Minggu, 23 Juni 2019

JOIN :Tak Ada Kamus Damai Bagi Kekerasan Terhadap Jurnalis

 Peristiwa pelemparan kendaraan milik salah-satu wartawan di Luwu Raya, Haerul Tungga, disesalkan Kepala Desa (Kades) Pompengan Tengah, Kabupaten Luwu, Rustan. 

WALMAS  - insiden seperti itu seharusnya tidak dilakukan karena dapat menciderai demokrasi, khususnya kebebasan pers. 

"Saya atas nama pemerintah dan masyarakat Desa Pompengan Tengah,  sangat menyesalkan adanya pelemparan terhadap kendaraan milik wartawan, saudara Haerul Tungga, mudah-mudahan kejadian seperti itu tidak terjadi dan menimpa rekan-rekan wartawan lainnya," harap Rustan. 

Selaku kades, Ia mengaku tidak sependapat dengan adanya tindakan-tindakan yang menghalangi wartawan melaksanakan tugas jurnalistiknya. 

"Selama ini, Pemerintah Desa Pompengan Tengah selalu berupaya bermitra dengan teman-teman wartawan. Saya paham, bahwa profesi wartawan sangat mulia. Untuk itu, kami turut menyayangkan adanya insiden tersebut," tandas Rustan. 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Sulsel, Rifai Manangkasi berharap Kades Pompengan jangan hanya mengumbar keprihatinan yang tidak dibutuhkan.

"Pada proses hukum selanjutnya, sebaiknya Kades tersebut berperan aktif mendorong adik angkatnya yang diduga salah satu pelaku menyerahkan diri dan bertanggungjawab," ujar mantan Dewan Kehormatan PWI Sulsel.

Diakui Rifai, telah berkomunikasi dengan korban Haerul Tungga dan sepakat tak akan memberi maaf kepada pelaku kekerasan terhadap jurnalis," jelas Rifai.

Dihadapan sejumlah jurnalis, mantan Wakil Rektor salah satu PTS di Makassar berharap agar kasus ini sampai ke meja hijau.

"Tak boleh kekerasan verbal hanya ditebus dengan permintaan maaf apalagi hanya memgumbar simpati dengan pernyataan keprihatinan," tegas Rifai lagi.

Penulis : Amrin

Kasiter Korem 162/WB Tutup Persami Pramuka SWK Tahun 2019

Kasiter Korem 162/WB Letnan Kolonel Arh Budiono selaku pembina dan penanggung jawab Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) Pramuka Saka Wira Kartika sore tadi menutup kegiatan Persami 

Lombok Barat - Penutupan Persami dilaksanakan dengan membacakan amanat Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., di Bumi Perkemahan Karang Bayan Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat, Minggu (23/6).

Dalam amanatnya, Danrem 162/WB menyampaikan pelaksanaan Persami Saka Wira Kartika Pramuka selama dua hari ini dengan berbagai macam kegiatan telah kalian laksanakan dengan baik, tentunya tidak terlepas dari kesungguhan dan kedisiplinan para peserta dan rasa tanggung jawab para pembina, pembimbing dan instruktur kalian.

Dengan berakhirnya kegiatan Persami ini, lanjut Danrem, diharapkan dapat memperkokoh kebersamaan, persatuan dan kesatuan diantara peserta, meningkatkan kemampuan dan keterampilan Kepramukaan serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya hak dan kewajiban bela negara sesuai amanah Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 maupun kepedulian terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

"Apa yang kalian peroleh dan pelajari serta pengalaman selama mengikuti perkemahan ini, harus dijadikan pedoman dan dikembangkan di lingkungan masing-masing. Jadilah kader-kader Pramuka yang berkualitas dan menjadi contoh dan teladan bagi teman-teman kalian, baik dalam melakukan kegiatan Pramuka maupun dalam meraih prestasi belajar di sekolah," pungkasnya.

Beberapa kegiatan yang diberikan dan dilatihkan oleh pembina maupun kakak pembina antara lain latihan senam pagi, dasar-dasar bela diri Yongmodoo, wawasan kebangsaan, Navigasi Darat, Mountenering dan pembersihan daerah latihan dengan harapan terjaganya kelestarian lingkungan pasca latihan.

