Tampilkan postingan dengan label Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Oktober 2019

Danrem 162/WB Ajak Masyarakat Kembalikan Fungsi Sungai

Sungai merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Air dalam sungai umumnya terkumpul dari presipitasi seperti hujan, embun, mata air, limpasan bawah tanah, dan di beberapa negara tertentu juga berasal dari lelehan es/salju. Selain air, sungai juga mengalirkan sedimen dan polutan. 

Lombok Barat - Hal tersebut dikatakan Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi Dandim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll, S.IP., saat diwawancara awak media usai pembukaan Binter terpadu untuk restorasi sungai Kodim 1606/Lobar di lapangan sepak bola Teloke Tengah Dusun Teloke Tengah Desa Senteluk Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat, Kamis (24/10).

Upacara pembukaan Binter terpadu untuk restorasi sungai dibuka Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, S.Ag. M.Si., yang dihadiri personel Kodim Lobar, FKPPI, BPBD, Dishub Lobar, ASN Pemda Lobar, para pelajar dan masyarakat setempat.

Menurut Danrem, sungai memiliki banyak manfaat diantara sebagai sumber irigasi bagi para petani, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, dan bahkan bisa dijadikan sebagai objek wisata sungai.

Untuk mengembalikan fungsi tersebut, Danrem mengatakan TNI AD bersinergi dengan Pemerintah Daerah untuk melakukan upaya restorasi sungai agar kembali seperti semula. "Ini bagian dari program TNI AD untuk mensinergikan program pembangunan Pemerintah Daerah dengan TNI melalui karya bhakti terpadu," ujar Danrem.

Adanya program karya bhakti terpadu diharapkan percepatan pembangunan di daerah berjalan dengan baik. "Apabila ada pembangunan yang terhambat, maka TNI bisa memberikan bantuan seperti restorasi sungai yang kita lakukan sekarang ini dengan melibatkan para stake holder dan instansi terkait," terangnya.

Sementara Bupati Lombok Barat usai penyerahan sarana alat kerja secara simbolis dalam sambutannya menyampaikan karya bhakti ini memiliki kemiripan model seperti pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), namun untuk restorasi sungai. Restorasi ini menjadi rule model kegiatan bagi Pemerintah Daerah di Indonesia, dan satu-satunya yang sudah melaksanakan adalah Kabupaten Lombok Barat.

"Rule model ini menjadi bermakna yang luar biasa karena mengaktualisasi nilai-nilai sinergitas antar lembaga dalam satu kegiatan yang nyata," jelasya.

Minimnya debit air sungai telah membuat mobilitas penyediaan dan suplay air untuk mengatasi segala macam kebutuhan menjadi sangat terganggu. Berbeda kasusnya ketika berada di musim hujan banyak beralih fungsi menjadi tempat pembuangan sampah dan dengan sedimentasi berupa lumpur yang mengeras seperti batu serta penyempitan alur membuat sungai tidak mampu manampung air maka akan terjadi banjir.

Bupati juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan normalisasi sungai dengan seoptimal mungkin dengan melakukan restorasi sehingga kondisi sungai menjadi lebih baik, bersih, proporsioal dengan berbagai kondisi air yang berlebihan.

Setelah menggelar upacara pembukaan Binter terpadu, Danrem 162/WB bersama Bupati Lobar, Ketua DPRD Lobar dan Dandim 1606/Lobar menyerahkan Sembako kepada masyarakat dan pengobatan masal, pembuatan SIM dan dilanjutkan peninjauan lokasi restorasi sungai.

Acara pembukaan juga dihadiri Forkopimda Lobar, Danyon 742/SWY, Camat Batulayar, Para Danramil jajaran Kodim 1606/Lobar dan masyarakat.

Selasa, 22 Oktober 2019

International Conference Bahas Peran Penting BI dalam Transaksi Digital

Peran Bank Indonesia dalam memberikan regulasi yang jelas terkait transaksi digital sangat diperlukan, sehingga semua proses transaksi digital dapat berlangsung dengan aman dan sesuai aturan. 

Mataram - Demikian Gubernur NTB yang diwakili Asisten II, Ir. Ridwan Syah, M.Sc.,Mm.,M.PT saat menghadiri The 1st International Congerence On Finance Business, and Banking (ICFBB), sekaligus Pelantikan Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syari’ah (PW MES) Provinsi Nusa Tenggara Barat, di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB, Selasa, (22/10/2019) 

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Nusa Tenggara Barat, Najamudin Amy,S.Sos., MM yang juga diberikan amanah dan resmi dilantik sebagai Sekretaris Umum pada Badan Pengurus Harian PW MES NTB tersebut menambahkan bahwa MES dibentuk sebagai bagian dari ikhtiar Pemprov NTB yang saat ini sedang giatnya membangun dan mengembangkan pariwisata halal. 

“MES NTB akan berusaha seoptimal mungkin meningkatkan keuangan ekonomi syari’ah secara literasi dan inklusi di berbagai bidang” ujarnya

Lebih jauh, Najamudin Amy yang baru saja meraih predikat sebagai peserta Istimewa Terbaik 1 Diklatpim II 2019, mengungkapkan bahwa NTB menjadi provinsi yang Bank daerahnya merupakan Bank Syari’ah penuh di seluruh pelosok NTB. 

“Kehadiran MES yang secara ex officio dibina langsung oleh gubernur NTB akan menjadi sinergi dalam mewujudkan ekonomi yang syari’ah menuju NTB Gemilang”

Dalam sambutan tertulis gubernur NTB yang disampaikan oleh Ridwan Syah, dijelaskan saat ini kita tengah memasuki era revolusi 4.0, yang ditandai dengan tingginya aktivitas digital masyarakat hampir diseluruh sendi kehidupan, Efek dari perkembangan revolusi ini sangat terasa sekali dampaknya serta membawa tantangan hampir di setiap bidang, tak terkecuali perekonomian. 

Lanjut Ridwan Syah, Khusus di NTB, dapat dibilang tumbuh dengan pesat, hal ini di tandai juga dengan maraknya perusahaan rintisan (start-up) yang berbasis aplikasi. 

“Pada era ini, semua menjadi mudah, teknologi telah menjembatani kepentingan produsen, konsumen, dan pasar tanpa dibatasi ruang dan waktu” Katanya. 

Selain itu, Ridwan Syah juga mengingatkan bahwa, berbagai kemajuan yang dilahirkan oleh kondisi tersebut, tentu membawa berbagai dampak dalam kehidupan masyarakat. 
Kehadiran ekonomi digital, selain membuka banyak peluang bisnis barat yang memanfaatkan teknologi, serta mengurangi pengangguran, juga dapat menjadi ancaman bagi pelaku bisnis konvensional. Karena, harus diakui, ekonomi digital umumnya memang lebih akrab dengan para generasi millenial. 

