Tampilkan postingan dengan label Serba-Serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba-Serbi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 November 2019

Nagabonar Reborn Tayang Hari ini di XXI Seluruh Indonesia


Press Conference Nagabonar Reborn

Jakarta - Nagabonar adalah jenderal yang cerdik, berani, dan lucu dari Sumatera Utara. Film Nagabonar akan tayang serentak di XXI seluruh Indonesia mulai hari ini, Kamis 21 November 2019. Film ini disutradarai oleh Dedi Setiadi dan diproduseri oleh Trimedya Panjaitan, Gusti Randa, beserta Harry Sanusi, Juniver Girsang dan Robert Attiam yang bertindak sebagai produser eksekutif.

Gading Marten terpilih untuk berperan sebagai Nagabonar, pemuda kampung yang cerdik, lucu dan berani sehingga terpilih menjadi Jenderal perang saat masa penjajahan Belanda di Sumatera Utara. Di Nagabonar Reborn ini Gading bersanding bersama aktris favorit Nickelodeon Indonesia Kids 2013, Citra Kirana yang berperan sebagai Kirana, dan Elly Sugigi yg berperan sebagai Bidah. Host acara My Trip My Adventure Delano Daniel berperan sebagai rival Nagabonar, Rifki Alhabsyi berperan sebagai musuh bebuyutan Nagabonar, Roy Marten, Donny Damara, dan Ray Sahetapi juga penampilan khusus dari mantan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Puan Maharani.

Demi perannya di film ini, Gading mengaku tidak mau menonton film Nagabonar sebelumnya. "Film Nagabonar ini bukan sekedar remake, melainkan interpretasi terkini tentang Nagabonar. Penonton bisa lihat bagaimana Nagabonar dari kecil hingga dewasa. Hal itulah yang menjadi tantangan buat saya sehingga tidak mau terpengaruh dengan film-film sebelumnya dan saya mau menjadi Nagabonar yang saya percaya," ujar Gading di Konferensi Pers film ini di Lounge Plasa Indonesia, 19 November 2019 Jakarta Pusat.

Mutiara Sani yang dijumpai ketika Konferensi Pers merasa terharu menonton film ini. "Saya tidak menyangka bahwa film ini bisa jadi sosok yang berbeda di tangan milenial namun tetap mengandung nilai kehidupan yang serupa. Menonton film ini membuat saya seperti melihat Bang Asrul Sani hidup kembali," katanya sambil mengusap air mata. (JNY/Red/LNG04)

Selasa, 19 November 2019

GENERASI BANGSA KRISIS MORAL, MASIHKAH PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA?

OPINI:  GENERASI BANGSA KRISIS MORAL, MASIHKAH PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA?
Oleh :Moh Rofiq Risandi
Mahasiswa :Universitas Islam Malang
Fakultas :Ilmu Administrasi
Prodi :Administrasi Publik

Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara indonesia. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia guna memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam mewujudkan Ketahanan Nasional. Ketika Pancasila sebagai dasar negara kokoh, Negara juga kokoh. Ketika Pancasila rapuh atau goyah, maka Negara juga akan goyah atau roboh. Seiring dengan perkembangan zaman ditengah arus Globalisasi yang disertai perkembangan teknologi yang tinggi, memunculkan sebuah Perubahan Sosial yang memfasilitasi terjadinya pertukaran budaya saat ini.

Globalisasi diartikan sebagai proses peningkatan kesalingtergantungan masyarakat dunia yang ditandai oleh kesenjangan tingkat kehidupan antara masyarakat industri dan masyarakat dunia ketiga (Anthony Giddens: 1989). keberadaan Globalisasi tersebut memiliki dampak yang cenderung negatif bagi masyarakat indonesia.

Pancasila seperti disudutkan dari Bangsa kita. Hal ini ditandai dengan kemerosotan Moral Masyarakat Indonesia, salah satunya yaitu Generasi Muda, Padahal Generasi Muda merupakan orang-orang yang akan meneruskan cita-cita sebuah bangsa, untuk memimpin dan mengatur sebuah Negara dengan memiliki kepribadian yang baik, kecerdasan yang dilandasi dengan ilmu dan wawasan yang luas, memiliki jiwa yang semangat, pikiran terbuka dan tujuan yang baik, berbobot dan bermanfaat serta berguna untuk kemajuan Bangsa dan Negara.

Namun sayangnya, Generasi Muda Indonesia pada saat ini banyak terjerumus pada dunia modernisasi yang timbul akibat dari Globalisasi tersebut. Modernisasi merupakan transformasi total masyarakat tradisional atau pra-modern ke tipe masyarakat teknologi dan organisasi sosial yang menyerupai kemajuan dunia barat yang ekonominya makmur dan situasi politiknya stabil (Wilbert E. Moore), mereka seolah-olah lupa bahwa jati diri Bangsa Indonesia adalah pancasila dan melupakan adat ketimuran yang kita miliki yaitu Negara yang menjunjung tinggi moral dan adat kesopanan. Tetapi pada kenyataannya potret Generasi muda saat ini mengalami krisis moral dan korban dari gaya hidup budaya barat. Seperti misalnya, Seks bebas yang mengakibatkan pernikahan dibawah umur, hamil diluar nikah, kasus aborsi.

Memakai narkoba bahkan Ikut serta dalam penjualan barang haram tersebut. Cara berpacaran dan berpakaian yang kelewat batas. berkata kotor, dan masih banyak lagi hal-hal yang bisa kita lihat saat ini. Lantas bagaimana nasib negara ini jika generasi penerus bangsa rusak seperti itu? Dapat dipastikan negara ini akan terpuruk apabila permasalahan itu dibiarkan begitu saja. Oleh karena itu, perlu kita menanamkan nilai- nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari, seperti: 

(1) KETUHANAN YANG MAHA ESA, dalam pelaksanaan di setiap bidang wajib adanya landasan oleh iman dan ketaqwaan. Didalam kehidupan masyarakat indonesia juga telah berkembang berbagai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Agama dan kepercayaan tersebut telah menjadi budaya batin bangsa yang mendidik kita semua untuk saling menghormati antar sesama anggota masyarakat.

(2) KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB, kesadaran akan kehendak tentang kemanusiaan adalah jiwa yang merasakan bahwa manusia itu ingin selalu berhubungan. Manusia yang satu memerlukan manusia lainnya dan sebaliknya, maka manusia harus bermasyarakat (H.A.W Wijaya 2000:15). Hidup manusia tidak lepas dari hubungan dengan manusia lain , tanpa berhubungan ataupun bermasyarakat manusia tidak dapat memenuhi kebutuhannya. Dengan ini pula manusia disebut dengan makhluk sosial. Dalam sila ini, bangsa indonesia mengutarakan pentingnya memandang persamaan manusia, seperti persamaan hakikat, martabat, hak, dan kewajiban. Utamanya dalam menggunakan hak azazi manusia. 

(3) PERSATUAN INDONESIA , Mengacu pada semboyan bangsa indonesia “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti “Berbeda-beda tetapi tetap satu jua” mencerminkan bahwa bangsa indonesia adalah bangsa kepulauan dengan berbagai kemajemukan didalamnnya dan dapat bersatu. Bangsa indonesia bukan merupakan bangsa yang dimiliki satu etnis tertentu saja, bangsa indonesia adalah milik bersama. Dalam memersatukan indonesia peran generasi muda juga sangat berpengaruh. Pada sila ini ditanamkan nilai-nilai kesatuan dalam berbangsa, dimana kesatuan itu meliputi: ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya. 

(4) KERAKYATAN  YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN, Masyarakat indonesia terdahulu telah mengenal sistem bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah-masalah utamanya yang menyangkut kepentingan bersama, pentingnya musyawarah dan mufakat ,H.A.W Widjaja (2000:16) berpendapat bahwa dalam musyawarah dan mufakat kepentingan manusia sebagai pribadi dan masyarakat dijamin. Kepentingan manusia pribadi akan dikalahkan, bila bertentangan dengan kepentingan umum. Kebebasan dijamin sesuai dengan mufakat. Segala sesuatu diambil secara musyawarah dengan mufakat. 

(5) KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA, keadilan sosial juga berarti keadilan yang berlaku bagi setiap hubungan masyarakat. Sesama anggota masyarakat adil juga di artikan apabila setiap warga negara dapat menikmati hasil yang sesuai dengan fungsi dan peranannya dalam masyarakat. Dapat dikatakan pula sila keadilan sosial ini melandasi segala ikhtiar dalam upaya terciptanya pemerataan rasa keadilan untuk kepentingan kesejahteraan bersama.

Jika kita memahami nilai-nilai yang terkandung pada setiap sila tersebut, maka kita dikategorikan sebagai negara yang beruntung memiliki pancasila sebagai ideologi bangsa, Namun seiring dengan perkembangan zaman yang modern ini, masyarakat indonesia terkhususnya generasi muda lupa untuk memegang teguh pancasila. Maka dari itu, Pengamalan nilai-nilai yang terkandung pada setiap sila perlu ditanamkan kembali, melalui penguatan pendidikan pancasila di sekolah maupun ditengah-tengah keluarga yang menjadi sarana dalam usaha untuk mengerti, memahami serta mendalami makna pancasila sebagai kepribadian bangsa indonesia juga mengamalkan pancasila dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat sesuai dengan cita-cita serta tujuan nasional seperti yang tertera pada UUD 1945. (Menurut Megawati Soekarno Poetri) Jika nilai-nilai pancasila terpatri di dalam jiwa batin dan pikiran, semua rintangan akan mudah dihadapi “Jadikan pancasila sebagai penuntunmu untuk meraih cita-cita”. Sebab tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini maupun nanti akan jauh lebih sulit dibanding generasi sebelumnya.

Senin, 14 Oktober 2019

Bupati Lombok Utara Dukung Program Hapus Tato YBS

Bupati Kabupaten Lombom Utara  Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH
Lombok Utara - Kegiatan Hapus Tato se Pulau Lombok yang akan digelar oleh Yayasan Berdayakan Sesama (YBS) kian mendapat respon massif, baik dari para pendaftar atau sahabat hijrah hingga para pejabat setempat.

