Tampilkan postingan dengan label Sumbawa Kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumbawa Kita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 April 2017

Rangkain Tambora, Seminar kepariwisataan di atas kapal perang.

Sumbawa,lGeoNews. Seminar kepariwisataan  pengembangan kawasan Sangiang, Komodo, Sape (SAKOSA) digelar di atas kapal perang, KRI Teluk Mandar. Seminar pada Sabtu (8/4) itu bertema Pengembangan Industri Kreatif Guna Mempercepat Pertumbuhan Industri Pariwisata di Pulau Sumbawa.

Seminar SAKOSA yang dibuka Wakil Gubernur (Wagub) NTB H. Muh. Amin, SH, M.Si, itu dihadiri Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, Wakil Bupati Bima H. Dahlan M. Noer dan Kadis Pariwisata NTB Lalu Moh. Fauzal.

Dalam sambutannya, Faozal mengatakan, seminar tersebut menjadi langkah kedepan Utk mendesain bersama  kawasan tersebut sebagai kawasan destinasi yang mempunyai potensi yang luar biasa untuk pengembangan pariwisata dan bisnis. 

" kita berharap kawasan ini bisa di kembangkan sebagai pintu masuk wilayah timur Nusa tenggara barat" tuturny

Sementara itu, Bupati Bima. Mengapresiasi atas terobosan PKK dan dinas terkait atas kerjasamanya dalam meningkatkan nilai produk UMKM yang ada. Indah menambahkan hampir semua produk yang disajikan sudah memiliki brand dan packing yang menarik. 

 " Alhamdulillah produk2 yang disajikan sudah lebih menarik, namun perlu untuk di tingkatkan dan terus dikembangkan" tuturny.


Selain itu, Wakil gubernur Nusa Tenggara Barat. H. Muhammad amin dalam sambutannya mengatakan, dengan melihat respon dari Bima , amin menyarankan kegiatan tersebut bukan hanya momentum Tambora dan serial saat, akan tetapi dpt menjadi peluang UMKM atau pelaku industri lainya untuk memaksimalkan potensi yang ada. Menurutnya UMKM perlu pembinaan dan pendampingan hingga pemasaran.

 " Momentum ini dimanfaatkan Utk menumbuhkan kreatifitas dan inovasi  lokal dengan potensi yang dimiliki untuk terus dikembangkan" jelasnya 

Karena itu, amin berharap pemerintah daerah dan pemerintah kabupaten kota mendukung secara maksimal kegiatan tersebut

Dengan potensi bahari yang dimiliki pulau sumbawa , teluk saleh memiliki potensi sekitar 11 triliun ,  mengalahkan sektor pertambangan, sehingga  bila di Explore bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat pulau Sumbawa pada umumnya.(Abd).

Selasa, 14 Februari 2017

Lounching Calender Of Event 2017 Lombok Sumbawa di Jakarta


Mataram.lGeoNews. Launching calender of event 2017 Lombok Sumbawa di Jakarta (15/12) menjadi pertanda, gong promosi Pariwisata NTB tahun 2017 dimulai. Launching calender of event ini dilakukan lebih awal agar pelaku industri Pariwisata NTB lebih siap menghadapi kunjungan wisatawan di awal tahun 2017.

Di gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata RI, peluncuran kalender kegiatan Pariwisata Lombok Sumbawa ditandai dengan pemukulan gendang beleq oleh Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kemenpar RI, Esty Retno Astuti, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, Lalu Moh Faozal dan pelaku Pariwisata NTB. Launching ini juga menjadi simbol dimulainya kerja keras Pemerintah dan asosiasi Pariwisata untuk mengejar target kunjungan wisatawan ke NTB mencapai 4 juta wisatawan tahun 2018 mendatang. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Paeiwisata NTB, Lalu Moh Faozal dalam sambutannya menyampaikan, tahun 2017 Lombok Sumbawa lebih siap menyambut wisatawan yang akan datang ke Lombok. Kesiapan NTB ini menyusul semakin lengkapnya sarana dannprasaran pendukung serta infrastruktur di tanah bumi gora. Di antaranya ketersediaan kamar hotel mencapai 12.800 kamar dari hotel bintang 5, bintang 4 dan melati. 