Tantangan pemerataan serta masalah keamanan bertransaksi digital merupakan hal yang paling sering di dengar. Terlebih maraknya penipuan di dunia maya, yang membuat sebagian masyarakat enggan bertransaksi secara digital. 

Adapun pengurus yang dilantik oleh Sekjend MES Pusat bapak Edy Setiadi adalah Prof. Dr. Mansyur Afifi selaku ketua dewan pakar, Baiq Mulianah selaku ketua umum, dan Najamuddin Amy selaku Skretaris umum. 

Pelantikan PW MES NTB tersebut disaksikan langsung oleh kepala BI dan kepala OJK perwakilan Nusa Tenggara Barat.

Senin, 21 Oktober 2019

Pemda Dan Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat Lakukan Perjanjian Kerjasama

Upacara apel Syukur  ke X Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melakukan perjanjian kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat dan Kepolisian Resort Sumbawa Barat tentang koordinasi aparat pengawas internal Pemerintah dengan aparat penegak hukum. 

Sumbawa Barat - Perjanjian tersebut berkaitan dengan penanganan pengaduan atau laporan masyarakat yang berindikasi tindak pidana korupsi pada penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Sumbawa Barat.

Kegiatan itu dilaksanakan tanggal 21 Oktober 2019 pukul 07.33 Wita yang bertempat di Lapangan Graha Fitrah Komplek KTC Kecamatan Taliwang KSB. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati Sumbawa Barat Bpk. Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM diikuti sekitar 500 orang.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W Musyafirin, MM, Wakil Bupati Sumbawa Barat Fud Syaifudin, ST, Sekda Sumbawa Barat Abdul Aziz, SH. MH, Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat Nusirwan Sahrul, SH. MH, Dandim 1628/SB Letkol Czi. Eddy Oswaronto, ST, Kapolres Sumbawa Barat AKBP. Mustofa, S.Ik. M.H, Kepala BNN Sumbawa Barat AKBP. Cheepy Ahmad Hidayat, S.Ag. 

Adapula Kepala Pengadilan Agama Sumbawa Barat Hj. Siti Jannatul Ilmi S.Ag, MA, Kepala OPD Pemda Sumbawa Barat, Para Asisten, Para Camat, Kepala Desa, Lurah, Darma Wanita, Persit KCK dan Bhayangkari.

Inspektur upacara dalam sambutannya mengatakan, penyelenggaraan Pemerintahan saat ini berada di triwulan ke-4 Tahun Anggaran 2019, melalui kesempatan itu dia mengingatkan kepada kepala OPD dan jajarannya untuk menuntaskan program kegiatan yang masih tersisa baik program kegiatan ditriwulan 3 yang tertunda terlebih program-program kegiatan di triwulan ke-4.

Sambung Bupati, Meskipun serapan anggaran sampai saat ini disetiap OPD sudah berada di atas 50% tetapi di sisa waktu 2 setengah bulan kedepan pastikan sisa anggaran dapat dituntaskan agar realisasi anggaran dan realisasi fisik dapat optimal. Untuk memenuhi kuantitas dan kualitas jangan sampai penyelenggaraan pemerintahan yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya juga diikuti dengan rutinitas pengerjaan yang molor yang bisa berakibat pada pelanggaran administrasi bahkan pelanggaran hukum.

Lebih lanjut, Bupati menuturkan pendandatangani perjanjian kerjasama dengan Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat dan Polres Sumbawa Barat tentang koordinasi aparat pengawas internal dengan aparat penegak hukum. 

Dalam penanganan pengaduan atau laporan masyarakat yang berindikasi tindak pidana korupsi pada penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

Dengan adanya perjanjian kerjasama ini, Ia berharap sinergitas pemerintah dengan aparat penegak hukum bisa lebih ditingkatkan sekaligus saya ingatkan, kepada para ASN agar jangan coba-coba melakukan korupsi, karena korupsi merugikan negara dan rakyat serta menyalahi sumpah dan janji sebagai Aparatur Sipil Negara. (LNG05)

Peringatan HSN 2019 Di KLU Berlangsung Khidmad

Peringatan Hari Santri Nasional ( HSN ) tahun 2019 di kabupaten Lombok Utara yang jatuh pada tanggal 22 oktober 2019 dilaksanakan di 4 ( empat ) lokasi.

Lombok Utara - Keempat lokasi tersebut diantaranya Ponpes Nurul Bayan, Ponpes Al Ihwan Sesait Kec. Kayangan, Ponpes Al-Istiqomah Kapu Kec. Tanjung, Ponpes Hidayaturrahman Kec. Pemenang. Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Ahyar menjadi Pembina upacara di Ponpes Nurul Bayan kecamatan bayan dan merupakan salah satu ponpes terbesar di KLU. 

Hadir dalam upacara tersebut Kasubbag TU Kemenag KLU H.Suparlan, Kasi pendis M.Nurul Wathani, para pengawas serta Pendiri dan pengasuh Ponpes Nurul Bayan KH. Abdul Karim Abdul Gafur serta anggota babinsa kecamatan Bayan dan para guru. Lebih dari 600 santri turut menjadi peserta upacara dan berlangsung dengan khidmat walupun dalam cuaca dan terik panas matahari. Yang menjadi petugas upacara para santri ponpes Nurul Bayan mulai dari komandan upacara, pembaca Ikrar Santri serta pembacaan Teks UUD 1945.

Cuaca panas serta lapangan  yang berdebu tidak menyurutkan semangat para santri dan proses pengibaran bendera merah putih oleh para santri berlangsung lancar, H.Najmul Ahyar dalam amanatnya mengungkapkan tema HSN tahun 2019.
“ Meneruskan tema tahun 2018, peringatan Hari Santri 2019 mengusun tema “ Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia.Isu perdamaian diangkat berdasar fakta bahwa sejatinya pesantren adalah Laboratorium perdamaian “ ungkap H.Najmul.

Dalam amanatnya juga, Bupati Lombok Utara menyampaikan bahwa ada Sembilan alasan dan dasar mengapa pesantren layak disebut sebagai laboratorium perdamaian dan salah satunya adalah kesadaran harmoni beragama dan berbangsa.
Usai upacara, Bupati didampingi kasubbag TU dan pimpinan ponpes Nurul Bayan menyanyikan lagu Mars Santri Nasional bersama seluruh peserta upacara termasuk santri dan santri wati serta pertunjukan seni pembacaan puisi oleh santri.
Ditempat yang sama, KH Abdul Karim Abdul Gaffur dan sekaligus ketua MUI kabupaten Lombok Utara kepada wartawan mengungkapkan tentang makna hari santri nasional 2019.