"Itu diandai dengan jumlah peserta yang menembus angka 1.700 peserta yang tersebar di seleuruh kabupaten dan kota se Pulau Lombok. Boleh jadi jumlah tersebut akan terus bertambah," terang Direktur Utama YBS M. Fahrurrozi (12/10). 

Peserta belakangan datang tidak saja dari Pulau Lombok, datang juga dari Pulau Sumbawa. 

"Ini sekali lagi menunjukkan bahwa program ini sangat dibutuhkan oleh umat dan masyarakat kita. Artinya, ini adalah layanan yang amat penting kita lakukan bersama-sama," imbuhnya.

Fakta tersebut menjadikan pejabat setempat juga memberikan respon positif, terbaru dukungan Program Hapus Tato YBS ini didukung oleh Bupati Lombok Utara.

"Saya sangat mendukung kegiatan ini dan ini memang sangat luar biasa, semoga mereka yang berhijrah benar-benar dikuatkan niat mulia karena Allah SWT, dan tentu kegiatan ini saya sangat mendukung sekali," ungkap Bupati Kabupaten Lombom Utara  Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH saat panitia bersilaturrahim di ruang kerjanya (11/10).  

"Jika berkenan bisa dilakukan kegiatan hapsu tato di Pendopo atau di depan Pendopo Kabupaten Lombok Utara, tepatnya di Pesantren Hidayaturrahman Menggala Lombok Utara," jelas H. Najmul Akhyar menambahkan.  

Kegiatan ini hapus tato ini diselengarakan oleh Yayyasan Berdayakan Sesama (YBS) bekerjasama Islamic Medical Service (IMS) dan Komunitas Lima waktu creative studio Mataram. 

Adapun Progress persiapan kegiatan ini, masih dalam proses fixasi waktu dan tempat kegiatan, dikarenakan lokasi kegiatan berbeda-beda pada setiap kabupaten, sehingga membutuhkan banyak pihak baik dalam koordinasi dan konfirmasi. 

"Dan satu lagi, kami tak lupa untuk mengucapkan banyak terima kasih kepada semua Mitra yang telah ikut serta mendukung kegiatan ini, termasuk juga kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten atas dukungannya, semoga apa yang diperkenankan membawa berkah dan manfaat kepada sesama khususnya sahabat hijrah dan muallaf yang mengikuti kegiatan hapsu tato," pungkas M. Fahrurrozi.

Sabtu, 28 September 2019

Ribuan Masyarakat, Hadiri Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Provinsi NTB

Lomba masak serba ikan tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat yang ke 17 dilaksanakan di pantai Balat Kelurahan Telaga Bertong Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat, Minggu pagi, (29/9) di hadiri oleh seluruh masyarakat dari 8 Kecamatan yang ada di KSB.

Sumbawa Barat - Selain itu, diramaikan juga oleh tamu luar daerah dari 9 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi NTB. Membuat lautan manusia memadati areal wisata pantai Balat. Lomba tersebut bertemakan "Ragam Menu masakan ikan untuk menyehatkan masyarakat, mencegah stunting dan mencerdaskan anak".

Adapun yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM, Kadis Perikanan Provinsi NTB Ir. H. Lalu Hamdi, Dandim 1628/Sumbawa Barat Letkol Czi Eddy Oswaroto, ST, Kapolres yang diwakili Waka Polres KSB Kompol Teuku Ardiansyah SH, Ketua PKK Sumbawa Barat HJ. Hanifah Musyafirin, Sekda KSB Abdul Azis SH MH, Assisten II Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si. Kasdim 1628/SB Mayor Inf Achmad Nurodin Hidayat S.Sos, Para Kepala OPD, para Kabid, Para Camat se KSB, Danramil 01/Taliwang Kapten Inf I Nyoman Suarka, Danramil 02/Sekongkang Kapten Cba Agus SH.

Hadir juga Kapolsek Taliwang AKP Muhammad Fatoni SH, Lurah/Kades se KSB, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, Tim penggerak PKK Kecamatan Se KSB, Tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dengan jumlah sekitar 1500 orang. 

Peserta lomba masak yakni dari Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Bima, Kota Mataram, Kabupaten Sumbawa, Kota Bima dan Kabupaten Dompu.

Kegiatan lomba masak serba ikan tingkat Provinsi NTB diawali dengan senam massal, selanjutnya lomba masak serba ikan di mulai.

Laporan ketua panitia Hj. Hanifah Musyafirin mengatakan lomba masak serba ikan tingkat Provinsi NTB bertujuan meningkatkan angka konsumsi ikan, meningkatkan keterampilan memasak berbahan baku ikan dan memperkenalkan keaneka ragaman masakan berbahan baku ikan kepada masyarakat luas.

Lanjut Hanifa, tujuan lainnya yaitu menyebarluaskan informasi tentang ikan, olahan masakan berbahan baku ikan, kandungan gizi serta manfaat gizi ikan bagi kesehatan dan kecerdasan anak-anak, serta mendukung pemanfaatan sumber daya ikan yang berkedaulatan untuk kesejahteraan rakyat.

Ia juga menjelaskan sasaran kegiatan ini, menciptakan keanekaragaman menu masakan berbahan baku ikan, tersosialisasinya menu masakan berbahan baku ikan kepada masyarakat, tersoasialisasinya manfaat gizi ikan bagi kesehatan dan kecerdasan, mendorong tumbuh dan berkembangnya usaha kuliner berbasis ikan dan peningkatan konsumsi ikan yang bermutu dan bukan berasal dari penangkapan illegal.

Peserta kegiatan ini yakni tim penggerak PKK dari 9 Kabupaten/Kota Se-Provinsi NTB yang merupakan juara Pertama Lomba Masak Serba Ikan Tahun 2019 yang diadakan di Tingkat Kabupaten/Kota se-NTB. Peserta bazar merupakan peserta juara satu di tingkat Provinsi tahun ini. Ada juga Kelompok Pengolah Dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklahsar) binaan Dinas & TP PKK Se-KSB Kelautan Dan Perikanan.

UMKM se Kabupaten Sumbawa Barat, peserta Pemberian Makanan Tambahan Bagi Anak Sekolah (PMTAS) sebanyak 300 anak tingkat Sekolah Dasar yang ada di Kecamatan Taliwang dan funbike yang diikuti peserta umum.

Menu saat lomba yakni menu ikan untuk keluarga, menu ikan untuk balita, menu kudapan/snack, menu keluarga berbahan baku Ikan Nila, Lele dan Tenggiri sedangkan menu untuk balita dan kudapan adalah potensi ikan unggulan masing-masing Kabupaten.

Juri lomba masak serba ikan adalah tim juri Provinsi yang berjumlah 5 orang, tim penggerak PKK Provinsi NTB, asosiasi Chef Indonesia, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB dan Dinas Kelautan dan Perikanan KSB.

Dia berharap semoga dengan lomba masak serba ikan dan bazar ini dapat meningkatkan konsumsi ikan masyarakat NTB, sehingga terbentuk sumber daya manuasia yang sehat, kuat dan cerdas.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Perikanan Provinsi NTB Ir. H. Lalu Hamdi dalam sambutannya mengatakan, kegiatan lomba ini adalah upaya dalam rangka seleksi di setiap Kabupaten Kota untuk lomba masak di Tahun 2020 nantinya di tingkat Provinsi.

Ia mengucapkan terima kasih kepada ketua Penggerak PKK yang sudah menyiapkan segalanya sehingga acara bisa terlaksana dengan baik. Mudah-mudahan ini semua bisa mendorong dan memotivasi kita untuk memasak serba ikan.

Sambung H. Lalu, lebih dari 30% anak mengalami stunting dan hanya dapat dicegah dengan konsumsi ikan. Forikan sebagai lokomotif penggerak untuk konsumsi ikan yang beranggotakan PKK dari tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten, Kecamatan dan Desa.

"Mari kita budayakan berkonsumsi ikan sejak dini, lomba masak ikan ini adalah media untuk mensosialisasikan gemar makan ikan dan betapa pentingnya konsumsi ikan," jelasnya.

Lebih lanjut, Dia menjelaskan anak-anak kita harus paham betapa pentingnya konsumsi ikan. Nantinya kita akan sosialisasikan ke tingkat Kecamatan maupun tingkat Desa supaya masyarakat lebih tau betapa pentingnya konsumsi ikan.

Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM mengatakan, konsumsi ikan kita baru mencapai kurang lebih 45 kg/tahun dibanding dengan negara-negara tetangga.

Di KSB tidak berkembang kuliner ikan dan ini akan menjadi tugas PKK supaya di sosialisasikan.

Dia berharap dengan adanya lomba masak serba ikan ini bisa digemari oleh anak-anak kita. Alhamdulillah di KSB adalah paling terendah Stanting di tingkat Provinsi NTB.

Dia berpesan kepada peserta lomba agar ragam menu yang harus di tingkatkan lagi, Ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam acara ini.

Setelah itu, Bupati membuka acara lomba masak serba ikan tingkat Provinsi NTB yang ke 17. "Atas ijin kita semua mari kita buka lomba masak serba ikan," ucap Bupati.

Selanjutnya, pemberian makanan tambahan sebanyak 300 anak sekolah secara simbolis, kemudian Bupati beserta rombongan meninjau Stand Bazar serba ikan selesai itu berkunjung ke stand lomba masak serba ikan.

Juara lomba masak serba ikan tingkat Provinsi NTB ke 17 Tahun 2019 di menangkan oleh Kota Bima sebagai juara I dengan nilai 86,40, juara II Kota Mataram dengan nilai 85,80, selanjutnya juara III Kabupaten Lombok Barat dengan nilai 81,10. Juara harapan I Kabupaten Bima dengan nilai 78,80, Harapan II Kabupaten Lombok Tengah dengan nilai 77,80, Harapan III Kabupaten Lombok Utara dengan nilai 73,10 dan juara favorit adalah Kota Mataram. 

Di acara terakhir, pemberian hadiah juara lomba dan pembagian dorpraes hadiah utama. (LNG05)

Selasa, 10 September 2019

Warisan Usai Kematian Senyap Teddy Rusdi ‘James Bond’ Indonesia

Keterangan foto: Sri Suryati Soetardjo (Sumber: fb yang bersangkutan)

Di kawasan Bukit Golf, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Sebuah rumah satu kapling mencapai setengah hektar. Di halamannya tampak hamparan hijau rumput. Suara burung di pohon Pulai di petang jelang Magrib, masih berkicau-berkicau.