"Tahun ini saja, tingkat okupansi hotel di Lombok Sumbawa mencapai 75 persen. Target 3 juta wisatawan yang ditetapkan Pemerintah pusat, insayaAllah sampai akhir tahun ini bisa tergapai. Bahkan bisa melampaui," terang Faozal optimis.

Target kunjungan wisatawan hingga tahun 2018, lanjut Faozal, untuk Lombok Sumbawa kini ditingkatkan menjadi 4 juta kunjungan. Target ini menjadi daya dorong teman-teman pelaku Pariwisata lebih aktif menata pasar potensial yang sudah ada. Dengan terus meningkatnya kunjungan wisatawan ke Lombok Sumbawa, Faozal berharap Lombok bisa menjadi destinasi yang unggul di Idonesia dan dunia.

Semangat dan kerja keras Pemerintah NTB, dalam usaha meningkatkan kunjungan wisatawan ini, mendapat apresiasi tinggi dari Kementerian Pariwiasata. Seperti yang diungkapkan Deputi Pengembangan Pasar Nusantara, Esti Retno Astuti, bahwa komitmen NTB mengembangkan Pariwisata dengan target kunjungan 4 juta wisatawan tahun 2018, terlihat dari launching calender of event yang dilakukan malam ini. Sedikitnya ada 28 event Pariwisata yang siap digelar tahun depan sebagai daya tarik kunjungan wisatawan ke Lombok Sumbawa. 

"Namun, yang lebih penting ada tiga hal yang masih perlu mendapat perhatian Pemerintah daerah untuk menunjang Pariwisata di daerah. Yaitu, aksesibilitas, amenitas dan atraksi," jelasnya.

Keimananan, lanjut Esty, juga menjadi sangat penting diperhatikan. Selebihnya, hal-hal yang menyangkut kesehatan lingkungan, bandara dan kesiapan teknologi (IT) penting diperhatikan. Karena dari assessment kementrian Pariwisata belum lama ini, NTB masih sangat lemah di tiga bidang itu.

Secara terpisah, Ketua BPPD NTB, Affan Ahmad, menyampaikan untuk memenuhi target kunjungan 4 juta wisatawan, Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB, sudah mengawali promosi ke 3 negara di penghujung tahun 2016 (Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura. "Saat ini kami lanjutkan ihktiar kami berpromosi ke lima kota di dalam negeri.

 "Kami sudah mulai dari hari ini di Jakarta, melakukan table top, jualan paket. Selanjutkan dilanjutkan ke empat kota lain di Bandung, Semarang, Solo dan Jogjakarta. Ini bagian dari ihktiar kami mengejar target kunjungan wisatawan hingga 4 juta tahun 2018 mendatang," pungkas Affan (ft).

Kamis, 09 Februari 2017

Ribuan Rumah di Sumbawa Terendam Banjir,Satu Warga Hanyut Terbawa Air Bah


Sumbawa,lGeoNews. Cuaca Buruk yang melanda Kabupaten Sumbawa dalam dua hari terakhir, mengakibatkan sejumlah wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Sumbawa diterjang banjir, seperti yang terjadi pada Rabu (8/2/17) sekitar pukul 09.00 Wita, dimana banjir kembali menerjang Kecamatan Empang dan Tarano.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa Zainal Abidin yang dihubungi dari Mataram, Rabu (8/2) malam, menyebutkan daerah yang dilanda banjir, yakni Kecamatan Sumbawa, Labuan Badas, Empang dan Tarano.

“Ketinggian air yang merendam rumah warga mencapai satu meter,” katanya.

Jumlah warga yang terdampak banjir akibat meluapnya air sungai pada saat hujan deras mencapai 5.823 kepala keluarga (kk) atau 22.701 jiwa. Warga yang terdampak banjir tersebar di Kecamatan Empang 1.085 kk atau 4.340 jiwa, Kecamatan Tarano 1.812 kk atau 7.248 jiwa, selebihnya tersebar di Kecamatan Sumbawa dan Labuhan Badas, sebanyak 11.113 jiwa atau 2.926 kk.

Zainal mengatakan, sebagian rumah yang tergenang air adalah rumah panggung sehingga menjadi tempat mengungsi bagi warga yang rumahnya permanen dan terendam air setinggi satu meter.