“ bahwa dengan peringatan HSN 2019 semangat dan motivasi serta nilai – nilai perjuangan yang lama terpendam yang tertanam kuat dan menggelora saat ini melalui semangat hari santri menunjukan bahwa santri adalah simbol perdamaian dan membawa perdamaian yang sangat luas. Dan mudah – mudahan Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita semua menjadikan seluruh ponpes menjadi lumbung dan media perdamaian “ ungkap KH Abdul Karim

Kodim 1628/Sumbawa Barat Laksanakan Tes Samapta Periodik II

Prajurit Kodim 1628/SB mengikuti tes Samapta atau tes kesegaran jasmani. Tes Samapta untuk anggota Kodim 1628/SB ini  dilaksanakan tanggal 22 Oktober 2019, bertempat di Markas Kodim 1628/ SB, pada Selasa, (22/10).

Sumbawa Barat - Tes Samapta yang diselenggarakan dan dipimpin langsung oleh Dandim 1628 Sumbawa Barat, Letkol Czi Eddy Oswaronto, ST dan team asistensi dari Jasrem 162/WB diikuti oleh seluruh Perwira staf dan prajurit yang bertugas di wilayah Kodim 1628/SB.

Sebelum melaksanakan Samapta para prajurit dilakukan uji tensi oleh Tim kesehatan Kodim 1628/SB dan dibantu oleh Yankeslap Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa barat

Dandim 1628/ SB Letkol Czi Eddy Oswaronto, mengatakan tes samapta periodik II ini meliputi kegiatan semapta A dan B serta melaksanakan renang dasar dengan menggunakan celana pendek di kolam renang polamata Jereweh KSB.

"Tes Samapta yang merupakan bagian dari program kerja Korem 162/WB Kodam IX/Udayana, guna untuk mengukur hasil pembinaan fisik yang telah dilaksanakan dan mengukur tingkat kesegaran jasmani prajurit," tutup Dandim Sumbawa Barat. (LNG05)

Sabtu, 19 Oktober 2019

Hj. Niken Apresiasi Kegiatan yang Memupuk Bakat dan Kreativitas Anak

 Tim Penggerak PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc menghadiri sekaligus membuka kegiatan Koko Olimpiade 2019 yang berlangsung di Gelanggang Pemuda Mataram, Minggu (20/10/2019).


Mataram - Hj. Niken mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi agenda Koko Olimpiade ini. Salah satu kegiatan yang dilakukan yaitu, lomba menggambar dan mewarnai yang melibatkan anak-anak usia  6 - 12 tahun. Menurutnya kegiatan seperti ini sangat baik untuk tumbuh kembang anak.  


"Acara kali ini mungkin kelihatan biasa, tapi itu adalah sebuah proses yang penting yang harus dilakukan, karena itu semua bagian dari tumbuh dan kembang anak, untuk menjadi anak yang hebat di masa yang akan datang," kata Hj. Niken.


Terselenggaranya giatan ini katanya untuk memupuk bakat dan kreativitas anak. 


Dalam kesempatan itu, Hj. Niken mengapresiasi peran Nestle yang berkampanye mengajak anak terbiasa untuk sarapan dengan gizi seimbang dan bernutrisi sebelum aktivitas di sekolah.  


"Jangan  lupa sarapan di pagi hari sebelum keluar rumah, karena sarapan amat penting dan dibutuhkan oleh kesehatan tubuh kita," tutur Hj.Niken. 


Pada kesempatannya juga, ia menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada para orang tua yang telah meluangkan waktu mengantar dan menemani anak-anaknya untuk mengikuti kegiatan ini. Sehingga moment ini, nantinya akan tersimpan di dalam ingatan anak.  


"Hal terpenting dari moment ini, bukan tentang menang atau kalah, melainkan proses anak-anak dalam menuangkan pemikiran serta ide-idenya ke dalam sebuah gambar sehingga kelak mereka akan tumbuh lebih percaya diri lagi," katanya.

Kamis, 17 Oktober 2019

Gubernur Gelar Salat Istisqa' bersama Masyarakat

Musim kemarau panjang yang melanda hampir seluruh wilayah Indonesia, termasuk Provinsi NTB menggerakkan hati masyarakat untuk melaksanakan Salat Istisqo' atau salat minta diturunkan hujan. Jum'at (18/10/2019) sekitar pukul 07.00 Wita, masyarakat NTB yang berdomisili di Kota Mataram dan sekitarnya memadati Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur, untuk melaksanakan Salat Istisqo' bersama Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, sambil berdo'a dan bermunajat, memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan. Salat ini sebagi upaya masyarakat untuk mengetuk 'pintu' langit sehingga mendatangkan hujan yang menentramkan bagi masyarakat NTB. 

Mataram - Salat yang digelar Pemerintah Provinsi NTB tersebut juga diikuti  Penjabat Sekda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M. Si, Ketua TP. PKK NTB, Hj.  Niken Saptarini Widyawati, SE., M. Sc, para pelajar dan hampir seluruh pejabat lingkup Pemerintah Provinsi NTB.

Salat tersebut diimami oleh Ustadz. H. Ayhar Mukhsin. Sementara khotibnya Dr. TGH. Lalu Mukhsin Muhtar, MA. 

Dalam kesempatan itu, Gubernur NTB menceritakan sebuah kisah tentang musim kemarau dan cara penduduk meminta hujan. Musim kemarau berlangsung begitu panjang, sehingga penduduk suatu negeri mengundang seluruh orang pandai untuk berdoa dengan caranya masing-masing.
Ada orang menyanyi, ada yang mumukul alat-alat dan sebagainya namun hujan tidak kunjung mengahampiri negeri tersebut.

Ada orang yang biasanya disucikan diminta untuk datang dengan harapan hujan akan turun. Orang suci tersebut kemudian datang ke suatu tempat dan masuk ke kemahnya. Kemudian tiga hari setelahnya hujan turun dengan begitu derasnya. 

"Kemudian mereka bertanya kami sudah melakukan berbagai macam cara tapi tidak juga mampu mendatangkan hujan, tapi anda sendiri datang cuma masuk ke dalam kemah, selanjutnya tiga hari kemudian hujan turun, apa yang telah anda lakukan?," tutur Gubernur meniru dialog dalam cerita tersebut. 

"Kata orang suci itu, ‘saya tidak melakukan hal-hal yang serius, saya hanya menatap kedalam kemah saya berdiam diri dan sujud di bumi untuk kemudian menggetarkan langit yang menghantarkan hujan’." ceritanya.

Gubernur berharap, semoga pesan sederhana ini sampai kepada seluruh masyarakat NTB"Jangan-jangan kita sibuk kesana kemari berharap hujan turun, namun jarang kita serius bersujud di bumi untuk kemudian apa yang kita doakan didengar oleh yang ada di langit," ungkapnya.