Pukul 17.44. Beduk berbuka puasa. Ramadan hari ke-15, bertepatan 31 Mei 2018. Rumah -- bertetangga dengan konglomerat Alm. Sudwikatmono -- di kawasan eksklusif di petang itu hanya didiami seorang pembantu dan tuan rumah: Teddy Rusdi (TR).

TR pria berkumis tebal, berkulit sawo matang, tampak lebih muda dari usianya 79 tahun lebih. Ia purnawirawan jenderal bintang dua TNI AU.

“Allahuma laka sumtu, wabika amantu … Bismillah.”

TR berbuka puasa. Ia meminum segelas air putih telah disiapkan pembantu.

Tak lama ia berdiri, berjalan dari ruang makan keluarga nan lapang. Sambil meminta segelas kopi kepada pembantu, berwudhu, lalu bersiap shalat.

Dari rekonstruksi coba saya verifikasi antara lain kepada kepada Wahyu Rasyid, adik kandung nomor 11 dari 12 bersaudara, TR pergi meninggalkan dunia fana mendadak. Ia dalam kesendirian. Tiada keluarga atau teman di sisinya saat menghadapi sakratul-maut. Sosok intelijen silent dikenal sebagai James Bond-nya Indonesia; ulet, profesional di bidangnya.

Di era LB Moerdani, Panglima TNI, almarhum menjabat Asrenum (Asisten Perencanaan Umum) Panglima ABRI, kini istilahnya Asrenum, Kasum TNI. Tinta emas kiprahnya di dunia intelijen, pernah secara senyap membantu persenjataan Taliban, Afganistan, mendatangkan pesawat Skyhawk dari Israel tanpa terdeteksi, terlibat langsung operasi pembebasan sandera tawanan pembajakan pesawat Garuda Indonesia, penerbangan 206 DC-9, dikenal sebagai kasus Woyla, 28 Maret 1981.
Ia mengawali pendidikan penerbang sipil di Curug, spesilisasi navigasi. Pertama ikut menerbangkan pesawat pembom TU-16/KS, mampu membawa rudal bagi serangan dari udara ke darat dan laut. Pernah secara khusus  mendapatkan pendidikan navigasi pesawat tempur udara di India, sehingga memiliki kepiawaian memandu pesawat tempur terbang rendah mengandalkan pengamatan cuaca, semesta raya, manual tak terdeteksi radar.
Mengutip buku biografi berjudul: Think Ahead, 70 Tahun Teddy Rusdy, ditulis Servas Pandur, diterbitkan Herakles Indonesia, sosok Marsda (Purn) Teddy Rusdi, figur senyap, menarik dibaca pengalaman hidupnya. Banyak fakta baru selama ini belum diungkap. 
Sebagaimana banyak jenderal purnawirawan masuk ke kancah bisnis, TR pun melenggang di medan dagang. Bisnisnya akbar. Ia tercatat sebagai salah satu pemegang saham Padang Golf Pondok Indah. Bersama Alm. Sudwikatmono, dan Harmoko TR mendirikan Yayasan Kertagama.
Persoalan ke mana keluarga di saat sosok ini menghembuskan nafas terakhir sendiri sepi?
Isteri  pertama TR, Herry Sajekti, menikah 5 Oktober 1964, setelah 35 tahun tak dikaruniai seorang anak pun. Mereka lantas bercerai pada 1999. 

Pada 1999 pula TR sudah serumah dengan Sri Suryati Soetardjo (SSS). Dari penelusuran dokumen tertulis, wanita berdarah Jawa Timur itu dan TR telah ada sidang isbat nikah dengan penetapan No.28/Pdt.P/1999/PaJs, 26 Januari, 2000. SSS mengaku sebagai isteri kedua. 

SSS di hari kematian TR, sejak pukul 15 meninggalkan rumah, berhubung ada acara di kantor. Putera pertama SSS, Andrew Baskoro, juga sedang di kantor, sementara anak kedua, Brandon Cahyadhuha, berada di Australia.

“Pernikahan” inilah kini menjadi perkara.

Dominan dari sebelas adik TR, kini mengajukan gugatan pembatalan isbat pernikahan pernah terjadi antara SSS dan TR. Gugatannya pun secara perdata sudah diajukan ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan, melalui pengacara Lifa Malahanum. Sementara secara pidana telah mereka laporkan ke Bareskrim Mabes Polri dengan lapor No. LP/B/1626/XII Dese 2018, pasal 263, 264, 266 dan 372 serta 378 KUHP tentang perbuatan penggunaan dokumen palsu, penggelapan dan penipuan, dengan terlapor SSS, Andrew Baskoro dan Brandon Chayadhuha.

Mengapa menjadi bersengketa? 

Konon warisan.

Aset dan kekayaan ditinggalkan TR dalam verifikasi kami di Iwan Piliang Center (IPC) mencapai lebih Rp 10 triliun. Di lokal saja diduga lebih dari Rp 2 triliun, termasuk tiga kapling yang telah dibangun bangunan besar mewah dan sebuah apartment di Bukit Golf, Pondok Indah, Jakarta Selatan -- sekaplingnya bernilai di atas Rp 150 miliar. Villa mewah dan lahan luas di Bali, Jogja, Bogor, Puncak, NTB dan Jakarta. Sementara rekening di luar negeri menurut verifikasi tim IPC, mencapai lebih US $ 500 juta di beberapa rekening bank di Singapura dan Swis.

TR pun meninggalkan perusahaan masih berjalan antara lain PT Ciskada Perkasa, pengembang perumahan Taman Cikas; PT  Imani Prima, dibidang IT dan Teknologi; PT Avia Jaya Indah, Cleaning Service interior pesawat; PT Imani Wicaksana, Exclusive Sole Agent dari KOSAN Industires Private Limited, Mumbai, India, bergerak dalam produksi LPG Regulator, LPG Cylinder Valves, Automobile Products for CNG Auto Kit, Industrial Gas Cylinder Valves dan LPG Filling StationEquipment. Juga PT Tawang Swasti Rawikara, setidaknya holding bagi 17 perusahaan, mulai dari industri otomotif, multi media dan distribusi. Beberapa list sempat saya verifikasi.

Melalui perusahaan-perusahaan itu, jejak akses dan kepiawaian TR kental adanya, berkait ke know how, pengalaman semasa di ABRI, TNI AU, juga beragam aksesnya di kancah global.

Saya sendiri, pada 1999, pernah bekerja di perusahaan public relation milik M. Suparno, mantan Dirut Garuda Indonesia PT GDN. Kami menempati kantor PT Pasir Wangun, property, di mana Suparno dan Teddy Rusdy pemegang sahamnya. Dan masih ingat bagiman sepak terjang cerita bisnis TR kala itu.

Kini “penguasaan asset” besar oleh SSS dan kedua anaknya, tentulah tidak menjadi masalah bila memang fakta waris demikian. Akan tetapi, kisah  menjadi berbeda. Adik-adik TR meragukan kedua anak SSS ayahnya TR. Kita akan melihat “drama” ini di pengadilan terbuka untuk umum. Saya menjadi teringat kasus lama di Pertamina dulu, perebutan kekayaan warisan Alm. Hajji Tahir, dengan isteri dan ahli warisnya.

Siapakah Sri Suryati Soetardjo (SSS)? 

Dari penelusuran saya di social media, di Facebook dan Instagram, ia memakai nama @Bthari_Sri. Di dalam pewayangan Dewi Sri; Cantik. Mulia. Dua kata itu melekat kental sebagai personifikasi Dewi Sri; pemurah-hati, baik budi, sabar, bijaksana, penjaga kelestarian dunia.

Masih di pewayangan, Dewi Sri punya tiga adik kandung; Sadana, Wandu dan Oya. Bersama Sadana, Sri dianggap titisan Betari Sri Widowati, neneknya, sakti mandraguna, dewa kemakmuran hasil bumi. Dewi Sri, Dewi Padi. Adiknya, Sadana, Dewa hasil bumi lain; umbi-umbian,  sayuran dan buah buahan.

Apakah SSS mewakili personifikasi pewayangan?

Pekan lalu saya mengirim pesan melalui Whats App, kepadanya. Mengkonfirmasi indikasi kedua anaknya bukanlah TR ayahnya. Juga soal gugatan pembatalan isbah pernikahan dilayangkan kepadanya. Ia menjawab langsung selang empat menit kemudian, mengabarkan sedang di Jogja dan akan terus ke Jawa Timur serta sekembali ke Jakarta akan menghubungi saya. Dari verifikasi saya, nama Soetardjo di belakang nama Sri Suryati, adalah ayah kandungnya, konon dikenal sebagai tokoh spiritual di Lamongan, Jawa Timur.

Sudjiwo Tedjo, dalang nyentrik -- ketika saya masih tampil di ILC, Tv One, beberapa kali semeja dengannya - - sampai-sampai menulis buku bersampul lukisan Sri Hady, sosok Sri, berjudul *Kang Mbok,* Sketsa Kehidupan Sri Teddy Rusdy, 2013. Buku itu diterbitkan Yayasan Kertagama.
Tony Prasetyo dalam blog-nya menulis, 2014 “Bagi saya, membaca buku Kang Mbok asik, lucu tapi sarat makna, Mbah Tejo seakan bercerita ringan saja mengalir dari halaman ke halaman sampai usai. Banyak pelajaran penting bisa diambil dari kehidupan Kang Mbok ini. Seperti *satunya kata dan perbuatan Kang Mbok* tentang sembah rasa yang di tweet @sudjiwotedjo: Kamulyaning urip kuwi dumunung ono ing tentreming ati...(Kebahagian hidup berpangkal dari hati tenteram...).