Menurut dia, air yang menggenangi ribuan rumah warga di Kecamatan Empang dan Tarano, diperparah dengan air laut pasang sehingga banjir sulit surut.

“Hingga malam ini ketinggian air di Empang dan Tarano, masih mencapai lutut orang dewasa. Kalau di Kecamatan Sumbawa dan Labuan Badas, sudah surut,” ujarnya.

Sementara itu,Danramil Empang Kapten Inf. Triono Budi Wasito, yang ikut terjun mengevakuasi warga yang terkena banjir, sempat menyelamatkan warga Labuhan Bontong,bernama Rivaldi (19) yang sedang mandi dan hanyut. Kini yang bersangkutan sudah dibawa ke Puskesmas Empang untuk mendapatkan perawatan medis.

“Dia hanyut dibawa air karena dia tadi mandi. Kita selamatkan tadi dan sudah dibawa ke Puskesmas Empang,” ungkapnya.


BPBD Provinsi NTB sudah mengirimkan satu truk bantuan bahan makanan berupa mi instan dan air minum dalam kemasan. Bantuan tersebut sudah didistribusikan kepada warga terdampak banjir di empat kecamatan. (mr)

Senin, 30 Januari 2017

Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Sumbawa


Mataram,lGeoNews. Belum lepas dari ingatan beberapa bulan lalu kota Bima ditimpa musibah banjir bandang, kini gilaran Sumbawa yang mengalami tumpahan air bah. Kepala BPBD NTB, Muhammada Rum menyampaikan bahwa banjir terjadi pada minggu,29 Januari 2017dan terdapat 3 kecamatan yang terkena dampaknya.

" Ada tiga kecamatan di Sumbawa yang mengalami musibah banjir diantaranya kecamatan Sumbawa, Labuhan Badas,dan Untir Lwis yang diakibatkan oleh tingginya intensitas hujan yang terjadi sejak pukul 15.00 WITA," ungkapnya.

Ketinggian air yang merendam tiga lecamatan tersebut mencapai 50-75 centimeter. Hingga malamnya hujan masih mengguyur wilayah Sumbawa. Sementara untuk wilayah Labuhan Badas sebagian masyarakatnya memilih untuk mengungsi. 

"Sekitar 80 jiwa warga Labuhan Badas memilih mengungsi di masjid Al-Falah dan 30 lainnya di Masjid Kompi sehingga totalnya menjadi 110 jiwa yang mengungsi," tambahnya.

Sejumlah bantuan dilanjut Rum telah diberikan oleh BPBD Provinsi NTB kepada BPBD Kabupaten Sumbawa dan langsung diantarkan oleh tim BPBD Provinsi NTB.

"Beberapa bantuan yang telah dikirimkan  diantaranya terdiri dari paket tambahan gizi sebanyak 60 paket,lauk pauk 120 paket,50 paket Family kit, matras 30 lembar, terpal 10 lembar, pakaian anak-anak 26 paket,15 paket sandang,"pungkasnya.(ft)

Senin, 02 Januari 2017

Pesona Pantai Maluk Sumbawa


Mataram,lGeoNews. Menjelang sore dipantai Maluk Sumbawa, kian mempesona bagi pengunjungnya, seruput air kelapa muda, sepiring pisang goreng, menambah asri santai hari itu. Pantai yang terletak di desa Maluk, kecamatan Maluk Kabupaten Sumbawa tersebut, berada sekitar 500 meter dari terminal Benete Newmont Nusa Tenggara yang sekarang menjadi PT. Amman Mineral Nusa Tenggara AMNT. Pantai tersebut merupakan salah satu dari sekian destinasi wisata yang bisa jadi pilihan untuk dikunjungi.

Setiap hari ada saja yang datang, apalagi akhir pekan, sabtu dan minggu, menjadi tempat liburan yang menyenangkan. Disana banyak rombongan keluarga yang menghabiskan waktunya untuk menikmati pesona pantai maluk, dengan berenang dan menikmati sajian kuliner yang berada disekitarnya.