Acara penutupan Persami Pramuka Saka Wira Kartika (SWK) yang dihadiri Dan/Ka Satdisjan, Pasiter Kodim 1606/Lobar, Kasek SMKN 10 Mataram, seluruh pembina, pelatih dan para pendukung diakhiri dengan pembagian hadiah lomba pentas seni antar SWK yang diraih oleh SWK Kodim 1608/Bima keluar sebagai juara I, juara II diraih SWK Kodim 1607/Sumbawa dan SWK Kodim 1615/Lotim keluar sebagai sebagai juara ke III.

Penulis : Amrin

Ketua Tim Irjen TNI AD Kunjungi Korban Gempa Dan Berikan Bantuan Sembako Korban Gempa

Perwakilan Inspektorat Jenderal TNI AD (Irjenad) Kolonel Kolonel Inf Fajar Budiman didampingi Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., memberikan bantuan berupa sembako kepada warga terdampak gempa di Dusun Teluk Nare Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara, Minggu (23/6).

Lombok Utara - Pada kesempatan yang baik tersebut mengatakan pemberian sembako ini sebagai wujud kepedulian satuan Irjen TNI AD kepada saudara-saudara kita terdampak gempa. "Insya Alloh semoga bermanfaat," ucap Danrem.

Terkait dengan proses percepatan rehab rekon, lanjut pria kelahiran Jakarta tersebut, pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa dengan mendatangkan ribuan personel yang memiliki kualifikasi khusus dibidang konstruksi bangunan sehingga dapat mempercepat proses pembangunan rumah yang rusak akibat gempa baik ringan, sedang maupun rusak berat.

Menurutnya, hingga saat ini, rumah rusak yang sudah dibangun sekitar 116 ribu rumah dari target 210 ribu hingga Agustus mendatang. "Kami berharap juga peran serta masyarakat korban gempa untuk membantu pembangunan rumahnya sehingga prosesnya lebih cepat dari target," tutup Danrem.

Seusai memberikan sambutan, perwakilan Irjen TNI AD Kolonel Inf Fajar Budiman memberikan sembako kepada perwakilan warga Dusun Teluk Nare bersama Danrem 162/WB dan Pasi Korem. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan proses rehab rekon di wilayah Kabupaten Lombok Utara.

Penulis : Amrin

Wagub : NTB Kaya dengan Aspek Budayanya


Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dalam temu bisnis di Paris, Perancis, 20 Juni 2019. Di hadapan para pelaku bisnis perjalanan wisata setempat, Wagub mempresentasikan keindahan NTB dan budaya yang ada di NTB. 

Wagub menyebutkan bahwa NTB kaya dengan aspek budayanya. Misalnya, olahraga tradisional peresean di Lombok. Sebuah seni tradisional suku Sasak di mana pria berkumpul untuk menguji keberanian dan kekuatan mereka dalam pertempuran yang merupakan luapan emosi para raja dan tentara setelah menang di medan perang.

NTB juga merupakan pemegang peringkat nomor satu untuk tujuan wisata halal. “Karena 96 persen warga kami beragama Islam, kami berupaya menjadikan tempat kami ramah bagi Muslim. Kami peringkat nomor satu untuk tujuan wisata halal oleh Global Muslim Travel Index. Provinsi kami juga terkenal dengan masjid-masjidnya dan dinamakan sebagai "Pulau Masjid 1.000" karena Anda dapat menemukan masjid setiap 80 meter persegi dengan mudah di pulau ini.”

Di Lombok, wisatawan juga bisa menemukan upacara umat Hindu, yaitu Mulang Pekelem. Upacara Harmoni ini dilakukan oleh umat Hindu untuk melindungi alam, yang diadakan setiap tahun di bulan November.

Di akhir pemaparannya, Wagub juga memberikan kabar terbaru mengenai kemudahan demi kemudahan yang kini bisa didapatkan untuk mengunjungi NTB. Menurutnya, akan ada lebih banyak penerbangan ke Lombok, untuk memudahkan wisatawan Perancis mengunjungi NTB. NTB juga memiliki perjalanan yang akan membawa wisatawan dari Pelabuhan Badas ke Pulau Moyo. Dan, ada tiga kapal pesiar Eropa yang akan mengunjungi NTB yaitu: Ponant, Starclippers, dan Variety.