SSS memang punya perhatian besar kepada pewayangan. Ia tercatat penguji untuk S3 Filsafat Wayang di UGM dan sebagai Dosen Tidak Tetap di FIB UI. Saya sengaja mem-*bold,* tulisan Tony di atas, *satunya kata dan perbuatan Kang Mbok.*

Senin, 9 September di pukul 6.50 pagi saya mengirim peasan WA ke SSS, mengkonfirmasi ihwal sebelas adik TR mengajukan gugatan pembatalan isbat pernikahan juga indikasi pidana ke Mabes Polri. Di pukul 08.13 ia membalas dengan mengatakan sudah kembali Minggu kemarin, dan langsung melaksanakan pengajian rutin di rumah, dan kemarin itu sangat sibuk karena mengajar hingga petang. “Sampai tanggal 11 saya masih sangat sibuk komitmen dalam beberapa acara,” tulisnya.

Di WA ia pun menyertakan satu foto bersama anak yatim piatu, di depan kediamannya, juga diunggah di Instagram. Dan, ini: ia menyebutkan juga adik almarhum suami, Hilma dan beberapa turut serta di acara itu. Agaknya untuk menyanggah saya, karena menyebut kesebelas adik TR menggugat.

Hilma adalah adik bontot TR, anak nomor 12. Beberapa sosok lain ia sebuat ada itu, dalam penelusuran wajah, terlihat Else, isteri almarhum Emil Rusly, adik keenam TR. Dari 12 bersaudara, empat adik TR sudah berpulang; Schobi Amin, Chaerani, anak ketiga dan empat, Emil Rusly dan Erwin Rumawi, putera ketujuh dan sembilan.

Pada pukul 10.43 saya mengirim pesan kembali kepada SSS, mengajukan dua pertanyaan; apakah benar kedua putera secara genetik anak kandung Alm., Teddy Rusdi (TR), dan apakah indikasi pidana saat ini kasusnya ada di Bareskrim Mabes Polri, bagaimana Ibu menanggapinya? Pada 11.18 ia membalas singkat, “Sebentar  saya sedang mengajar.” 

Siangnya pada 13.15 SSS mengirim pesan; Mengenai hal tersebut sudah menjadi materi dalam legal action pihak Dirwan cs, silakan konfirmasi ke pihak kepolisian dan pengadilan. Kami sebagai terlapor/tergugat telah memberikan klarifikasi dan keterangan secara clear di dalam proses hukum. Kami menyiapkan upaya hukum balik atas fitnah dan pencemaran nama baik. 

Dirwan dimaksud adalah Dirwan Razak adik kesembilan TR.

Saya membalas meminta ijin mengutip hal di atas.

Penelusuran saya, di tiga tahun terakhir menjelang bercerai dengan isteri pertamanya, tepatnya sekitar 1996, TR hidup serumah dengan Sri Suryati Soetardjo, atau @Bthari_Sri (SSS). Kala itu ia telah memiliki anak, Andrew Baskoro, berusia 11 tahun. 

Dari keterangan sumber saya himpun, termasuk penjelasan Wahyu Rasyid, adik kandung nomor 11 TR, pada 1989 sampai 1990 ia telah terlebih dahulu menjalin hubungan dekat dengan Sri. Wahyu menyatakan, “Andrew bukan anak TR, dan di 1989, Andrew masih 4 tahun.” 

Dalam penelusuran saya, ayah kandung Andrew bernama JJP, pada 1989, masih bekerja di BDN (Bank Dagang Negara) Wisma Indocement Blora Sudirman.

Sejak TR serumah dengan SSS dan dikemudian hari “mengaku menikah”, komunikasinya dengan 11 adik dan kedua orang tua TR sempat terputus.

Sebagian besar keluarga TR mengatakan tidak pernah terjadi pernikahan SSS dan TR.

Setelah TR berpulang, verifikasi kami di IPC, menemukan SK KUA Cicurug nomor 605/KUA.10.02.24/Pw.0109/2018, Sukabumi, pernikahan TR dan SSS, 8 April 1985, dan menduga surat pernyataan ahli waris dari Kelurahan Pondok Pinang, berdasarkan dokumen palsu.

Melalui kuasa hukumnya Reksowibowo Pramono Made, SSS mengajukan permohonan Waris ke Pengadilan Agama, Jakarta Selatan. Dan ditetapkan oleh Pengadilan Agama dengan nomor 0333/Pdt.P/PA.JS tahun 2018.

SSS memiliki anak kedua, Brandon Chayadhuha, lahir 23 Februari 1997. Anehnya, di dokumen tertulis kami verifikasi tanggal dan bulan lahirnya sama dengan anak pertama, Andrew Baskoro, dan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta, nomor: 3639/-1.755.21, tidak tercatat. Belakangan, informasi kami dapatkan Disdukcapil telah menerbitkan akte baru yang kedua atas nama Brandon Cahyadhuha, menjadi permasalahan hukum baru lagi. Bareskrim sedang meneliti dugaan pidana atas kasus ini sebagaimana Laporan Polisi tertanggal 16 Desember 2018 tahun lalu.

Maka adalah wajar, sebagian besar adik TR, mempersoalkan perihal penguasaan waris itu.

Dari pihak keluarga besar  adik TR, mereka menduga jika anak pertama dan anak kedua, bukan anak kandung TR walau tertera dalam akte kelahiran sebagai anak kandung TR. Mereka  mengajukan laporan ke polisi ke Bareskrim melalui Pengacara sama,  Lifa Malahanum dari Malahanum Ibrahim & Partners Law Firm demi upaya pengujian tes DNA, karena secara dokumen mulai dari buku nikah, isbat nikah, akta kelahiran diduga sudah dipalsukan atau dibuat berdasarkan dokumen palsu, hingga kini proses hukum masih berlangsung.

Saya mencoba menghubungi Mabes Polri, kebetulan mendapatkan kabar bahwa Kombes Agus Nugroho, Wadir, menangani kasus ini. Kebetulan saya pernah bertemu dengannya atas referensi Brigadir Jend., Alex Sampi, untuk sebuah kasus tanah sedang saya advokasi. Akan tetapi WA dan juga beberapa kali kontak telepon, ia tak mengangkat. Dan befruntung pada pukul 12.03, ia membalas telepon. Saya meminta waktu untuk bertemu, mengingat pada 12 September 2019 persidangan soal pembatalan isbat nikah berlanjut di Pengadilan Jakarta Selatan. Sayangnya Agus harus keluarga kota, ia berjanji baru akan memberikan waktu pekan depan. Menjadi Tanya di benak saya mengapa persoalan di Bareskrim, seakan lambat bergerak untuk kasus ini?

Dalam tenggang waktu dari Desember 2018, pelaporan oleh keluarga adik TR, diduga telah terjadi penjualan asset lahan warisan di Lombok senilai Rp 59 miliar. Ruko di Kalimalang, Jakarta Timur senilai Rp 6 miliar. Belum lagi pengambilan dana di rekening bank Bank Mandiri Pondok Indah Mall, nomor 101-00806564**, Bank Mandiri Ampera Raya, Rek: 129-00-88001**, dua rekening dari lima saya verifikasi.

Mengingat besarnya harta warisan, dalam taksasi kasar kami di IPC, tak kurang dari Rp 10 triliun ditinggalkan oleh James Bond 007 Indonesia ini. Aset itu secara administratif kini berusaha dikuasai total oleh @Bthari_sri dan kedua anaknya, memang menjadi persoalan. Dan ini ujian besar bagi SSS. Ia telah menempatkan figur Dewi Sri, begitu mulia personifikasinya dalam pewayangan itu sebagai jadi dirinya dengan menyebut diri @Bthari_Sri di Sosmed.

Sebagian besar adik-adik TR saya temui, mengatakan tak ingin merebut segenap harta waris TR. Mereka ingin menegakkan kebenaran waris sebagaimana jelas diatur dalam kitab suci Al Qur’an dan hukum positif guna kebenaran hakiki.

Saya juga menyimak banyak sosok intel telah purna tugas kini dan keluarganya hidup berbeda dengan masa lalu saat jasanya masih diperlukan oleh negara, menjadi alasan keluarga adik TR berjuang menguak kebenaran waris kini.

Sebagai sosok aktif sebagai private investigator, satu dua saya mengenal mereka para intelijen itu, hidup dalam keprihatinan. Saya pernah menjadi mentor untuk penulisan features di Puspen, Mabes TNI, sebagai anggota dari Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), juga punya pengalaman pada 2015 menjadi salah satu pembicara di Sesko TNI, Bandung, kala itu bersama Jend Purn. Kiky Syahnakri.

Dari berkomunikasi intens itu, memberikan pemahaman kepada saya akan figur intelijen di militer. Atas dasar itu pulalah saya melakukan verifikasi kasus ini, agar kebenaran adalah kebenaran.

Toh pada akhirnya ini sebagai ujian kalimat di buku  Sudjiwo Tedjo tentang Kang Mbok; benarkah  satunya kata dengan perbuatan? Dalam khasanah ini, pihak penegak hukum dan keadilan ditunggu segenap warga se-Indonesia menuntaskannya. Toh kita sudah berada di alam reformasi, bukan bak di sikon era kasus warisan Alm. Haji Tahir, Pertamina, silam, kemudian senyap. Cukuplah TR pergi dalam kesendirian, tapi semoa ia bisa tenang di alam sana. Kita tunggu bagaimana kelanjutannya.

Iwan Piliang


Kamis, 05 September 2019

Meriahkan HUT Ke-74 RI, PPWI Pulpis Gelar Turnamen Badminton PPWI CUP

Dalam rangka ikut serta memeriahkan HUT ke-74 Republik Indonesia, Dewan Pengurus Cabang Persatuan Pewarta warga Indonesia Kabupaten Pulang Pisau (DPC PPWI Pulpis), bekerjasama dengan Polres Pulang Pisau, melaksanakan Turnament Badminton PPWI CUP tahun 2019. 

Pulang Pisau - Kegiatan yang dilaksanakan dan disponsori oleh PPWI Pulang Pisau ini berlangsung di Desa Anjir Pulang Pisau, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau.

Masyarakat, khususnya para atlit Bulu Tangkis yang tergabung dalam PBSI Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, sangat antusias mengikuti turnamen ini. Warga masyarakat umum penghobi olah raga bergengsi ini, juga ikut meramaikan pertandingan. Betapa tidak, sejak dimulainya pendaftaran hingga sampai pada acara pembukaan, antusiasme para peserta terlihat tetap tinggi. Data yang berhasil dihimpun media ini di lapangan tanggal 27/8 para peserta yang mendaftarkan diri sebagai peserta pertandingan mencapai 60 orang.