Namun bagi sebagaian pengunjung dari wisatawan mancanegara, Maluk mejadi pilihan untuk surving, karena ombak lapisan pertama yang berada jauh dari pelataran pantai cukup besar dan menantang.

Sementara bagi para pengunjung, yang hanya sekedar melepas penat dipantai maluk, dapat  menikmati beragam kuliner yang tersedia, mulai dari kuliner tradisional Sumbawa (sepat,singang) hingga kuliner pada umumnya, di stand stand pilihan, seperti stand Nusantara, Balik Papan, Maluk Sedap, stand Jakarta dll.


Ikan laut bakar dengan sajian sepat, menggugah selera makan yang luar biasa. Dian salah satu pengunjung mengatakan, hampir setiap minggu ia menikmati kuliner tersebuat" disini ikan bakarnya enak , karena banyak pilihan dan ada masakan khas Sumbawa juga, terus minumnya nikmat kalau pake kelapa muda' ungkapnya.



Nah. Kuliner dan suasana tadi masih bisa anda dapatkan dipantai Maluk. Walaupun hingga saat ini talut pemecah ombak hancur diterjang gelombang dan belum ada perbaikan dari pengelola dan pemerintah daerah Kabupaten Sumbawa.
(OMS)

Jumat, 30 Desember 2016

Pemulihan Listrik Bima,PLN perbaiki tiang roboh


Mataram,lGeoNews. Fokus pulihkan listrik Bima, PLN perbaiki tiang yang rubuh akibat banjir bandang yang terjadi Rabu (21/12) dan Jumat (23/12).

Salah satu lokasi banjir terparah yaitu di Kelurahan Lampe, Kota Bima. Derasnya banjir yang berasal dari Sungai Lampe menghanyutkan tiang Jaringan Tegangan Menengah (JTM) yang berada di sisi sungai dan jembatan yang menghubungkan Kota Bima dengan Sape.

"JTM ini menghubungkan aliran dari Bima menuju Sape, jadi sangat penting untuk keandalan listrik di Bima dan Sape. Kami usahakan JTM ini bisa selesai hari ini juga, mudah-mudahan tidak hujan." kata General Manager PLN Wilayah NTB, Karyawan Aji.

Putusnya jembatan di Desa Dodu menyebabkan akses ke lokasi rubuhnya tiang menjadi sulit. PLN harus memutar sejauh 5 kilometer.Saat ini kondisi listrik di Sape pada siang hari dalam keadaan normal, sementara pada malam hari kemampuan daya mengalami defisit sebesar 3 MW. 

"Jika JTM yang menghubungkan Bima-Sape bisa beroperasi maka listrik dari PLTD Bima dapat dialirkan hingga Sape, sehingga kebutuhan daya di Sape pada malam hari dapat terpenuhi." tambah Aji.

Secara keseluruhan sistem kelistrikan Bima hampir normal. Saat ini, pada siang hari total daya yang dialirkan oleh PLN mencapai 20 MW. Sementara pada keadaan normal, beban puncak Sistem Bima sebesar 28 MW. Selain perbaikan JTM, PLN juga masih berupaya menormalkan gardu-gardu listrik yang terendam banjir.

Dengan penambahan 80 personil teknisi dari Mataram, Sumbawa, Bali, dan Jawa Timur, PLN berharap pemulihan listrik di Bima dapat lebih cepat.

Minggu, 25 Desember 2016

Ratusan Fotografer dan Model Galang Sumbangan untuk Bima


Mataram,lGeoNews. Bencana banjir yang meluluh lantakkan Kota Bima Provinsi Nusa Tenggara, membuat ratusan Photografer dan Model Se Lombok prihatin. Untuk membantu ribuan korban banjir yang tersebar di beberapa tempat pengungsian, para photographer dan model berinisiatif melakukan aksi penggalangan dana yang di kemas dalam bentuk Hunting Bareng.

Ada beberapa kota di Lombok yang menggelar aksi sosial tersebut, yakni di Lombok Timur, Lombok Tengah dan Kota Mataram.

Ratusan Photografer dan Model Se Pulau Lombok menggelar Hunting Bareng di Gelanggang Pemuda Nusa Tenggara Barat yang melibatkan 10 orang model sebagai daya tarik bagi para photografer untuk di jepret. Mereka tergerak menyumbangkan sebagian isi dompetnya untuk disumbangkan kepada para korban banjir banding di Kota Bima dan Kabupaten Bima.

