Kamis, 13 Juni 2019

Pra TMMD Ke-105, Dandim Lotim Letakan Batu Pertama Pembangunan rumah RTLH



Lombok Timur - Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 105 tahun 2019 di wilayah Kabupaten Lombok Timur pada bulan Juli mendatang diawali dengan kegiatan pra TMMD selama 17 hari kedepan. 

Hari ini, Kamis (13/6) Dandim 1615/Lotim Letnan Kolonel Inf Agus Donny Prihanto, S.Sos., memulai kegiatan Pra TMMD dengan peletakan batu pertama pembangunan rumah milik sdr. Rohan di Dusun Gon Luek Desa Selebung Ketangga Kecamatan Keruak.

Peletakan batu pertama yang dihadiri Camat Keruak Komarudin, S.Sos., Pasiterdim 1615/Lotim Kapten Muslim, Muspika Keruak, Kepala Desa Selebung Ketangga Bagus Wicane dan anggota Koramil 1615-04/Keruak serta masyarakat setempat.

Seusai peletakan batu pertama di sasaran rumah tersebut, Dandim 1615/Lotim dalam sambutannya menyampaikan kegiatan Pra TMMD Ke-105 Kodim 1615/Lotim ini sebagai permulaan pelaksanaan TMMD pada Juli mendatang.

Adapun sasarannya, sambung Donny sapaan akrab Dandim Lotim, rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga di tiga lokasi yakni Desa Selebung Ketangga, Desa Sepit dan Desa Senyiur Kecamatan Keruak.

"Selama pra TMMD hingga pelaksanaannya nanti, kita akan membangun sekitar 100 rumah RTLH menjadi rumah layak huni, perehaban 3 buah Mushola dan pembangunan 2 buah Poskamling," papar Dandim.

Selain itu, Dandim Alumni Akmil 2001 ini juga meminta peran serta masyarakat untuk membantu bergotong royong sehingga seluruh sasaran fisik selesai tepat waktu dengan hasil yang memuaskan.

"Melalui tempat ini saya mengajak seluruh masyarakat di tiga desa yang menjadi sasaran kegiatan TMMD untuk bahu membahu bergotong royong bersama seluruh personel Satgas TMMD di 15 titik tersebar di tiga desa tersebut," tutupnya.

Penulis : Amrin

MotoGP Mandalika akan Dipromosikan di Paris

 
Pemerintah Provinsi NTB mengupayakan promosi MotoGP di berbagai belahan dunia, salah satunya MotoGp akan di promosikan di Paris (14/6).

Mataram - Kepastian digelarnya MotoGP Mandalika pada tahun 2021 mendatang telah melahirkan perlunya upaya promosi yang cukup mengena. Salah satunya, upaya promosi secara langsung ke penggemar MotoGP di berbagai belahan dunia. Prancis sebagai salah satu negara yang memiliki basis penggemar MotoGP akan menjadi sasaran promosi yang tepat.

Upaya inilah yang juga akan dilakukan saat Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj Sitti Rohmi Djalilah hadir dalam agenda The International Coordinating Council Of The Man, And The Biosphere Programme, UNESCO di Paris, 17 – 21 Juni 2019.

Menurut Kepala Biro Humas dan Protokoler Pemprov NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM, perhelatan MotoGP Mandalika 2021 sudah semakin dekat. Dalam perhelatan nanti, tentunya diharapkan akan hadir sebanyak mungkin penggemar MotoGP dari berbagai belahan dunia. Kehadiran mereka tentunya harus didorong melalui strategi promosi dan sosialiasi yang masif. Meski telah diumumkan secara resmi oleh pihak penyelenggara, namun upaya mendorong semakin banyaknya pihak yang hadir menyaksikan gelaran MotoGP di Kuta-Mandalika ini tentu harus tetap dilakukan.