Ketua DPC PPWI Kabupaten Pulang Pisau, Riduan A. Karim, kepada media ini menuturkan bahwa selain ikut serta memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk menjaring generasi muda yang berbakat. Dengan demikian, kata Riduan, kedepanya diharapkan bisa menjadi atlit bulu tangkis yang berprestasi dan bisa mengharumkan Bumi Handep Hapakat di kancah provinsi bahkan di tingkat nasional.

"Turnamen PPWI CUP ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan perhatian kami segenap Pengurus PPWI Pulang Pisau kepada perkembangan dan kemajuan Bulu Tangkis di Kabupaten Pulang Pisau, yang mana diharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini bisa memberikan motivasi kepada para pemain yang tergabung dalam PBSI Kabupaten Pulang Pisau, maupun dari masyarakat umum agar bisa menyalurkan bakat dan kemampuanya dalam Turnamen Bergengsi ini,” terang Riduan, 28 Agustus 2019.

Selain itu, kata Ketua PPWI Pulpis ini, kegiatan serupa akan tetap dilaksanakan di setiap tahunya. "Semoga saja Pemkab Pulang Pisau selalu mendukung Program PPWI, sehingga kegiatan positif seperti ini bisa dilakukan secara rutin. Bahkan harapan kami Pemkab Pulang Pisau bisa melakukan pembinaan lebih baik lagi," tutur Riduan.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Pulang Pisau, AKBP Siswo Yuwono Bima Putra Mada, melalui Kapolsek Kahayan Hilir, Iptu Sugiharo, SH saat membuka Turnamen PPWI CUP 2019 tingkat Kecamatan Kahayan Hilir tersebut mengatakan pihaknya mendukung penuh ajang PPWI CUP 2019. "Kami sangat mendukung program yang dimotori rekan-rekan PPWI Pulpis ini. Bahkan kami berharap kegiatan seperti ini agar bisa dilaksanakan secara kontinyu. Atas nama Polres Pulang Pisau, kami berharap kegiatan ini bisa melahirkan bibit Atlit Bulu tangkis yang bisa diandalkan," papar Sugiharo.

Lebih jauh Sugi, sapaan akrabnya, mengatakan pihaknya akan membantu jalanya pelaksanaan PPWI CUP, baik secara moril maupun materi sebagai motivator bagi para peserta. "Saya sampaikan kepada para peserta, nanti pada saat final dan penutupan acara ini, kami akan memberikan bonus kepada para pemenang," pungkas Kapolsek Sugi. (LNG01) 

Selasa, 03 September 2019

Hindari Jamur, Melalui Bimbingan Perkawinan Pra Nikah

Muncul istilah baru di tengah masyarakat, Jamur ( Janda Dibawah Umur ) tidak mau terus bermunculan. seksi Bimas Islam kemenagklu menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Perkawinan Pranikah remaja usia nikah se kabupaten Lombok Utara . 

Lombok Utara - Kegiatan ini dilaksanakan di ponpes Ryadul Jannah NW Penjor Kec.Tanjung KLU pada hari Selasa, 3 September 2019. Acara dibuka langsung oleh kasubbag TU H.Suparlan dan didampingi oleh Kasi Bimas Islam serta Penyuluh Agama. Yang menjadi peserta para pelajar MA kelas 12 sebanyak 100 orang.

H.Aviv Affan, selaku ketua panitia dalam laporannya mengungkapkan bahwa seseorang yang melangsungkan pernikahan kadang berjalan mulus dan ada juga yang mengalami banyak rintangan. Melalui kegiatan bimbingan perkawinan pra nikah ini bisa menekan akan perceraian dan menurunkan angka perceraian.

H.suparlan dalam pemaparannya mengungkapkan masalah yang di alami pada usia remaja diantaranya resiko penyakit menular, gangguan emosional, gertakan,putus sekolah,resiko sekolah,resiko kehamilan,kenakalan dan penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol

Selain itu, H.Suparlan para remaja yang akan memasuki jenjang perkawinan perlu memahami maksud dan tujuan dari perkawinan tersebut.

Para peserta yang merupakan para pelajar yang masih berusia remaja sangat antusias menerima materi dari data narasumber, bahkan diakhir pemaparan materi mereka mengajukan pertanyaan terkait dengan keluarga dalam berumah tangga. Banyak diantara peserta tidak mau menikah cepat karena takut akan menjadi Jamur alias Janda Dibawah Umur. 

LNG06

Sabtu, 31 Agustus 2019

Gubernur NTB Motivasi Mahasiswa Berani Hadapi Tantangan Hidup

Gubernur NTB Dr. H. Zulkiflimansyah, memotivasi puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta, agar punya keberanian dalam menghadapi tantangan hidup. 

Jakarta - Motivasi tersebut disampaikan gubernur dalam kegiatan Leadership Talk, yang difasilitasi Badan Penghubung Daerah (BPD), di Wisma NTB di Jakarta, Sabtu (31/08/2019). 

Dalam acara tersebut, ada beberapa hal penting yang disampaikan diantaranya, mendorong puluhan mahasiswa agar mampu melukis cerita hidup masing masing, sesuai dengan latar belakang mereka. 

Gubernur mengatakan, setiap orang dihadapkan dengan dua pilihan, yakni menulis cerita hidup sendiri, atau menulis kisah cerita kehidupan orang lain. Maka orang yang ingin hidup sukses itu, tercermin dalam cerita hidup yang akan ia jalani. Cerita hidup itu, lanjut doktor Zul harus dilukiskan hingga akan menemukan ending cerita. 

"harus punya keberanian menulis cerita kehidupan sendiri. Kalau dalam ilmu managemen, kalau kita tidak punya kemampuan nulis cerita sendiri maka cerita kehidupan kita akan ditulis orang lain", ungkap Gubernur. 

Kedua, lanjutnya setiap orang harus menyusun Mental Picture (Gambaran hidup) berjenjang. Setiap orang harus memahami skenario kedepan, lalu membuat langkah tertentu, sehingga mengetahui andaikan apa yang diinginkan tidak tercapai. 

"Kalau kita sekedar jalan, ternyata tidak sesuai dengan yang diprediksikan, nggak enak juga. Harus punya target lima tahun kedepan, saya itu seperti apa. Ini masuk dalam potret skenario tadi", terangnya. 

Ketiga setiap orang harus mempunyai keahlian tersendiri. Ini didapatkan dengan menggali potensi diri yang berbeda dengan keahlian yang dimiliki orang lain. 

"Pertajam potensi diri, kapasitas diri perlu diperkuat dengan kompetensi yang pas," katanya. 

Terakhir, gubernur berpesan agar menikmati hidup dengan apa adanya. Setiap orang harus menyadari apa yang direncanakan tidak mesti tercapai. Meski berbagai usaha yang dilakukan, namun apa yang didapatkan itu merupakan kehendak Sang Ilahi. 

"Sadarilah setiap daun yang jatuh, sudah ada yang ngatur, sehingga apapun yang terjadi, itulah kehendak yang diinginkan Yang Maha Kuasa. Jangan ada penyesalan", terangnya. 

Salah satu peserta Leadership Talk, Eriska Permatasari, mengaku kegiatan yang dihadiri gubernur NTB itu, sangat memotivasi para mahasiswa untuk lebih giat dalam menghadapi tantangan hidup, di tengah persaingan yang semakin ketat. 

"Acaranya sangat bagus sekali, kita harus berani menulis masa depan kita seperti apa dan kita juga harus berani mengambil kesimpulan, tentang apa saja yang pernah kita lakukan di masa lalu," ungkap mahasiswi Universitas Indonesia itu. 

Sementara itu, Pembina Yayasan Asrama Pelajar Islam (YAPI) di Jakarta, Bahtiar Rahman mengatakan, kegiatan yang rutin dilaksanakan satu kali dalam dua bulan ini, bertujuan memberikan motivasi dan pengetahuan kepada para mahasiswa, untuk menjadi seseorang yang tidak gampang berpuas diri atas apa yang diraih.

"Pemeran hidup ini adalah diri sendiri orang lain itu hanya sebatas hiburan. untuk itu tulislah rencana hidup kalian sesuai dengan yang kalian inginkan", katanya. 

Bahtiar juga sangat mengapresiasi ide dan gagasan cemerlang yang dicetuskan gubernur NTB. Dan jika para mahasiswa ingin lebih mengenal sosok sang gubernur NTB lebih jauh, mahasiswa diminta untuk mengikuti media sosial gubernur NTB, agar dapat mengetahui setiap kegiatan yang dilakukan.

LNG04

Selasa, 27 Agustus 2019

Setelah Pembebasan Lahan, Bupati Perintah AMNT Segera Tentukan Titik Smelter

Bupati Kabupaten Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM mengatakan bahwa pada beberapa waktu lalu telah memerintahkan kepada PT. AMNT untuk segera melakukan penentuan titik lokasi pembangunan smelter yang ada di Otak Kris.

Walaupun proses administrasi pembayaran dan menyiapkan surat-surat lainnya tetap dikerjakan dengan segera.

"Saya minta kepada PT. AMNT untuk segera mensisir lokasi pembangunan smelter," jelasnya. Pada Senin, (26/8).

Ia menuturkan untuk target kontruksi belum dilakukan, karna mereka harus melakukan pengeboran, penentuan tempat tiang dan pedalaman tiang smelter. Namun dia tetap minta segera secepatnya kepada PT. AMNT untuk melakukan kontruksi.

"Nanti akhir bulan ini akan ada kepastian karna kita akan duduk bersama dengan PT. AMNT," ungkapnya.

Sebelumnya, Bupati sudah mewanti-wanti kepada PT. AMNT untuk segera, karna melihat ekspetasi masyarakat yang sangat tinggi berharap smelter segera di bangun. (LNG05)

Bupati : RSUD Asy-Syifa Siap Pertahankan Akreditasi

Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin MM menerima kunjungan tim Surveyor yang akan melakukan Pra Survey Simulasi SNARS Edisi I RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat Senin Malam, (26 Agustus 2019). 