Para photografer sangat antusias atas aksi penggalangan dana itu. Mereka menyisihkan uang mereka dan dimasukkan ke boks kardus yang dibawa para peserta aksi. Dari kegiatan tersebut terkumpul dana Rp.10.218.000.


Antusias dan semangat para modelpun yang menjadi model di aksi itu tanpa canggung berpose di hadapan photographer yang mengabadikan moment mereka. Tanpa beban, mereka terus memberikan pose pose terbaik mereka.

“Iya kami sangat bersemangat mengikuti kegiatan ini,karena di samping hoby saya sebagai model, saya juga bisa menyumbang untuk saudara saudara kami yang tertimpa musibah di Bima”, ungkap Aulya.

Ketua panitia penggalangan dana Hunting Foto Model, Alok mengatakan acara ini berangkat dari keprihatian para anggota komunitasnya atas bencana yang menimpa Kota Bima. Walaupun persiapan aksi penggalangan dana  hanya dua hari, namun Hunting Bareng ini dapat terlaksana dengan baik, terlihat dari besaran dana yang telah terkumpul.

“Meski persiapan aksi hanya dua hari, tapi ratusan para fotografer dari seluruh daerah di pulau Lombok hadir sebagai rasa keprihatinan dan keperduliannya dengan menyumbang,” katanya pada Minggu (25/12) 2016.

Nantinya sumbangan akan kami salurkan langsung kepada para pengungsi di Kota Bima dan Kabupaten Bima. Mereka yang berangkat, juga akan turut serta sebagai relawan yang akan membantu pendistribusian sandang dan pangan ke posko–posko pengungsian yang terdampak banjir.

Rabu, 21 Desember 2016

Banjir Bandang, Separuh Kota Bima Rata Dengan Air


Mataram,lGeoNews.  Sekitar pukul 14.00 wita banjir bandang menerjang ribuan rumah warga di Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu (21/12). Hampir seluruh Kota dikepung banjir. Ketinggian air mencapai hingga dua meter di wilayah Lewirato, Sadia, Jati Wangi, Melayu, dan Pena Na'e. Warga yang terdampak saat ini sedang menyelamatkan diri ke tempat-tempat yang lebih aman. Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Muhammad Rum mengatakan banjir bandang yang melanda Kota Bima itu terjadi sejak pukul 14.00 WITA.

“Hujan deras yang mengguyur Kota Bima sejak pagi mengakibatkan banjir bandang, hampir seluruh Kota Bima dikepung banjir," tegasnya.

Menurut  Muhammad Rum, banjir bandang yang menerjang Kota Bima mengakibatkan  ribuan rumah terendam. Sehingga ribuan warga menyelamatkan diri ke tempat-tempat yang lebih aman.
"Kami masih melakukan pendataan  jumlah pasti rumah yang terendam. Di perkirakan jumlah rumah yang terendam mencapai ribuan," ujarnya.
Saat Pihak Pemerintah di bantu TNI ,POLRI, MDMC, dan sejumlah relawan lain masih berupaya melakukan evakuasi dan memberikan pengobatan bagi warga yang mengalami luka-luka. Tahanan LP kota Bima juga turut dievakuasi.

Untuk membantu warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB  telah menyiapkan sejumlah kebutuhan sementara. Seperti perahu evakuasi, tenda darurat, selimut, air bersih, makanan, obat-obatan, pakaian, dan lainnya.

Sementara di Kabupaten  Bima, dilaporkan di Desa Maria Utara 25 rumah rusak berat, di desa Kambilo 5 rumah hanyut dan 3 rusak sedang, di Paruga To'i 50 orang warga dievakuasi, dan 1 buah jembatan Provinsi terputus akibat banjir bandang tersebut, ribuan rumah terendam.


Kamis, 24 November 2016

Pulau Ular (Sangia)


Syafrudinmtop.net. Pulau Ular di bima ini memang dikenal karena banyak ularnya, Ular laut atau nama lain ular laut belcher (laticauda colubrina) adalah faint-banded sea snake, mereka memiliki temperamen yang sangat ringan dan jinak. Meskipun anda menyiksa mereka, ular ini tetap tidak akan menyerang. Benar-benar ular sabar dan jinak.