Beberapa aspek penting memang sangat perlu disosialisasikan secara luas kepada publik di Prancis. Terutama, mengenai keindahan lokasi penyelenggaraan MotoGP Mandalika. MotoGP Mandalika tidak hanya menyajikan adu kecepatan para pembalap MotoGP. Pengunjungnya juga akan disuguhi keindahan alam Kuta-Mandalika yang eksotis. Mereka yang datang menyaksikan gelaran MotoGP juga tentunya bisa menambah pengalaman liburannya dengan berkeliling ke berbagai destinasi wisata di Lombok dan Sumbawa yang sangat beragam.

Satu hal lain yang juga penting untuk dikampanyekan adalah bahwa MotoGP Mandalika akan menjadi MotoGP yang bersejarah. Sebab, ini merupakan gelaran MotoGP pertama di dunia yang menggunakan sirkuit berkonsep jalan raya, atau street circuit.  Segala keunikan dan nilai tambah yang dimiliki MotoGP Mandalika tersebut, tentu saja akan sangat disayangkan jika tidak diketahui oleh warga dunia. 

Karena itulah, Wagub NTB bersama rombongan yang hadir dalam agenda di Paris, tersebut, akan memanfaatkannya sebagai ajang mempromosikan gawe besar ini. 

“Kita ingin mengabarkan kepada publik di Paris, Prancis, bahwa saat ini pariwisata NTB terus berbenah. Dan dalam waktu dekat, kita akan menjadi tuan rumah MotoGP 2021,” ujar Najamuddin.

Ia menambahkan, kemajuan pariwisata di NTB ini tentunya harus diketahui oleh sebanyak mungkin warga dunia. Sebab, semakin banyak yang mengetahui, akan semakin banyak pula yang hadir dalam agenda tersebut. Kehadiran banyak wisatawan ke daerah ini, pada gilirannya akan membawa banyak manfaat dan keuntungan ekonomis yang akan dinikmati oleh warga NTB. 

Penulis : Alfy

Wagub NTB akan Gelar Temu Bisnis dengan Travel Agent di Prancis

 
Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj Sitti Rohmi Djalilah bersama rombongan akan hadir memenuhi undangan selaku Wakil Pemprov NTB dalam agenda The International Coordinating Council Of The Man, And The Biosphere Programme, UNESCO di Paris, 17 – 21 Juni 2019. Dalam perhelatan tersebut, wilayah Samota (Saleh Moyo dan Tambora) akan ditunjuk sebagai salah satu cagar biosfer.

Mataram - Kepala Biro Humas dan Protokoler Pemprov NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM, menjelaskan, kesempatan untuk hadir di Prancis ini tidak disia-siakan oleh Wagub NTB. Di sela mengikuti perhelatan UNESCO tersebut, Wagub dan rombongan juga akan mengisinya dengan agenda temu bisnis atau bussiness meeting dengan agen perjalanan wisata atau travel agent di Prancis. Pertemuan ini akan difasilitasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Prancis. Temu bisnis dengan travel agent ini akan dimanfaatkan Wagub NTB untuk meyakinkan para pengelola jasa perjalanan wisata di Prancis. Bahwasanya, NTB siap menerima investasi dan wisatawan. Kesiapan ini dibuktikan dengan upaya Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota di NTB yang terus membenahi dan meningkatkan infrastruktur pendukung. Baik infrastruktur fisik maupun non-fisik.

“Kesempatan emas bertemu dengan para pengelola jasa perjalanan wisata di Prancis juga akan dimanfaatkan sebagai ajang mempromosikan NTB sebagai destinasi wisata yang komplet,” ujar Najamuddin. Seperti diketahui, NTB dengan dua pulau besar, Lombok dan Sumbawa, memiliki begitu banyak ragam destinasi wisata. Mulai dari destinasi wisata pantai, air terjun, pegunungan, olahraga, budaya dan kesenian yang begitu kaya. Sebagian destinasi mungkin telah cukup dikenal dan memiliki reputasi yang mendunia. Namun, masih banyak lagi destinasi lain di NTB yang perlu diperkenalkan kepada warga dunia.

“Melalui temu bisnis inilah, destinasi-destinasi di NTB ini akan diperkenalkan. Sehingga akan semakin banyak destinasi wisata di NTB yang akan memicu ketertarikan wisatawan dari Prancis dan negara-negara Eropa,” ujarnya.