Sumbawa Barat - Tim surveyor terdiri dari tiga orang yaitu dr. Anak Agung Ayu Mas Ranidewi, SP THT., Mkes selaku ketua tim akreditasi, dr. Saiful Wathoni, Mars dan Rasdiana Zega, S.Kep., M.Kep selaku anggota. Kegiatan ini merupakan awalan dari rangkaian kegiatan survey yang akan dimulai pada tanggal 27 Agustus dan berlangsung sampai tanggal 30 Agustus 2019. 

Sejak November 2016 lalu RSUD Asy-Syifa sudah terakreditasi perdana dan sudah lulus 4 standar dari total 16 standar yang ada. Akreditasi yang diperoleh empat tahun yang lalu tersebut akan berakhir pada bulan November 2019 mendatang sehingga harus ada re-survey akreditasi untuk memantau mutu pelayanan Rumah Sakit, apakah nanti bisa mempertahankan akreditasinya, menurun, atau sudah meningkat.

Penyelenggaraan survey dilaksanakan dengan memeriksa pelaksanaan 16 standar yang disyaratkan. Meliputi pemeriksaan regulasi, dokumen, observasi, wawancara dan serangkaian pemeriksaan lainnya yang melibatkan seluruh staf Rumah Sakit Asy-Syifa dan pada tahap wawancara akan melibatkan pemilik Rumah Sakit.

Bupati Sumbawa Barat dalam Sambutannya menyampaikan bahwa komitmen Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan sangat kuat. “Kami sangat support RSUD Asy-Syifa” kata bupati.

Secara umum Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) Sumbawa Barat berada pada peringkat paling tinggi di NTB dan peringkat ke 6 di Indonesia. Oleh karena itu bupati menegaskan kepada direktur RSUD Asy-Syifa beserta seluruh jajarannya untuk menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam survey akreditasi tersebut, tidak perlu ada hal yang ditutup-tutupi, semakin kita terbuka maka semakin besar peluang kita untuk memperbaiki pelayanan demi meraih akreditasi yang lebih baik lagi.

Untuk diketahui bahwa RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat adalah satu-satunya RSUD di pulau Sumbawa yang tidak turun kelas. Sesuai hasil review Kementerian Kesehatan RI, RSUD Asy-syifa’ masih menjadi tipe C, sementara Kabupaten Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima turun tipe ke tipe D. 

Bahkan beberapa Kabupaten dan rumah sakit swasta di pulau Lombok pun turun kelas. ini artinya, sarana prasarana, tenaga medis atau sumber daya manusia, pelayanan dan lainnya di rumah sakit kita memenuhi standar. Atas dasar tersebut, RSUD Asy-Syifa’ menjadi salah satu rumah sakit rujukan di NTB, khusunya di pulau Sumbawa, dimana rumah sakit daerah lainnya yang bertipe D di rujuk ke RSUD Asy-syifa’ yang bertipe C sesuai dengan ketentuan rujukan berjenjang dari BPJS kesehatan.

Tentunya Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat tidak akan berhenti sampai disitu, Pemerintah Daerah terus menjalin kerjasama dengan dokter bahkan fakultas kedokteran universitas udayana untuk menambah dokter spesialis. selain itu kerja keras dari Direktur RSUD Asy-syifa’ dan seluruh jajarannya akan menjadi kunci keberhasilan, ditambah lagi kepercayaan masyarakat yang semakin besar untuk mau menggunakan layanan di rumah sakit.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, Pimpinan sementara DPRD KSB, Para Asisten, Para kepala Dinas, Direktur RSUD Asy-Syifa, Camat Taliwang, Kabag Humas dan Protokol dan Kabag Hukum. (LNG05/Humas)

Senin, 26 Agustus 2019

Perekrutan CPNS Tahun Ini Belum Pasti

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sumbawa Barat, Drs. Tajuddin, M. Si mengungkapkan bahwa pada tahun ini. pihaknya sudah mendapatkan informasi dari pemerintah pusat terkait perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Sumbawa Barat - Namun, terkait pelaksanaan dan teknis perekrutan CPNS pihaknya belum mengetahui. 

Ia mengatakan untuk kebutuhan CPNS di Kabupaten Sumbawa Barat, pada setiap tahun pihaknya rutin memberikan data formasi yang dibutuhkan Kabupaten Sumbawa Barat ke pemerintah pusat baik dari tahun 2018 dan 2019.

"Bagaimana keberlanjutan perekrutan CPNS pihaknya belum tau, karna belum mendapatkan informasi kembali dari pemerintah pusat," tuturnya.

Ia menjelaskan kepastian bulan, tanggal perekrutan CPNS belum ada informasinya. Sambung Tajuddin, total kebutuhan formasi yang di ajukan BKD Kabupaten Sumbawa Barat ke pemerintah pusat sebanyak 570.

Tambahnya, dari data kebutuhan formasi sebanyak 570 yang diajukan pihaknya, nanti pemerintah pusat akan memverifikasi dan hasil verifikasinya nanti akan disampaikan ke KSB.

"Kami saat ini sedang menunggu intruksi dari pemerintah pusat terkait perekrutan CPNS ini," pungkasnya. (LNG05)

Jumat, 23 Agustus 2019

Ground Breaking Kantor Kejari NTB Diresmikan Oleh Jaksa Agung RI

 Jaksa Agung Republik Indonesia, Dr. H. M. Prasetyo didampingi Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah dan Wali Kota Mataram, H. Ahyar Abduh, melakukan peresmian ground breaking Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejari) NTB dan rehab gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram, di Jalan Langko, Kota Mataram, Jum'at (23/8/2019).

MTarPembangunan gedung baru Kejati NTB dan Kejari Mataram tersebut, diharapkan mampu meningkatkan kinerja Korps Adhiyaksa itu, dalam memberikan pelayanan terbaiknya terhadap perkara-perkara di tengah masyarakat. Agar mendapatkan penanganan yang seadil-adilnya, khususnya masyarakat di NTB.

Jaksa Agung menegaskan hal itu, dalam sambutannya saat peletakan batu pertama atau _ground breaking_ pembangunan dan rehab kedua gedung Korps Adhiyaksa di NTB itu.

Menurutnya, dengan adanya sarana gedung baru dan fasilitas memadai,  akan menjadi representatif sebagai pijakan aparatur Kejaksaan dalam menjamin kualitas penegakan hukum, melalui dedikasi pengabdian kepada masyarakat.

HM. Prasetyo juga menegaskan, pembangunan sarana yang baru, harus berbanding lurus dengan peningkatan kinerja. Aparatur Kejaksaan harus berdiri paling depan dalam mengatasi masalah hukum yang dialami masyarakat.

Untuk itu, di hadapan seluruh jajaran pemerintah yang hadir, Jaksa Agung memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTB, khususnya Walikota Mataram atas hibah tanah sebagai lokasi pembangunan Kantor Kejati yang baru.

Ia berharap dukungan tersebut sebagai komitmen bersama untuk memperbaiki kinerja lembaga pemerintah di masa depan. Ia juga berharap kepada Kontraktor Wijaya Karya (Wika Gedung) agar dalam proses pembangunan bisa berjalan baik dan dapat selesai tepat waktu.

"Gedung harus mencerminkan kekhasan budaya lokal NTB. Kita  berharap gedung ini sebagai payung untuk berteduh yang aman dan nyaman bagi penegakan hukum yang berkualitas dan berkeadilan," ucapnya.

Sebelumnya Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah dalam sambutannya mengatakan, pembangunan gedung baru Kejati NTB ini merupakan bagian dari kerusakan gempa setahun yang lalu.

Wagub berharap, proses rekonstruksi dan rehabilitasi pascagempa di NTB bisa tuntas serta berjalan dengan baik.

Ummi Rohmi meminta masyarakat dan seluruh elemen pemerintah di NTB untuk mengambil hikmah dari musibah gempa setahun lalu. Ia meminta kedepan, mitigasi bencana harus disiapkan, juga desa tanggap bencana harus disiapkan. "Yang paling penting tidak boleh lagi ada bangunan dengan struktur tidak baik, semua harus struktur tahan gempa," tegasnya.

"Hikmah dari musibah, kedepan mitigasi harus kita siapkan, desa tanggap bencana juga kita siapkan. Bangunan di NTB juga tidak boleh dibangun dengan struktur tidak baik, harus tahan gempa," ujarnya.

Ia berharap pembangunan gedung Kejati NTB dan rehab gedung Kejari Mataram dapat selesai tepat waktu, dan seluruh jajaran lebih baik lagi dalam menjaga keamanan dan penegakan hukum di NTB.

Dalam kesempatan sama, Kepala Kejaksaan Tinggi NTB, Arif, S.H.,M.M, memaparkan, pembangunan gedung Kejati NTB pada lahan seluas 7.650 m2, yang awalnya hanya 3.300 m2. Ia menjelaskan, lahan pembangunan merupakan sumbangan dari Pemkot Mataram. 

Dia berharap kepada bupati dan walikota se-NTB agar bisa juga menyiapkan lahan di kabupaten/kota masing-masing. Hal ini sangat penting agar bisa dilaksanaan pembangunan kantor Kejaksaan Negeri di kabupaten/kota se-NTB.

Dijelaskan, waktu pembangunan gedung ini selama 150 hari kerja. Untuk itu kepada Wika Gedung, yang akan melakukan pembangunan, diharapkan dapat berjalan tepat waktu dan tepat biaya serta serasi. "Dan membawa keselamatan dan ketentraman bagi seluruh insan Korp Adhyaksa," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Jaksa Agung H.M. Prasetyo juga diberikan gelar kehormatan adat Sasak oleh Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, H.L. Putria. (LNG04)

Kamis, 22 Agustus 2019

Cegah Bahaya Narkoba, Ini Yang Dilakukan Kodim Sumbawa Kepada Para Prajurit

Kodim 1607/Sumbawa kembali menggelar tes urine kepada para personel khususnya para Perwira jajaran Kodim Sumbawa di depan ruang Staf Inteldim Sumbawa, Kamis (22/8).

Sumbawa - Tes urine yang dipimpin langsung Dandim 1607/Sumbawa Letnan Kolonel Inf Samsul Huda, SE. M.Sc., melihat langsung pelaksanaan tes urine yang diikuti Kasdim, para Pasi, Danramil dan Pa Sandi Kodim.