Mudah-mudahan acara ini harapnya, bisa mengingatkan manusia untuk kembali harmonis dengan sang pencipta dan dengan ketulusan doa yang dihaturkan akan didengar dan diijabah oleh Allah SWT. Sehingga Provinsi NTB diberikan hujan yang menentramkan untuk kemudian menjadi daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Sementara, Khotib salat tersebut mengajak seluruh jama'ah dan masyarakat NTB untuk memohon ampun kepada Allah, seraya melakukan instrospeksi diri atau bermuhasabah atas apa yang pernah dilakukan selama ini. Sebab, bisa jadi kekeringan dan kemarau panjang yang terjadi ini adalah akibat perbuatan manusia. 

"Apa yang terjadi dengan bumi tempat kita berpijak, apa yang terjadi dengan masyarakat kita, mungkin kita perlu instrospeksi diri. Tapi yakinlah bahwa rahmat Allah SWT di atas segala galanya," tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berbaik sangka kepada Allah SWT terhadap apa yang terjadi. Bisa jadi, ini merupakan ujian yang menambah dan meningkatkan keimanan hamba-Nya. 

"Yang perlu kita renungkan dalam kita, bahwa seluruh yang terjadi ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas keimanan kepada Allah SWT," jelasnya. 

Maka, Salat Istisqo' ini lanjutnya merupakan upaya untuk memohon rahmat dan pertolongan Allah, agar mampu keluar dari ujian dan cobaan ini.

(LNG04) 

Rabu, 16 Oktober 2019

Bupati Imbau Petani Mataiyang Jaga Kualitas Madu

Petani Madu Desa Mataiyang diminta oleh Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyarifin, M.M untuk tetap menjaga kualitas madu. Hal tersebut penting untuk menjadikan madu Mataiyang konsisten di pasar dan mendapat kepercayaan dari masyarakat. 

Sumbawa Barat - "Bisnis madu itu kuncinya ikhlas, jujur dan sungguh-sungguh, terutama jujur, sehingga masyarakat tetap percaya dengan kualitas madu Mataiyang. Petani harus menjaga keaslian madu, jangan ada yang dicampur dengan gula, kalo itu dilakukan maka hancur, tidak ada yang percaya lagi selama-lamanya,” kata Bupati pada kegiatan panen raya madu dan forum bisnis madu di Desa Mataiyang, Kecamatan Brang Ene, Kamis pagi (17/10).

Bupati juga meminta pilot project incubasi inovasi Desa madu Mataiyang tidak berhenti setelah diresmikan, tetapi bisa terus berlanjut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain membuka panen raya madu hutan dan forum bisnis madu Mataiyang, Bupati juga meresmikan pembangunan rumah produksi madu hutan Mataiyang.
Menyerahkan bantuan peralatan produksi madu dan menyerahkan sound system untuk masjid Nurul Yakin Desa Mataiyang. 

Kepada masyarakat Bupati berkomitmen menyerahkan aset lahan bekas bangunan sekolah akibat gempa untuk pembangunan masjid.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa KSB, Drs. Mulyadi, M.Si dalam laporannya mengatakan, Desa Mataiyang dijadikan pilot project incubasi inovasi Desa dengan produk madu hutan. Anggaran Rp. 1,2 miliar digelontorkan untuk mensukseskannya. Anggaran itu untuk membuat rumah produksi madu, pengadaan peralatan dan peningkatan sumber daya manusia. 

Diharapkan madu Mataiyang nantinya akan menjadi madu yang go nasional bahkan go internasional. Sementara, itu Kepala DPMD dan Dukcapil NTB Dr. Azhar yang juga hadir dalam acara ini mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB akan mensuport Desa Mataiyang di tahun 2020 melalui anggaran pembinaan BUMDes. (LNG05/Humas)

Selasa, 15 Oktober 2019

Selain Masjid, Baznas KSB Perhatikan Pendidikan dan Rumah Warga

Badan amil zakat nasional (Baznas) KSB tidak hanya menyalurkan dana Zakat, Infak dan Shodaqoh (ZIS) masyarakat untuk pembangunan masjid. Tetapi Baznas juga mendukung peningkatan kualitas pendidikan di KSB melalui program KSB Cerdas dan KSB Taqwa. 

Sumbawa Barat - Kegiatan tersebut memberikan beasiswa kepada siswa, dan insentif guru non PNS, non Sertifikasi, non PTT Pemda KSB (sekolah swasta). Beasiswa diberikan kepada 34 siswa SD/MI masing-masing Rp. 500 ribu. Kepada 25 siswa SMP/MTs masing-masing Rp. 1 juta, dan kepada 16 siswa SMA/MA masing-masing Rp. 1 juta. Sementara intensif guru sebanyak 37 orang senilai Rp. 37 juta. Sementara untuk bidang fisik, Baznas menyalurkan dana ZIS Rp. 49 juta. Dana dihibahkan untuk 9 lembaga pendidikan. Anggaran itu termasuk untuk hibah tiga masjid.

Selain mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan keagamaan. Baznas juga ambil bagian meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan adalah memberikan bahan bangunan senilai Rp. 15 juta/kepala keluarga untuk rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu) warga kurang mampu menjadi Rumah Layak Huni (RLH). Baznas menyalurkan dana rehabilitasi untuk 21 kepala keluarga di Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang masing-masing Rp. 15 juta dengan total Rp. 315 juta, Rabu (25/09).

Untuk mengoptimalkan pengumpulan ZIS di KSB, Baznas melakukan sosialisasi UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, PP Nomor 14 Tahun 2014 dan Inpres Nomor 3 Tahun 2014. Sosialisasi dilaksanakan di Kodim 1628/Sumbawa Barat. Kegiatan diikuti perwira Kodim, para Tamtama dan Bintara, termasuk istri anggota TNI Kodim yang tergabung dalam Persit Kodim 1628. 

Ketua Baznas KSB, H. M. Jafar Yusuf, S.Sos mengajak perwira dan anggota Kodim 1628/Sumbawa Barat yang beragama muslim untuk saling tolong menolong atau berta’wun dengan sesama muslim lainnya. Caranya dengan mengeluarkan zakat 2,5 persen dari penghasilan. (LNG05/Humas)

Polres Sumbawa Barat Bersama Pengurus HMI, Lakukan Pembagian Air Bersih

Kegiatan bakti sosial pembagian air bersih oleh Polres Sumbawa Barat bersama pengurus Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Sumbawa Barat yang menggunakan 1 unit tangki air dan 1 unit water canon milik Polres. 

Sumbawa Barat - Hadir dalam kegiatan bakti sosial pembagian air bersih tersebut, Kapolres Sumbawa Barat AKBP Mustofa S. Ik., MH, Kasat Intelkam IPTU Made Wikersa Yasa, Kapolsek Seteluk IPTU Mulyadi, KBO Intelkam IPDA Puguh Santoso dan Kasat Sabhara IPTU Arman Wijaya serta pengurus HMI Sumbawa Barat sebanyak 10 orang, Sekcam Poto Tano, Anggota Samapta Polres, Anggota Intelkam Polres dan Anggota Polsek Seteluk.