Adanya interaksi secara langsung dengan para pengelola jasa perjalanan wisata ini diharapkan bisa menjadi langkah besar untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata NTB yang kini sedang bangkit pascabencana gempa bumi beberapa waktu lalu. Alasan lain dari digelarnya temu bisnis adalah menjajaki kemungkinan untuk mengekspor komoditas-komoditas unggulan di NTB ke Prancis. Upaya ini selaras dengan program penguatan industri lokal yang sedang digencarkan Pemprov NTB di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Upaya menguatkan industri lokal yang akan menghadirkan produk yang memiliki nilai tambah, tentunya harus diimbangi dengan upaya lain, yaitu membuka akses terhadap pasar yang akan menyerap produk tersebut.

Sistem perdagangan dunia yang terbuka saat ini membuka peluang bagi NTB untuk menjadi daerah yang mampu mengekspor produknya ke daerah atau negara lain. Hal inilah yang juga akan dijajaki dalam temu bisnis dengan para pelaku usaha di Prancis. “Dengan demikian, kita berharap supaya barang-barang asal NTB nantinya dapat diekspor juga ke Perancis,” pungkas Najamuddin.

Penulis : Alfy

PBB-UNESCO akan Resmikan Samota sebagai Cagar Biosfer

Wakil Gubernur NTB akan Hadiri agenda The Intertational Coordinating Council Of The Man, And The Bioesphere Programme, UNESCO di Paris (14/6).

Mataram - Wilayah Samota (Saleh Moyo dan Tambora) akan diresmikan sebagai salah satu cagar biosfer dan menjadi bagian dari jaringan dunia untuk Cagar Biosfer. Peresmian dilakukan dalam agenda The International Coordinating Council Of The Man, And The Biosphere Programme, UNESCO di Paris, 17 – 21 Juni 2019.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj Sitti Rohmi Djalilah bersama jajaran pejabat Pemprov NTB akan memenuhi undangan untuk menghadiri agenda tersebut. Kehadiran wakil Pemprov NTB di acara ini akan menjadi bukti komitmen dan apresiasi Pemprov NTB atas penetapan wilayah ini sebagai cagar biosfer.

“Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat Bersama dengan Pemerintah Kabupaten Dompu, Sumbawa dan Bima menyambut baik penghargaan dan amanah yang diberikan oleh PBB-UNESCO tersebut,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokoler Pemprov NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM.

Keberhasilan yang dicapai dalam mendorong penetapan Samota sebagai cagar biosfer ini merupakan buah dukungan beberapa pihak. Antara lain, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Komite Program Nasional MAB chapter Indonesia, jajaran Pemerintah Provinsi NTB, dan Pemkab Dompu, Bima, dan Sumbawa. Tidak lupa pula komunitas lokal dan berbagai elemen masyarakat dan individu di tiga wilayah tersebut.

Pemprov NTB memiliki sejumlah alasan untuk mendorong agar Samota dijadikan cagar biosfer. 

Pertama, karena Samota berada di antara bukit dan pegunungan yang di dalamnya terdapat berbagai flora dan fauna yang dilindungi. Selain itu, Samota juga merupakan lokasi dari Gunung Tambora yang diketahui pernah menjadi salah satu erupsi volcano terbesar dalam sejarah peradaban manusia.

Kedua, deklarasi Samota menjadi cagar biosfer diharapkan dapat memfasilitasi dan mempercepat pemerintah daerah dalam upaya mencapai SDGs di daerah masing-masing

Ketiga, dengan dideklarasikannya Samota sebagai cagar biosfer, akan memberikan manfaat kepada NTB dalam rangka melindungi sumber alam dan mempercepat kesejateraan ekonomi dan sosial di dalam provinsi tersebut

Keempat, Rinjani dan Samota akan menjadi tuan rumah 13rd South East Biosphere Reserve Network tahun depan. Ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi NTB dengan mendatangkan pengunjung dan juga upaya memperbaiki kondisi di daerah

Kelima, dengan dideklarasikannya Samota sebagai cagar biosfer, menjadi bukti dan komitmen Pemprov NTB mendukung pengembangan berkesinambungan.