"Alhamdulillah, tes urine ini kita lakukan secara rutin setiap tiga bulan sekali sebagai upaya satuan mencegah peredaran dan penggunaan Narkoba dilingkungan Prajurit TNI khususnya Kodim Sumbawa," ungkap Dandim.

Menurutnya, langkah tersebut juga dilakukan sebagai upaya penyelamatan anggota dari bahaya Narkoba dan sejenisnya mengingat sanksinya sangat tegas hingga pemberhentian dengan tidak hormat (PDTH) atau pemecatan dari dinas TNI.

"Ini sangat kita sayangkan apabila terjadi, karena keluarga juga ikut merasakan dampaknya jika personel tersebut terbukti menggunakan," ujar pria kelahiran Jawa Timur tersebut.  

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya berharap tidak ada satupun personel maupun keluarga TNI khususnya Kodim Sumbawa memakai Narkoba, apabila ada indikasi dan ketahuan maka akan dilakukan tes urine ditempat dan proses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan TNI.  LNG01

Rabu, 21 Agustus 2019

Desa Dorokobo, Kisah Sukses Integrasi Program Posyandu Keluarga dan Bank Sampah

Cerita sukses datang dari Desa Dorokobo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, Provinsi NTB. Warga desa itu berhasil membangun Posyandu Keluarga yang sudah terintegrasi dengan bank sampah.   

Dompu - Kabar baik itu tentu berhasil mencuri perhatian Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah. Orang nomor dua di NTB itu pun bergegas mengunjungi Posyandu As-Sunan yang berada di RT 01/01, Dusun Muhajirin, Desa Dorokobo pada Rabu (21/08/2019) sore.

Melihat aktivitas pelayanan posyandu yang berjalan baik, Wagub Sitti Rohmi nampak gembira. Ia mengatakan, Posyandu As-Sunan sudah sepatutnya dijadikan contoh desa lainnya di seluruh NTB. Mereka sukses merevitalisasi posyandu menjadi Posyandu Keluarga sekaligus menerapkan program NTB Zero Waste. 

Posyandu Keluarga adalah posyandu yang tidak hanya melakukan pelayanan kesehatan khusus bagi ibu dan bayinya saja. Tapi ada banyak pelayanan kesehatan di dalam posyandu itu, seperti pemeriksaan kesehatan bagi remaja dan lanjut usia atau lansia, konsultasi gizi serta banyak layanan lainnya. Hebatnya, Posyandu As-Sunan saat ini sudah terintegrasi dengan bank sampah yang dikelola Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) Dorokobo.

"Ini contoh baik bagi dusun-dusun yang ada di NTB," ujar Wagub NTB disela dialog dengan warga. 

Kunjungan Wagub NTB di Posyandu As-Sunan mendapat respon positif warga. Tatik, salah seorang kader posyandu mengaku senang atas kunjungan tersebut. "Ini menjadi spirit tersendiri bagi kami. Kami juga merasa bangga karena Bu Wagub mau berkunjung ke dusun kami," ujarnya.

Sebelumnya, saat bersilaturahmi dengan jajaran Pemkab Dompu di Pendopo Bupati, Wagub NTB menekankan pentingnya pelaksanaan program unggulan seperti Revitalisasi Posyandu dan NTB Zero Waste untuk mendukung terwujudnya NTB Gemilang. 

Masyarakat NTB harus mengetahui dan memahami mengapa Pemerintah Provinsi NTB menetapkan program Revitalisasi Posyandu sebagai salah satu progam unggulan daerah. 

Dijelaskan wagub, kegiatan posyandu merupakan aktivitas layanan kesehatan yang dilaksanakan sebulan sekali di setiap dusun. Kegiatan itu bisa dimanfaatkan untuk memfilter masalah kesehatan dan masalah sosial yang dialami masyarakat. Posyandu Keluarga merupakan salah satu kunci keberhasilan untuk meningkatkan kualitas dan derajat kesehatan masyarakat.

"Kita harapkan melalui revitalisasi posyandu di situ ada pemeriksaan kesehatan untuk bayi hingga lansia. Seperti itulah posyandu keluarga," tandasnya.

Wagub menambahkan, setelah menjadi Posyandu Keluarga maka yang perlu dilakukan kemudian adalah memasukkan edukasi yang terkait berbagai masalah sosial masyarakat. Caranya, para kader posyandu diberikan pelatihan supaya mereka bisa membantu pemerintah  memberikan edukasi kepada masyarakat seperti menekan  terjadinya pernikahan dini, memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya narkoba, mencegah terjadinya gizi buruk, stunting, pembalakan liar, kebakaran hutan, persoalan sampah, buruh migran ilegal dan berbagai macam permasalahan sosial masyarakat lainnya.

Wagub berharap, seluruh program unggulan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi NTB benar-benar mendapat dukungan dari masyarakat dan jajaran pemerintah kabupaten/kota. Sehingga visi NTB Gemilang yang dicita-citakan dapat diwujudkan pada tahun 2023 mendatang. (LNG04)

Inilah Suara Hati Masyarakat Otak Kris

Dengan sudah terselesainya persoalan lahan yang ada di Otak Kris bersama pemerintah daerah dan tim appraisal. Nampaknya masih ada suara hati dari masyarakat.

Sumbawa Barat - Sebut saja Saruji warga RT 10 dusun Otak Kris mengatakan bahwa ada dua pilihan yang di tawarkan kepada warga otak Kris yaitu beli putus atau relokasi saat sosialisasi sebelum.

Tim media mencoba mewawancarai salah satu orang tersebut sebelum rapat yang dilakukan di gedung serbaguna balasangkaladi Desa Bukit Damai Kecamatan Maluk Kabupaten Sumbawa Barat, jam 14.00 Wita.

Berdasarkan keterangan Saruji bahwa yang membuat masyarakat berat menjual lahan yaitu terkait masalah harga tumbuh-tumbuhan yang sudah mereka tanam lama, tumbuhan itu sebagai sumber pencahariannya. Karna warga di Otak Kris sebagian adalah petani.

"Pada dasarnya kami mendukung dan kami juga harapkan dukunglah kami dengan memberikan harga pada tumbuh-tumbuhan kami," jelasnya.

Ia menjelaskan yang membuat warga sangat sulit melepas karna tidak di hargai tumbuhan-tumbuhannya yang sudah lama di tanam tidak di hitung sama sekali.

Ada juga Wagiman kepala Dusun Otak Kris saat rapat di gedung serbaguna menyampaikan bahwa dia berharap kondisi di Otak Kris aman. Dia juga menanyakan siapa yang sebenarnya disuru negosiasi oleh Bupati. Ia juga meminta apabila negosiasi belum tuntas agar tidak ada demo lagi.

"Kami tidak punya cita yang muluk-muluk, hasil musyawarah tidak pernah diberitahukan dan tidak pernah datang. Mohon pahami kami. Maksud masyarakat agar negosiasi masalah harga di tempat kami.

Ia juga menuturkan bahwa kami masyarakat menunggu belum ada negosiasi. Itulah harapan masyarakat masyarakat otak kris.

"Tanaman, rumah, tanah agar kami di hargai dan dihitung," katanya.

Harapannya apabila ada nego harga, ngomong secara santai dengan masyarakat Otak Kris. Jangan sampai ada Miss komunikasi seperti ini.

Iskandar perwakilan warga meceritakan bahwa negosiasi agar bertemu secara bersama. Di juga bingung di Maluk ada dua negosiasi.

"Selama ini tidak ada negosiasi kepada mereka, maka dia berharap agar tolong pertemukan kami dengan orang negosiasi," ungkapnya.

"Kami peduli dengan masyarakat KSB. Namun harap tolong lihat kondisi kami juga di sini," ujarnya.

Pada pertemuan itu, terkesan sangat alot. Pasalnya, pemilik lahan yang hadir tetap bersih kuku mempertahankan tanah yang akan di bebaskan. Karena banyak faktor lain yang mereka pikirkan terlebih kawasan yang selama ini mereka tempati selama puluhan tahun akan ditinggalkan.

Kendati demikian akhirnya warga luluh dengan niat baik pemerintah daerah Sumbawa Barat untuk segera mempercepat proses pembangunan lahan yang akan di bangun sekitar 850 Hektar tersebut.

Selesai pertemuan tersebut, masyarakat pemilik lahan tersedu menangis dengan akan di lepaskannya lahan mereka. (LNG05)

Bappenda NTB Targetkan Penerimaan PKB Tahun 2020 Naik 12,92 Persen

Badan Pengelolaan dan Pendapatan Daerah (Bappenda) Provinsi Nusa Tenggara Barat menargetkan penerimaan pajak kendaraan bermotor naik sebesar 12,92 persen pada tahun 2020.

Mataram - Proyeksi anggaran tahun 2020 PAD dari pajak kendaraan bermotor di rencanakan naik sebesar 460,37 Milyar atau bertambah 52,68 Milyar (meningkat 12,92 persen) dari penerimaan pajak PKB tahun 2019 sebesar 407,69 rupiah. 

Selain PKB, Bappenda NTB juga menargetkan penerimaan pajak dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) naik sebesar 417,17 milyar atau bertambah 36,17 Milyar (meningkat 9,49 persen) di banding tahun 2019 yang mencapai 381,00 milyar rupiah. 


Begitu juga dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di targetkan meningkat sebesar 290,61 milyar atau bertambah 36,39 milyar rupiah (meningkat 14,32 persen) di bandingkan pada tahun 2019 yang mencapai 254,22 milyar rupiah. 


Diluar pajak kendaraan bermotor dan ikutannya,  Bappenda NTB juga menargetkan peningkatan pajak dari sektor lainnya seperti penerimaan pajak rokok sebesar 325,50 milyar rupiah bertambah 5,00 persen atau meningkat sebesar 15,50 milyar rupiah di bandingkan tahun 2019 yang mencapai 310,00 milyar rupiah. 


Hj. Eva Dewiyani Plt Kepala Bappenda NTB mengatakan untuk dapat merealisasikan sejumlah target penerimaan pajak tersebut pihaknya telah melakukan berbagai program dan peningkatan kerjasama dengan semua stake holder. 


