perlu menjepret sambil sang model berganti2 pose, dan akhirnya mendapatkan banyak foto yang menarik. Namun, tidak semua model bisa berpose dengan sendirinya, dan tugas seorang fotografer yang handal lah untuk membantu sang model untuk berpose yang menambah kecantikan dirinya.

Untuk mendalami teknik untuk mengatur pose model butuh pendalaman yang lebih lagi, tapi lakukanlah tip ini dan saya yakin foto model anda akan jadi lebih menarik. Kadang fotografer tidak memperhatikan tangan dari sang model pada saat memotret close-up. Padahal dengan sedikit tambahan tangan model yang sekedar memegang rambutnya atau menyentuh pipi nya sedikit dapat menambah keanggunan dari foto tersebut secara berlipat ganda.

Tip berikut lebih berlaku pada saat “post processing”, atau pada saat peng-editan di komputer. Ada 1001 macam tone yang bisa dicapai, dengan begitu banyak teknik dan preset2 yang didapatkan dari photoshop maupun Lightroom. Cobalah bereksperimen, dan carilah tone yang terbaik untuk anda. Tone atau warna dari foto anda dapat memisahkan anda dari fotografer lain, dan dapat anda jadikan ciri khas anda sediri. Berikut adalah beberapa tone yang saya ciptakan menggunakan Photoshop. Tidak banyak perubahan yang saya lakukan, karena saya lebih suka tone yang natural. Tapi anda bisa lihat, sedikit “tint” dengan warna tertentu dapat merubah mood dari foto anda.

Demikianlah tips2 untuk teknik pemotretan model ini. Seomga dapat membantu anda dalam proses pemotretan berikutnya, dan kami harap anda berbagi di facebook Fotografi Asia, agar semuanya dapat saling sharing dan bertumbuh sebagai fotografer2 Indonesia yang handal.