Ada sejumlah manfaat yang bisa diperoleh dengan ditetapkannya Samota menjadi cagar biosfer dunia.

Pertama, hal ini akan memberikan kontribusi dalam rangka mewujudkan cita-cita konvensi keanekaragaman hayati. Kedua, akan menjadi media kerjasama antar pengelola cagar biosfer di seluruh dunia. Ketiga, dapat digunakan sebagai penelitian ilmiah, pemantauan global dan pelatihan pakar dari seluruh dunia.

Saat ini, terdapat sejumlah wilayah yang telah ditetapkan sebagai cagar biosfer di Indonesia. Wilayah itu antara lain, Gunung Leuser, Pulau Siberut, Lore Lindu, Pulau Komodo, Gunung Gede Pangrango, Tanjung Putting, Giam Siak, Taman Laut Wakatobi, Bromo-Semeru-Tengger-Arjuno, Taka Bonerate, Blambangan, Berbak Sembilang, Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu, Rinjani, Lore Rindu dan Samota. Dua wilayah terakhir akan dideklarasikan tahun 2019 di Paris. 

Penulis : Alfy

PB HMI: Banjir Konawe Utara Murni Praktek Korup Perizinan Bukan Ujian Allah SWT

Menyikapi pernyataan yang disampaikan oleh Gubernur Sulawesi Tenggara terkait banjir bandang  yang melanda Kabupaten Konawe Utara hingga menyebabkan 4.198 Jiwa mengungsi membuat Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) bidang Lingkungan Hidup meradang

Dalam Rilisnya (13/6), Ketua PB HMI Bidang Lingkungan Hidup, Gadri Attamimi mengatakan banjir yang terjadi di Konawe Utara murni akibat kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh aktifitas pertambangan dan perkebunan sawit pada wilayah tersebut. Menurutnya pernyataan Ali Mazi selaku Gubernur mengenai bencana banjir di Konut adalah ujian Allah SWT adalah kesesatan berpikir, baginya hal ini berbeda dengan pernyataan Wakil Gubernurnya Lukman Abunawas pada salah satu media online lokal (zonasultra.com) pada 11 Juni 2019 kemarin, yang menyebutkan kegiatan pertambangan dan kerusakan lingkungan menjadi penyebab banjir bandang yang melumpuhkan Kabupaten Konawe Utara.

“Banjir yang terjadi di Konawe Utara murni akibat kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh aktifitas pertambangan dan perkebunan sawit pada wilayah tersebut. Pernyataan Gubrnur Sultra mengenai bencana banjir di Konut adalah ujian Allah SWT adalah kesesatan berpikir, hal ini berbeda dengan pernyataan Wakil Gubernurnya Lukman Abunawas pada salah satu media online lokal yang menyebutkan kegiatan pertambangan dan kerusakan lingkungan adalah penyebab banjir bandang yang melumpuhkan Kabupaten Konawe Utara”, Ujarnya

Bagi Gadri banjir yang terjadi di Konawe Utara itu adalah akibat praktek korup perizinan yang dilakukan oleh elit politik lokal di Konawe Utara, hal ini terbukti dengan mantan Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman yang menjadi tersangka akibat suap Rp 13 Milyar untuk memuluskan izin sejumlah perusahaan pertambangan, akibat dari hal tersebut Negara mengalami kerugian sebesar Rp 2,7 triliun.

“Musibah saat ini adalah akibat praktek korup perizinan yang dilakukan oleh elit politik lokal di Konawe Utara terdahulu, hal ini terbukti dengan mantan Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman yang menjadi tersangka akibat suap Rp 13 Milyar untuk memuluskan izin sejumlah perusahaan pertambangan, akibat dari hal tersebut Negara mengalami kerugian sebesar Rp 2,7 triliun”, Tegasnya

Kabid LH PB HMI itu mengatakan Allah telah menuliskannya juga dalam Al Qur’an surat Ar-Rum (30:41) tentang kerusakan dimuka bumi ini akibat perilaku manusia “bahwa telah Nampak kerusakan di darat dan di lautan akibat perbuatan tangan (maksiat) manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.