Kapolres bersama anggota dan pengurus HMI Sumbawa Barat berkumpul di Polres Sumbawa Barat, kemudian berangkat menuju lokasi bakti sosial pembagian air bersih yaitu di Desa Kiantar dan Desa Tuananga," jelas Paur Subbag Humas Bripka Mayadi Iskandar.

Ia juga muturkan, setelah sampai di Desa Kiantar dan Desa Tuananga Kecamatan Poto Tano, dilaksanakanlah bakti sosial pembagian air bersih oleh Polres Sumbawa Barat bersama pengurus HMI Cabang
Sumbawa Barat terhadap masyarakat.

Dilokasi pembagian air bersih, masyarakat sangat antusias dan bersyukur atas bantuan dari Polres dan pengurus HMI Cabang Sumbawa Barat. (LNG05)

Senin, 14 Oktober 2019

Berbagai Pihak Lakukan Rakor Persiapan Pilkades Serentak

Rapat koordinasi persiapan pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang ke III di Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2019 dihadiri 30 orang. Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang rapat Graha Fitrah kompleks KTC jalan Sukarno Hatta Kecamatan Taliwang.

Sumbawa Barat - Dalam rapat koordinasi tersebut membahas persiapan pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang ke III di Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2019. Senin, (14/10) pukul 14.10 Wita.

Ketua panitia Pilkades, Kepala Dinas BPMDes Drs. Mulyadi, M. Si dalam laporannya mengatakan bahwa pemilihan Kepala Desa tahun ini diikuti sebanyak 32 Desa dan 77 calon Kepala Desa.

Ia juga menjelaskan, daftar DPT sudah ada yang sudah di revisi oleh panitia Pilkades. Jumlah keseluruhan TPS sebanyak 60 TPS yang ada di 23 Desa. Semua tahap sudah mulai masa kampanye.

Bupati KSB Dr Ir H W Musyafirin MM dalam sambutannya mengatakan, Pilkades akan kita laksanakan pada tanggal 20 Oktober 2019 dan alhamdulillah situasi saat ini masih aman dan kondusif.

Dia berharap Pilkades tahun ini bisa berjalan dengan lancar dan aman. 

Ia menuturkan, Jumlah TPS di Desa Seteluk Tengah ada penambahan di karenakan, jumlah pemilihnya banyak. Akumulasi dari 3 komponen di antaranya usia, pendidikan dan pengalaman yang dinilai dengan 40 persen.

Dia berpesan, Pilkades kali ini dilaksanakan dengan transparan tanpa membeda bedakan. Agar mengantisipasi kesalahan kesalahan yang bersifat non teknis untuk menghindari permasalahan yang akan timbul kedepanya.

Kapolres Sumbawa Barat AKBP Mustofa S. Ik., MH mengucapkan terima kasih kepada Camat yang telah melaksanakan deklarasi dengan menghadirkan semua calon Kepala Desa.

Ia meminta agar nanti di cek lagi terkait masyarakat yang belum masuk ke DPT, untuk segera dimasukan kedalam daftar pemilih.

Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Camat, Kapolsek dan Danramil yang telah mengawal Pilkades ini dengan baik.

Tanggal 20 Oktober nanti akan di laksanakan Pilkades di Kabupaten Sumbawa Barat yang bertepatan dengan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. Ia berharap kepada Camat agar bisa merangkul para tokoh yang ada di wilayah masing masing.

Dandim 1628/SB Letkol Czi Eddy Oswaronto ST mengatakan mari kita laksanakan Pilkades ini dengan gembira dan semoga tidak ada masalah, mari kita ciptakan suasana yang kondusif.

Ia menuturkan, apabila ada hal hal yang menyangkut dengan keamanan kami dari Kodim 1628/SB akan membantu Polres Sumbawa Barat.

Nanti pihaknya akan menyiapkan kendaraan untuk mobile dan menyiapkan 1 regu untuk daerah yang paling jauh supaya bisa bergerak apabila ada hal hal yang tidak kita inginkan.

Dia berharap pilkades tahun ini bisa berjalan dengan lancar dan kami akan menyiagakan personil.

Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat yang diwakili Kasi Intel Kejaksaan I Nengah Ardika mengatakan jika nanti ada terkait dengan gugatan, pihaknya dari Kejaksaan siap mendampingi ke PTUN Mataram.

Dia berharap netralitas semua pihak agar Pilkades pada tahun ini berjalan dengan aman dan lancar.

Adapun yang hadir dalam kegiatan tersebut Bupati KSB Dr Ir H W Musyafirin MM, Dandim 1628/SB Letkol Czi Eddy Oswaronto ST, Kapolres KSB AKBP Mustofa S. IK., MH, Sekda Sumbawa Barat H. Abdul Azis, SH., MH, Para Asisten, Kajari yang diwakili oleh Kasi Intel Kejaksaan I Nengah Ardika, Kepala OPD, dan Kasat Pol PP Drs. H. Hamzah.

Hadir juga Kabag Ops Polres KSB Kompol Edy Susanto, S.Sos. Para Camat Se Kabupaten Sumbawa Barat, Danramil 01/Taliwang Kapten Inf I Nyoman Suarka, Danramil 02/Sekongkang Kapten Cba Agus SH dan Kadis Kesbangpoldagri Abdul Hamid. (LNG05)

Kamis, 10 Oktober 2019

Ketua LSM FPKD : Cabut Kepmenaker No 228 Tahun 2019, Karena Merugikan Rakyat

Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Pemantau Kebijakan Daerah (LSM FPKD) menolak perluasan jenis pekerjaan yang boleh diisi oleh Tenaga Kerja Asing (TKA), karena dapat merugikan rakyat dan menutup ruang anak bangsa untuk bekerja di negaranya sendiri

FPKD menolak pemberlakuan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan (Kepmenaker) No 228 Tahun 2019 tentang jabatan tertentu yang dapat diduduki oleh pekerja asing.

Zulkifli Bujir selaku Ketua LSM FPKD menilai kebijakan tersebut berpotensi mengancam keberadaan tenaga kerja lokal, sehingga ruang dan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan semakin sempit ditengah angka pengangguran yang semakin bertambah di Indonesia.

Menurut Kief sapaan akrabnya, dengan membebaskan pekerja asing bisa bekerja di berbagai jenis perusahaan, akan membuat pencari kerja lokal asal Indonesia kesulitan mendapat pekerjaan.

“Kebijakan ini bertentangan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, khususnya terkait dengan BAB mengenai TKA,” ungkap Kief dalam siaran persnya di Taliwang, Selasa (10/09).

Kembali menurut Zulkifli Bujir, ada tiga pelanggaran yang bisa saja terjadi bilamana peraturan tersebut diberlakukan.