“Acara ini adalah peluang besar bagi kami untuk bertemu dengan calon investor kami dan kami berharap dapat bertemu Anda lagi. Kami membawa dua video sehingga Anda akan tahu keindahan provinsi kami dan kami akan tunjukkan,” pungkas Wagub.

Diliput Media 

Selain mempresentasikan NTB di hadapan para pelaku usaha di Prancis, Wagub juga menyempatkan diri melayani media setempat. Kepada Jean-Louis Corgier, Redaktur Pelaksana Class Tourisme, Wagub juga memberikan penjelasan mengenai sejumlah hal terkait kunjungannya dan kebijakan Pemprov NTB.

Wagub menegaskan, pariwisata NTB merupakan salah satu sektor andalan di Provinsi NTB. “Lombok-Sumbawa menjadi satu dari 10 destinasi prioritas di Indonesia. Karena memang alamnya yang luar biasa. Sehingga pariwisata menjadi salah satu andalan ekonomi dari Lombok, NTB selain agriculture, pertanian,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan pariwisata sebagai sektor andalan, seluruh pemangku kepentingan di NTB tentu memiliki tanggungjawab moral untuk menjaga lingkungan. “Karena itu suatu kewajiban,” ujarnya.

Dengan ditetapkannya Rinjani dan Samota sebagai cagar biosfer dunia, Wagub menegaskan hal itu akan semakin mendorong Pemprov NTB untuk betul-betul memperhatikan kualitas lingkungan di NTB. “Kita di Pemprov NTB betul-betul memperhatikan sisi lingkungan ini. Bersama pegiat-pegiat lingkungan kita bahu membahu bagaimana Lombok-Sumbawa itu menjadi tempat yang betul-betul asri, terjaga lingkungannya.”

Untuk itu pula, Pemprov NTB mulai menggencarkan program unggulan untuk memaksimalkan kebersihan daerah. Salah satunya, melalui program zero waste. “Kita juga stressing illegal logging jangan sampai terjadi di tempat kita. Kemudian juga bagaimana konservasi daripada tanah, itu juga kita perhatikan. Artinya aspek lingkungan menjadi stressing dari Pemprov NTB,” tandasnya. 

Penulis : Alfy

Wagub Undang Pelaku Bisnis Prancis Berinvestasi di NTB

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, meluangkan waktu khusus untuk mempresentasikan gelaran MotoGP Mandalika di Provinsi NTB pada 2021 mendatang. 

Paris - Wagub menerangkan, Pemerintah Indonesia dan Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota di NTB menyadari bahwa daerah ini cocok sebagai tempat berkembangnya wisata olahraga atau sport tourism.

“Dengan potensi dan karakteristik yang dimiliki, dan investasi besar ke MotoGP dan potensi investasi di masa depan ke dalam Formula 1, kami yakin kami dapat mengembangkan platform pariwisata olahraga yang hebat,” ujar Wagub.

Untuk itulah, serangkaian agenda wisata olahraga telah mulai digelar di NTB. “Kami mengadakan ultra-marathon pertama kami di Sumbawa tahun lalu dan memiliki peserta dari seluruh dunia. Selain olahraga motor dan lari, kami juga ingin menjelajah ke olahraga bersepeda,” ujarnya. Di daerah ini juga telah digelar turnamen bersepeda Tour de Lombok pada tahun 2017 yang rutenya membentang sepanjang 480 km, dari Mandalika ke Mataram.

Khusus untuk MotoGP, Wagub menegaskan bahwa penyelenggaraannya akan mulai digelar pada tahun 2021 mendatang. “Kegiatan ini akan menarik lebih dari 120.000 pengunjung dengan lebih dari 400 juta orang akan menonton melalui siaran televisi di lebih dari 207 negara. Bayangkan dampak yang akan dihasilkan setelah kami menggelar kegiatan ini di provinsi kami,” sebut Wagub.