Namun, meskipun mereka dikenal karena sifat jinak dan penyabar, tetapi itu tidak berarti mereka tidak berbahaya. Hanya satu gigitan saja, racun mematikan milik ular ini dapat membunuh tiga ekor gajah asia yang paling besar dan mampu mencabut nyawa lima puluh orang manusia dewasa.


Jika anda berkunjung ke pulau Ular wera di Bima ini, harus di temani oleh guide atau warga setempat, karena menurut kepercayaan di sana, ular yang berada di pulau ini harus di pegang dulu oleh warga setempat agar jinak dan baru bisa di pegang oleh pendatang atau turis

Kamis, 13 Oktober 2016

Pulau Kenawa, Gerbang Surga Wisata Sumbawa

Pulau Kenawa
Pulau Kenawa adalah satu dari sekitar 8 pulau kecil yang berada tepat dekat dengan pelabuhan penyebrangan Poto Tano, Sumbawa barat, NTB. Poto tano merupakan pelabuhan yang menghubungkan daerah ini dengan Pelabuhan Kayangan di Pulau Lombok. Jika dari Mataram, Lombok, perjalanan menuju Pulau Kenawa dimulai dengan menempuh perjalanan darat dari Mataram menuju ke Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur yang bisa memakan waktu sekitar 3 jam dengan kendaraan bermotor. Kemudian sampai di Pelabuhan Kayangan, selanjutnya adalah melakukan perjalanan dengan menggunakan kapal feri menuju Pelabuhan Poto Tano yang berada di Sumbawa Barat dalam waktu tempuh sekitar 1-2 jam. Seperti yang di kutip dari Halo Lombokku.

Untuk menjangkau Pulau Kenawa wisatawan harus berjalan beberapa menit dari Pelabuhan Poto Tano menuju ke pelabuhan kecil dekat pemukiman warga yang menuju ke Pulau Kenawa. Dari pelabuhan kecil ini wisatawan akan dibawa ke Pulau Kenawa dengan menggunakan kapal nelayan.

Untuk menyeberang ke Pulau Kenawa wisatawan perlu membayar sewa kapal nelayan sebesar 300.000 – 400.000 rupiah untuk perjalanan pulang pergi untuk maksimal 10 orang, sementara jika ingin menggunakan boat, wisatawan perlu merogoh kocek tentu lebih banyak lagi.

Dalam perjalanan menuju Pulau Kenawa wisatawan bisa menikmati pemandangan memesona gugusan pulau-pulau kecil yang dapat menemani 25 menit perjalanan menuju Pulau Kenawa. Sesampainya di Pulau Kenawa, hal pertama yang menyambut kedatangan kita di pulau ini adalah jernihnya air pantai yang seakan menggoda wisatawan untuk menyelaminya.

Suasana tenang dengan suara angin yang meniup hijaunya padang rumput yang terhampar seluas mata memandang. Beberapa suara pengunjung bersendau gurau menikmati sajian alam yang begitu elok nan mempesona, sejenak mengingatkan kita akan betapa maha seni tuhan menciptakan surga di pulau Sumbawa ini.

Namun, meskipun begitu indah, masih saja terdapat masalah, yaitu soal kurangnya kesadaran wisatawan akan kebersihan. Hal ini membuat tidak sedikit sampah yang berserakan. Sampah memang menjadi masalah klasik yang kerap kali ditemukan. Ironis rasanya, melihat tempat yang indah harus tercemar akibat sampah.


Lebih jauh menjelajahi pulau seluas 13,8 hektare ini, pengunjung disuguhkan dengan perpaduan alam perbukitan, hamparan padang savana, serta birunya pantai yang membentang, menjadikan alam Pulau Kenawa begitu indah dan mengesankan. Para wisatawan yang berkunjung ke pulau ini biasanya menghabiskan waktunya untuk berenang di pantai, snorkeling, beristirahat sejenak di sejumlah berugak, bahkan tak jarang juga ada yang berkemah di sela-sela padang rumput .

(Fotografer: Papudaengoyang)