Pertama, TKA yang bekerja di Indonesia wajib didampingi oleh pekerja lokal. Selain itu, TKA juga harus faham dengan budaya yang korelasinya dengan Bahasa yaitu bisa berbahasa Indonesia. Dengan adanya perluasan seperti ini, bisa saja terjadi TKA bekerja tanpa pendamping dari tenaga kerja lokal.

Kedua, TKA berketrampilan (Skill Worker) wajib didampingi tenaga kerja lokal, sehingga terjadi transfer of job (perpindahan pekerjaan) dan transfer of knowledge (perpindahan pengetahuan).Tujuannya, ketika masa kontrak kerja TKA sudah habis, maka posisinya bisa digantikan oleh tenaga kerja lokal. Jika pekerjaan yang bisa diduduki TKA diperluas, maka perpindahan keahlian dan perpindahan pekerjaan tidak akan terjadi.

Ketiga, TKA yang bekerja di Indonesia tidak boleh unskilled worker (pekerja tidak terampil). Hal ini untuk memberikan proteksi terhadap pencari kerja lokal.

Dengan adanya kebijakan perluasan tersebut, menurut Kief maka membuka peluang TKA unskilled worker mengisi posisi pekerjaan di Indonesia, sehingga kesempatan kerja semakin sulit didapatkan. Oleh karena itu, kami secara kelembagaan meminta agar Kepmenaker No 228 Tahun 2019 dicabut. (LNG05)

Rabu, 09 Oktober 2019

Danramil Empang Pimpin Gotong Royong Cor Masjid Nurul Ikhlas Labangka

Komandan Koramil 1607-02/Empang Kapten Inf I Wayan Suledra memimpin seluruh anggotanya untuk bergotong royong pembangunan masjid Nurul Ikhlas bersama ribuan masyarakat Desa Labangka Kecamatan Labangka Sumbawa, Kamis (10/10).

Gotong royong pengecoran rangka tiang Masjid Nurul Ikhlas berlangsung mulai pagi hingga menjelang adzan zhuhur waktu setempat.

Komandan Kodim 1607/Sumbawa Letnan Kolonel Inf Samsul Huda, SE. M.Sc., memberikan apresiasi kepada satuan jajarannya yang kompak membantu warga binaannya dalam pengecoran masjid.

Menurutnya, kegiatan semacam itu harus terus dipupuk dan ditingkatkan, apalagi pembangunan sarana untuk kepentingan umum. "Masjid sebagai sarana peningkatan keimanan dan ketaqwaan bagi umat Islam, sehingga ini penting untuk kita dorong dan bantu dalam proses pembangunannya," ujar Dandim.

Selain itu, kata Dandim Alumni Akmil 2000 tersebut, semangat gotong royong masyarakat sudah mulai terlihat dengan banyaknya warga yang hadir dalam pembangunan masjid tersebut. "Ini menandakan sudah adanya kepedulian masyarakat terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan bersama," ungkapnya.

Dandim berharap para Babinsa maupun Danramil jajarannya untuk terus membangkitkan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam masyarakat khususnya warga binaannya dengan harapan apapun masalah yang dihadapi masyarakat dapat diselesaikan secara bersama-sama. (LNG01) 

Facebook Hadir di Kota Mataram dalam Kampanye Facebook Laju Digital

Kampanye Facebook Laju Digital Hadir di Kota Mataram Sebagai Kota Penutup untuk Wilayah Indonesia Timur

Mataram - Mataram menjadi kota tujuan terakhir dalam rangkaian kampanye nasional Facebook Laju Digital untuk wilayah Indonesia Timur. Sejak September 2018 melalui kampanye Facebook Laju Digital, telah memberikan keterampilan digital dan pelatihan bagi pelaku usaha kecil dan menengah, komunitas, instansi pemerintah dan pelajar di 9 kota di Wilayah Indonesia Timur, termasuk Mataram, dan 7 Kota di wilayah Indonesia Barat. Kali ini Kampanye Facebook Laju Digital di adakan di Hotel Grand Palace, pada Kamis (10/10).

Facebook sudah menjadi platform trend sosial media di dunia sejak 15 tahun terakhir ini, dengan pengguna lebih dari 2 milyar di seluruh dunia. 

Ruben Hattari selaku Kebijakan Publik untuk Facebook di Indonesia mengatakan, 

"Kami sangat bangga dapat menghadirkan kampanye Facebook Laju Digital di Mataram, yang menjadi kota terakhir di Wilayah Indonesia Timur. Kami di Facebook berkomitmen untuk membantu pemerintah, pelaku usaha kecil dan menengah, komunitas, serta generasi muda di seluruh Indonesia." 


"Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan pengguna facebook indonesia bisa menggunakan facebook secara optimal . Jadi mereka ini kalau menggunakan facebook bukan hanya sekedar kita terhubung sama teman atau kerabat kerja kita atau keluarga. Tapi juga bisa bagaimana meningkatan sosial experience." Tambah Ruben. 

Kampanye Facebook Laju Digital akan memperluas dan meningkatkan Keterampilan digital bagi pencari kerja, pelaku usaha kecil dan menengah, instansi pemerintah, komunitas, dan pelajar tingkat SMA/SMK.

"Pelatihan yang kami berikan membahas banyak hal dari praktik terbaik dalam pemasaran digital, keselamatan online, hingga membangun komunitas di era digital, dan masih banyak lagi. Kami dapat membantu anda yang ingin sukses di era digital tanpa memandang kemampuan digital anda. Apakah anda seorang pengguna baru maupun yang sudah mahir menggunakam facebook, Instagram, ataupun WhatsApp" jelas Ruben. 

Kampanye Facebook Laju Digital merupakan hasil kerjasama Facebook dengan kantor Staf Presiden RI, Kementrian Komunikasi dan Informatika, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Relawan TIK, Siberkreasi, Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada. Facebook juga bekerjasama dengan YCAB Foundation untuk menghadirkan pelatihan bagi pelajar tingkat SMA/SMK di empat kota di wilayah Indonesia Timur sepanjang tahun 2019. (LNG04) 

Facebook Laju Digital, Memanfaatkan Medsos untuk Pengembangan Usaha dan Interaksi Sosial

Facebook Indonesia melaksanakan literasi digital melalui event Facebook Laju Digital. Event ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan digital kepada pemerintahan di NTB, pelaku UMKM, hingga beberapa komunitas yang menggunakan Facebook sebagai salah satu media untuk menyebarkan informasi.

Mataram - Event ini dikampanyekan oleh Facebook di 17 Provinsi di Indonesia. Provinsi NTB memiliki kesempatan menjadi provinsi ke 16 yang dikunjungi oleh Tim Facebook Indonesia. Kampanye Laju Digital diisi dengan seminar dan pelatihan terkait media sosial yang dilaksanakan di Hotel Golden Palace, Mataram, Kamis (10/10/2019).