“Allah telah menuliskan dalam Al Qur’an pada surat Ar-Rum Ayat 41, jelas dan terang ini adalah kelalaian manusia”, tambahnya

Baginya Gubernur Ali Mazi seharusnya memerintahkan seluruh stakeholder terkait di pemerintahannya untuk bersama-sama elemen masyarakat saling membantu dalam menangani kerusakan lingkungan akibat aktifitas pertambangan dan sawit yang ada di konawe utara.

“Melalui perda perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup nomor 14 tahun 2013 yang dikeluarkan telah diamanahkan kepada Gubernur Sulawesi Tenggara untuk mengembalikan fungsi lingkungan hidup serta mencegah terjadinya pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup. Meminjam kalimat dari Dr. Sofyan Sjaf kepala PSP3 IPB bahwa “narasi kesadaran kritis banjir Konawe Utara perlu dibangun bersama” Tutup Gadri.

H. Jarot : Ada Dukungan Masyarakat Begitu Kuat, Bukan Dari Perusahaan AMNT

Menajer exsternal PT. AMNT saat jumpa bersama awak media di salah satu rumah makan yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat menjelaskan bahwa pihaknya mengaku sudah ada dukungan yang begitu kuat dari masyarakat Sumbawa sendiri.
Sumbawa Barat - Desas desus terkait pencalon H. Syarafudin Jarot untuk maju di pemilihan kepala daerah pada tahun 2020 di Kabupaten Sumbawa kini sudah terjawab.

Menajer exsternal PT. AMNT saat jumpa bersama awak media di salah satu rumah makan yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat menjelaskan bahwa pihaknya mengaku sudah ada dukungan yang begitu kuat dari masyarakat Sumbawa sendiri.

"Langkah ini saya akan ikhtiarkan bersama masyarakat Sumbawa dan pertemuan dengan beberapa pihak sudah mulai saya lakukan," jelas H. Jarot.

Ia juga menjelaskan walaupun saya saat ini adalah karyawan AMNT, namun saya tidak akan melibatkan perusahaan dalam mendukung untuk maju dalam pilkada di Kabupaten Sumbawa tahun 2020 mendatang.

"Saya mohon do,a restunya semua semua pihak terutama masyarakat Sumbawa, In syah Allah saya akan ikhtiarkan itu dengan baik," tutupnya. (Ibrahim)

Program PT. AMNT 2019 Berjalan Sukses, Ini Berkat Dukungan Semuanya




Sumbawa Barat - Perusahaan tambang emas dan tembaga Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) mengadakan halal bihalal dan silaturahmi dengan awak media cetak dan online yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat, pada Kamis, (13/6).

Dalam kesempatan itu hadir menajer exsternal PT. AMNT H. Syarafudin Jarot yang menyampaikan bahwa pertemuannya kali ini dengan awak media ini untuk menyambung silaturahmi dan halal bihalal.

"Alhamdulillah program PT. AMNT di tahun 2019 semuanya berjalan sukses, berkat dukungan semua pihak termasuk rekan media," jelas H. Jarot.

Hadir juga dalam acara halal bihalal tersebut Anita Alvianty selaku manager corporait comunicasion PT. AMNT dalam sambutannya menjelaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengarahkan karyawan ke salah satu pihak dalam Pilkada.

"Tidak ada dari perusahaan yang mengarahkan karyawannya ke salah satu pihak. Kami tetap dalam posisi Netral," ucapnya.

Sambung H. Jarot menuturkan bahwa Perusahaan AMNT saat ini sedang tahap eksplorasi di blok Elang Kabupaten Sumbawa. Untuk status blok elang masih sama, perusahaan sudah menyiapkan 5 mesin bor untuk beroperasi di sana. (Ibrahim)