Eva menjelaskan sejumlah program yang di genjot Bappenda NTB diantaranya meningkatkan penyesaian angka tunggakan melalui surat teguran, operasi gabungan dan juru sita pajak. Selain itu Bappenda mengembangkan aplikasi kesamsatan yakni samsat delivery dan aplikasi surat teguran. 


Eva juga menyatakan pihaknya bersama stake holder yang lain melakukan peningkatan mutu pelayanan berbasis ISO 9001:2015 dengan melibatkan petugas pelayanan termasuk mitra kerja samsat seperti kepolisian dan Jasa Raharja. 


Khusus untuk rokok, Bappenda Ujar Eva akan memperketat pemantauan terhadap peredaran cukai rokok illegal. 


"Beberapa program telah di lakukan dan kita tingkatkan, pajak dari kendaraan bermotor dan rokok pada tahun 2020 kami menargetkan adanya peningkatan, tentu untuk merealisasikannya kita juga ada langkah langkah progresif," ujarnya saat menggelar jumpa pers di Mataram, Rabu (21/8).

LNG01

Minggu, 18 Agustus 2019

Bersama Warga, Siswa SMK Ilham Aikmel Lakukan Upacara Kemerdekaan di Tempat Pembuangan Sampah

Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 Tahun dan mendukung program pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat tentang program NTB Zero Waste, SMK Ilhami bekerjasama dengan pemuda-pemuda Cepak Daya menyelenggarakan kegiatan Upacara Bendera di sungai Pesanggerahan, Aikmel kecamatan aikmel Lombok timur. (17/8/2019)

Lombok Timur - Kegiatan ini digagas oleh M. Putradi Zaki dan Dewan Pembina selaku pengurus di SMK Ilhami. Sedangkan tujuan kegiatan ini, tidak lain untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, selain itu siswa dan siswi yang terlibat juga akan mendapatkan edukasi terkait dengan pentingnya menjaga lingkungan, Ungkap M. Putra Zaki selaku Panitia Acara.

Kegiatan ini diawali dengan pejalanan para siswa SMK Ilhami dari sekolah ke lokasi kegiatan yang berjarak sekitar 1km. Dalam perjalanan setiap siswa disarankan untuk memungut sampah yang ditemukan sepanjang perjalanan dan menyimpannya ke dalam tas karung yang sudah dipersiapkan sebelumnya. 

Lebih lanjut, M. Putra Zaki pengungkapan, Selain menyadarkan masyarakat dan mengedukasi segala pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, tujuan lain adalah agar masalah sosial yang sudah membudaya ini menjadi prioritas utama bagi segenap lapisan masyarakat, khususnya pemerintah. 
Sedangkan yang menghadiri kegiatan ini, 50 siswa. 

Selain siswa SMK Ilhami, kegiatan ini melibatkan para tokoh masyarakat,  pemuda Dusun Cepak Daya. Upacara ini juga dihadiri oleh Dosen Ilmu Komunikasi Unram, Pegawai Dinas Pemuda dan Olahraga Lombok Timur dan komunitas-komunitas seperti Sanggar Rakjat Cepak dan Belpas Peduli yang fokus dalam pengelolaan sampah. 

Selain itu juga, untuk  mendukung Program Pemerintah NTB tentang Program Zero Waste. Zero Waste Adalah sebuah program untuk semakin peduli terhadap pentingnya lingkungan yang bersih, sehat dan indah. Program yang di susun oleh Gubernur dan Wakil Gubernur (Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. – Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd.) 

Pada kesempatan lain, dalam melonching Bank Sampa Al- Fadhila Aikmel Timur yang di resmikan oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, pada Minggu lalu, Pemerintah provinsi berharap di setiap desa dibentuk sebuah Bank Sampah yang akan bergerak mengubah sampah menjadi sumber daya untuk menjadikan masyarakat sekitar mendapatkan hasil dari pengelolaan sampah tersebut. 

Dalam paparan Wakil Gubernur saat melaunchig Bank Sampah Al-Fadhila, Wagub berharap dorongan dan kerja sama untuk menyukseskan program NTB Zero Waste dengan tetap bergontong royong dalam penanganan sampah yang ada di lingkungan maupun di desa. Karena, pemerintah tidak akan pernah bisa menyukseskan program apapun tanpa ada bantuan dari masyarakat.

Seusai kegiatan ini, Panitia Acara akan merencanakan dan melaksanakan kegiatan cleanup yang mendukung program pemerintah NTB dalam program Zero Waste, sehingga nantinya akan melibatkan komunitas-komunitas yang bergerak dalam pengelolaan sampah dan mahasiswa KKN Universitas Mataram yang kebetulan ditempatkan di desa Aikmel Induk. (LNG01) 

Sabtu, 17 Agustus 2019

HUT RI ke 74, Polsek Kalideres Gelar Lomba Bersama Para Pengungsi Imigrasi Pencari Suaka

Untuk memperingati HUT RI ke 74, beragam perlombaan digelar Polsek Kalideres  bersama para pengungsi Imigrasi pencari suaka, peserta terdiri dari anak dan dewasa, Sabtu, (17/08/19).

Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB dibuka oleh Wakapolsek Kalideres AKP Julianto yang diikuti para personil Polsek Kalideres dan para peserta lomba.

Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan yaitu makan krupuk, balap karung, kelereng sendok, dan tenis meja.


Menurut Wakapolsek Kalideres AKP Julianto, seluruh rangkaian kegiatan ini diikuti dengan riang gembira oleh para personil, dan para peserta yang meliputi pengungsi Imigrasi pencari suaka.

“Tidak perduli menang atau kalah, semuanya senang karena bisa ikut memeriahkan peringatan HUT RI ke 74 ini,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, kegiatan tersebut dilakukan untuk mengenang para  pahlawan yang telah mempertahankan NKRI.

"Acara ini juga menunjukan rasa Nasionalis kecintaan terhadap Tanah Air dihadapan para pencari suaka, dan sekaligus umtuk menghibur anak-anak pencari suaka," Tandasnya. (LNG01)

Kamis, 15 Agustus 2019

Gubernur: Investor Besar Harus Merubah Filosofi Mengelola Tambang

Potensi tambang yang cukup besar di NTB, tentu memiliki peran besar dalam kontribusinya bagi kemajuan ekonomi. Namun di satu sisi, juga dapat menimbulkan masalah besar bagi lingkungan sekitar, apabila potensi pertambangan tersebut tidak dikelola atau dimanage dengan baik oleh pemerintah.

Mataram - "Pemain besar harus merubah filosofi dalam mengelola tambang, jangan lagi memaknai masyarakat sekitar sebagai pengganggu, tapi jadikan bagian dari proses industri tambang yang ada," tegas Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, saat menjadi narasumber dalam diskusi terbatas dengan tema "Mengelola Potensi Tambang di NTB", di Kantor Harian Suara NTB, Kamis (15/8).

Menurut Gubernur, Investor-investor tambang besar di NTB harus mulai merubah pola dalam melakukan kegiatan eksplorasinya. Perusahaan harus menyalurkan anggara Corporate Social Responsibility (CSR)-nya untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat lingkar tambang. Tentunya kata Gubernur, dengan meningkatkan skill dan kemampuan kerja, sehingga mampu direkrut kerja maka akan ada rasa ikut memiliki. Dengan demikian lingkungan NTB akan selalu aman dan nyaman bagi dunia investasi.

Pemerintah lanjutnya, akan menggelar karpet merah untuk menyambut masuknya investor di NTB. Selain itu pemerintah juga akan membantu dan mempermudah semua proses pengurusan izin dalam melakukan investasi. Namun, tentunya investor yang betul-betul memiliki keseriusan bukan investor yang abal-abal.

Ke depan kata Doktor Zul, pemerintah akan terus menginventarisir potensi-potensi investasi di NTB. Untuk kemudian ditindak lanjuti dengan penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) handal bidang pertambangan. Sehingga dalam semua proses dari operasi tambang, masyakat NTB menjadi bagian, dengan demikian masyarakat lokal tidak lagi menjadi penonton di tanah sendiri.

Karena itu, Doktor Zul menghimbau semua investor, jika memiliki masalah dan kendala di lapangan, untuk selalu mengkomunikasikan dengan pemerintah. Dengan demikian pemerintah akan mencari solusi pemecahan masalah yang ada di tingkat masyarakat.

"Jika ada masalah atau kendala, dikomunikasikan, sehingga kita bisa kondisikan dengan masyakat," imbuhnya.

Pemerhati Masalah Ekonomi NTB, Dr. M. Firmansyah menyatakan setuju dengan gagasan Gubernur NTB bahwa membangun tambang itu tidak boleh hanya memikirkan tambang itu sendiri. Namun juga harus memikirkan masyarakat di sekitar tambang itu. 

“Saya sependepat dengan pak Gubernur, kita tidak bisa berpikir ansih bahwa ketika membangun tambang hanya memikirkan tambang saja. Berapa radius dari pengaruh tambang itu harus dipikirkan,” Ungkapnya. 

Karena itu katanya, perlu dibuatkan blueprint atau masterplan tentang kontribusi lain dari kehadiran tambang itu, baik kontribusi langsung maupun tidak langsung. Yaitu kontribusi langsung yang ia maksud berupa masyarakat bisa langsung bekerja di perusahan tambang yang ada. Sementara kontribusi tidak langsungnya berupa pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas. 

Hal lain yang tidak kalah pentingnya kata Doktor Firman adalah para pengusaha tambang harus mulai memikirkan bahwa ke depannya tidak ada lagi pemutusan hubungan kerja secara mutlak.

“Mulai dari sekarang, karyawan itu mulai dilatih untuk menyiapkan diri menjadi enterpreunership. Jadi, ketika nantinya ada persoalan, tambang sudah tidak ada, mereka sudah bisa membangun sendiri kehidupan ekonominya,” jelas Dosen Unram itu.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, M. Husni, Kepala BI NTB Achris Sarwani, Kepala BPS NTB Suntono, SE, M.Si, Kadis LHK Ir. Madani Mukarom, B.Sc.F, Kepala DPM-PTSP NTB, Drs. H. Lalu Gita Aryadi., M.Si, President Direktur PT. AMNT, Rachmat Makkasau, Presdir Indotan, Wawa Jaka Sungkawa Pimpinan PT Sumbawa Timur Mining. (LNG04)