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos., MM dalam kesempatan itu menjelaskan Facebook merupakan salah satu media sosial yang memiliki dampak luar biasa bagi pemerintah. Ia mengatakan tidak banyak pemimpin di Indonesia atau kepala daerah yang aktif menggunakan media sosial agar lebih dekat dengan masyarakat, padahal media sosial bisa menjadi media untuk mendengar langsung aspirasi masyarakatnya.

Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah menjadi salah satu kepala daerah yang menggunakan media sosial sebagai sarana berinteraksi dengan masyarakat NTB. "Kami telah membuktikan dari media sosial Gubernur NTB, sampai saat ini kita mendapatkan banyak masukan dan kritik yang di dalamnya memberikan arah dan saran. Kita mendengar dan melihat aspirasi masyarakat dari dekat," ungkap Karo Humas yang kerap disapa Bang Najam tersebut.

Pada kesempatan ini pula, Bang Najam menjelaskan terkait enam misi dari NTB Gemilang, salah satunya yaitu NTB Aman dan Berkah. NTB Aman dan Berkah sangat dibutuhkan bagi masyarakat NTB khususnya dalam bermedia sosial. 

"Jika kita ingin aman, maka amankan mulai dari jari-jari kita, pikiran kita, dan niat kita. Sehingga kita menjadi orang yang menyebarkan hal-hal yang positif bagi lingkungan dan semesta," tutup Bang Najam.

Di kesempatan yang sama, Kepala Kebijakan Publik Facebook di Indonesia, Ruben Hattari menjelaskan Facebook memberikan pelatihan kepada pemerintah, komunitas, LSM dan organisasi tentang bagaimana menggunakan sosial media untuk menyampaikan pesan-pesan positif.

"Sejak tahun 2016, Facebook telah melakukan literasi digital kepada lebih dari 30.000 siswa, orang tua dan guru untuk melatih kemampuan berpikir secara kritis dalam menggunakan media sosial" katanya.

Ruben juga mengatakan, suksesnya kegiatan ini merupakan buah dari dukungan berbagai pihak dan berharap agar kegiatan ini dapat meningkatkan daya saing masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat NTB untuk sukses meraih era digital. (LNG04) 

Tingkatkan Tata Kelola Kearsipan Di Lingkungan Kanwil Kemenag NTB

Workshop tata kelola kearsipan ilingkungan kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dilaksanakan di hotel Puri Indah Mataram Jln. Sriwijaya No.132 Cakranegara mulai tanggal 11 s.d 13 Oktober 2019. 

Mataram - Hadir dalam kegiatan tersebut Kabag TU H.Sirojudin yang didampingi Kasubbag Hukum dMuhammadan FKUB Drs H.Nasrullah serta ketua panitia H.Lalu Amin,SH. Jumlah peserta 90 orang yang berasal dari seluruh kabupaten/kota se NTB dan merupakan pelaksana administrasi.

H.Lalu Muhammad Amin selaku ketua panitia dalam laporannya mengungkapkan bahwa tujuan workshop ini untuk memberikan pemahaman serta pengetahuan tentang bagaimana tata cara pengelolaan kearsipan yang baik di satker. 

H.Lalu Muhammad Amin mengungkapkan bahwa arsip mempunyai peranan yang sangat penting dalam sebuah kantor dan perlu pengelolaan arsip yang baik dan benar. Dan hal mutlak yang harus dilakukan di sebuah kantor ketika dalam membutuhkan arsip dengan cepat dan waktu yang singkat dapat ditemukan dengan cepat.

Kabag TU H.Sirojudin dalam sambutannya ketika membuka kegiatan mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat penting.

" Arsip merupakan sumber informasi sebuah organisasi atau perorangan, arsip ini sangat penting untuk mengingat kembali dan merupakan sumber pengingat kembali " ungkap H.Sirojudin

Lebih jauh H.Sirojudin bahwa tatangan kedepan terkait kearsipan ini sangat diperlukan oleh satker dan persoalan arsip akan berpengaruh kepada efektivitas Satker. Dan dalam pemeriksaan selalu yang dicari adalah arsip. Hilangnya sebuah arsip akan bisa menghilangkan sebuah sejarah dan sistem kearsipan saat ini harus dirubah kedalam sistem kearsipan digital untuk mengurangi tempat dan lebih hemat.

Dengan sistem arsip digital ini akan mampu mengubah dan membuat suasana kerja yang nyaman. Dan perlu juga dilakukan scan atas arsip untuk diarsipkan kedalam arsip digital dan bisa dibutuhkan pada saatnya nanti.

Harapan Kabag TU kedepannya pengelolaan arsip dapat dilakukan menjadi lebih baik dan profesional.

Lebih jauh, H.Sirojudin juga menyampaikan bahwa bagaimana pun melalui arsip ini kedepannya dapat menghindari terjadinya pekerjaan yang berulang - ulang dan data yang tersimpan dengan baik dan bisa dibuka kembali pada saat dibutuhkan dan bisa digunakan dalam pengambilan kebijakan.Perkuat arsip dan data di satker masing-masing dan para pelaku dan pelaksana administrasi yang lebih berkompeten.

Acara di pembukaan ditutup dengan doa yang dipimpin Kasubbag Hukum dan FKUB Drs H Nasrullah.

Selasa, 08 Oktober 2019

Perbakin Dan Polres Laksanakan Lomba Menembak

Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) 1Kabupaten Sumbawa Barat bersama dengan Polres mengadakan lomba menembak di lapangan Polsek Brang Rea, Minggu, (6/10).

Sumbawa Barat - Kategori senjata angin yang dilombakan, untuk kelas 17 Meter Tri Position Pelajar yang sudah mendaftar 24 orang, Kelas 25 Meter Benchrest Open, pendaftarannya sebanyak 14 orang dan kelas 41 Meter Benchrest Open dengan pendaftar sebayak 19.

Kapolres Sumbawa Barat AKBP Mustofa S. Ik., MH yang diwakili Wakapolres Kompol Teungku Ardiansyah SH dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan menembak seperti ini.

Ia menjelaskan, Semoga kedepan kegiatan seperti ini berkordinasi dengan KONI sebagai induk olahraga.

Dia berharap dengan kegiatan menembak seperti ini bisa mencari bibit-bibit baru serta sebagai pendataan keberadaan senjata api di Brang Rea dan KSB.

Lebih lanjut, Wakapolres menuturkan bagi adik-adik yang mau ikut bergabung menjadi anggota TNI dan Polri agar memeprsiapkan diri. Untuk di ketahui menembak ini bisa menjadi nilai pendukung saat mendaftar.

Ia juga berpesan hati-hati dalam memakai senjata. Karna tempat menembaknya dilapangan terbuka, maka tolong ikuti instruksi dari panitia.

Untuk yang mendapat juara kelas 17 Meter Tri Position Pelajar, juara pertama di raih Yulinar M.A, kedua Lisa Afriani dan juara ketiga Reno N.

Kelas 25 Meter Benchrest Open, juara pertama Soni Insan P, kedua Adli dan juara tiga, Reni Yulandari. Sementara kelas 41 Meter Benchrest Open, juara satu Heri Pandawa, juara dua IQbal dari club Nusantara Barat dan juara ketiga Andi R.N.  (LNG05)

5 Toko Ritel Indomaret Ditutup Pemkab KSB

Toko modern Indomaret yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat pada tanggal 7 Oktober 2019 di tutup sementara oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat.

Sumbawa Barat - Penutupan itu berdasarkan surat yang dikeluarkan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu, nomor 503/472/DPMPTSP/X/2019. perihal penghentian sementara operasional toko Indomaret.

Di temui diruang kerjanya Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Abdul Hamid, S.Pd., M. Pd mengatakan, penutupan ini terkait penyelesaian perpanjangan izin usaha toko modern (IUTM) yang telah diajukan untuk 5 gerai tokoh Indomaret yang ada di KSB. 

"Kelima gerai toko modern ini kami tutup karna masalah IUTM," ujarnya.

Ia juga menjelaskan, Sebelumnya pihak kami sudah memberikan surat peringatan ke Kepala Cabang Bali-Nusra PT. Indomarco Prismatama di Denpasar dengan nomor surat 503/01/IUTM/DPMPTSP/II/2018, 503/02/IUTM/DPMPTSP/II/2018, 503/03/IUTM/DPMPTSP/II/2018, 503/04/IUTM/DPMPTSP/II/2018, 503/05/IUTM/DPMPTSP/II/2018. Tertanggal 7 Februari 2018 dan dinyatakan sudah berakhir masa berlakunya sejak tanggal 22 Juni 2019.

Lebih lanjut, dia menuturkan Manajemen PT. Indomarco Prismatama sebagai pemilik toko Indomaret yang dianggap lalai melakukan pemenuhan kewajiban administrasi perizinan yang berlaku di KSB, mereka juga sejak mulai beroperasi di Sumbawa Barat, toko Indomaret sampai saat ini ternyata, mereka belum merealisasi kemitraan dalam setiap gerai dengan para pelaku UMKM.

Ia meminta kepada perusahaan bersangkutan untuk segera merealisasi semua item komitmen yang telah dituangkan dalam kesepakatan bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat maupun dengan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Untuk memastikan itu, Tim monitor dan evaluasi Pemerintah Daerah akan segera melakukan evaluasi lapangan secara seksama terkait realisasi komitmen kemitraan dengan UMKM dan lainnya sebagaimana ketentuan yang berlaku. (LNG05)

Dansatgas TMMD ke 106 Instruksikan Tetap Semangat dan Jangan Ada Pelanggaran

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 106 tahun 2019 di wilayah Kabupaten Lombok Tengah tepatnya di Kecamatan Janapria dan Kopang menekankan kepada seluruh anggota satgas TMMD 106 jangan ada pelanggaran.

Lombok Tengah - Hal itu diungkapkan Komandan Kodim 1620/Loteng Letnan Kolonel Czi Prastiwanto, SE. M.I.Pol., selaku Dansatgas TMMD ke 106 disela-sela kesibukannya melakukan peninjauan di lokasi TMMD. Menurutnya, program TMMD yang dilaksanakan selama 30 hari dan sebelumnya juga ada pra TMMD, seluruh anggota Satgas TMMD setiap hari kumpul dan bergaul bersama masyarakat lokasi yang menjadi sasaran program TMMD.

Untuk itu, kata Dansatgas, jangan ada yang membuat pelanggaran sekecil apapun, apalagi yang bersifat menyakiti hati masyarakat setempat.

"Ingat program TMMD ini merupakan operasi bhakti TNI untuk mewujudkan kemanunggalan TNI Rakyat, jadi jangan sampai mengecewakan. Berikan yang terbaik selama maupun setelah TMMD berakhir," tegasnya.

Dansatgas juga menghimbau kepada seluruh anggota Satgas TMMD untuk tetap semangat dan jangan kendur dengan harapan seluruh program fisik dan non fisik selesai sebelum hari H penutupan. (LNG01) 

Gubernur NTB Minta Tebarkan Optimisme Melalui Teknologi Informasi

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, meminta kepada Tim Facebook terkait Program Laju Digital, untuk membantu Pemerintah Provinsi NTB dalam memanfaatkan potensi media sosial guna  menebarkan optimisme kepada masyarakat melalui kemajuan Teknologi Informasi (TI).

Mataram - Demikian disampaikan Gubernur yang didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos., M.M, saat menerima audiensi Tim Facebook di Ruang Kerjanya, Selasa (8/10/2019). Audiensi digelar terkait Program Laju Digital untuk Kelas Pelayanan Masyarakat untuk Pemerintah Daerah dan Kelas Bisnis (UMKM, Kelas Komunitas dan Kelas Literasi Digital) oleh Facebook. 

Menurutnya, tingginya angka penggunaan media sosial di kalangan masyarakat harus dimanfaatkan secara positif. Selain menebarkan optimisme, juga dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi program pemerintah, mulai dari tingkat pemerintah desa, provinsi hingga pemerintah pusat.

Tingginya angka pengguna media sosial, khususnya facebook akan menjadi sarana strategis untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Terutama yang berkaitan dengan program kerja pemerintah dalam mewujudkan Visi NTB Gemilang.

Gubernur berharap, keberadaan media sosial bukan hanya dimanfaatkan sebagai sarana interaksi saja, namun lebih dari hal itu, sebagai sarana untuk menjembatani komunikasi masyarakat dengan pemerintah. Dengan adanya media sosial, komunikasi masyarakat dan pemerintah hampir tidak memiliki sekat. 

"Semoga dengan kedatangan tim ini dapat memberikan kontribusi dalam ikhtiar memajukan generasi muda di NTB," ujarnya.

Sementara itu pimpinan tim, Noudhy Valdryno menyampaikan apresiasi atas bantuan Pemerintah Provinsi NTB dalam penyelenggaraan Program Laju Digital untuk kelas pelayanan masyarakat untuk pemerintah daerah dan kelas bisnis (UMKM, kelas komunitas dan kelas literasi digital).

Menurutnya, peminat yang telah mendaftarkan diri  dalam program ini begitu tinggi yaitu mencapai 570 orang. Hal ini tak terlepas dari dorongan dari pemda. "Untuk kelas UMKM, Kelas Komunitas dan Kelas Literasi Digital, pendaftarnya 570 orang, ini cukup tinggi dan luar biasa," ungkapnya.

Ia berharap, dengan program pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi komunitas-komunitas pengguna media sosial di NTB. Khususnya dalam hal bermedsos yang positif, serta dapat digunakan optimal untuk sosialisasi program strategis pemerintah, seperti program Zero Waste yang sedang gencar dilakukan Pemerintah Provinsi NTB.