Selain MotoGP, ada pula rencana menggelar balapan Formula 1 (F1) di Lombok. Formula 1 telah terbukti menjadi acara olahraga ketiga yang paling banyak ditonton di dunia setelah Piala Dunia FIFA dan Olimpiade. Dengan 21,1 juta pengikut media sosial, disiarkan televisi di 159 negara, dan rata-rata 200.000 orang menghadiri setiap perlombaan, F1 hampir dipastikan akan melahirkan dampak positif yang menakjubkan.

Untuk itulah, Wagub menegaskan potensi ini akan melahirkan peluang bisnis bagi para pelaku bisnis yang hadir di pertemuan tersebut. “Ini adalah peluang besar bagi Anda, investor masa depan kami, untuk menciptakan bisnis Anda di sini, di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat,” pungkas Wagub. 

Penulis : Alfy

Temu Bisnis di Paris, Wagub Promosikan Pariwisata NTB

NTB adalah sebuah daerah dengan keindahan alam yang memukau. Sebuah tempat yang nyaris sempurna bagi mereka yang menginginkan rehat dari kesibukan sehari-hari. Dengan berbagai kebijakannya, Pemprov NTB bersama para pemangku kepentingan terus mendorong kemudahan bagi wisatawan yang datang berlibur.

Paris -  Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah hadir dalam temu bisnis di Paris, Perancis, 20 Juni 2019. Di hadapan para pelaku bisnis perjalanan wisata setempat, Wagub mempresentasikan keindahan NTB. Menggunakan slide presentasi berisi foto-foto keindahan alam NTB, Wagub pun memaparkan satu demi satu alasan mengapa warga Prancis harus berwisata ke NTB.

“NTB memiliki salah satu pantai dan gunung terindah di negara ini. Orang-orangnya sangat ramah dan sangat berbudaya. Banyak kegiatan seperti olahraga air dan hiking. Dan NTB adalah tempat yang sempurna untuk melarikan diri dari dunia yang sibuk dan memulihkan tenaga,” ujar Wagub.

Wagub meneruskan dengan penjelasan bahwa NTB diberkati dengan 280 pulau di seluruh provinsi dengan banyak pantai dan gunung. “Anda dapat menikmati pantai Sekotong atau Gili Trawangan yang indah. Sementara keesokan harinya, Anda bisa naik ke Kawah Senaru di atas Gunung Rinjani dan kemudian bersantai di Air Terjun Tiu Kelep, Air Kalaq, atau Mata Jitu,” ujarnya.

NTB, ujar Wagub, adalah rumah bagi dua gunung berapi legendaris, Rinjani dan Tambora. Puncak Rinjani dapat dicapai dengan berjalan kaki selama empat hari dari Sembalun. Di puncaknya, ada sebuah kawah dengan danau yang indah dan pemandangan Lombok yang benar-benar menakjubkan. Rinjani juga dianggap sebagai salah satu gunung dengan medan terberat karena pemukiman abu vulkanik yang berat membuatnya sangat sulit untuk naik ke atas.

Sementara, Tambora adalah salah satu gunung berapi paling terkenal sepanjang sejarah. Gunung ini pernah melahirkan salah satu letusan terbesar dalam sejarah. Letusannya begitu besar sehingga mengurangi gunung dari ketinggian 4.300 meter di atas laut menjadi sekitar 2.800 meter. Abu letusan bahkan bisa ditemukan 1.300 km jauhnya dari pandangan.

Dalam perjalanan ke Rinjani wisatawan dapat mampir di Desa Sembalun. Sebuah desa yang sejuk. “Anda dapat menikmati pemandangan indah seperti gambar di slide. Atau jika Anda ingin membenamkan diri lebih dalam ke alam, Anda selalu dapat menikmati Tete Batu. Tete Batu adalah sebuah desa dengan sawah yang indah dan lereng bukit yang menakjubkan. Tapi itu juga rumah bagi 'Desa Wisata', yang berarti ada banyak homestay di mana wisatawan dapat menikmati minggu yang baik atau bahkan berbulan-bulan benar-benar menyerap budaya dan sifat Tete Batu,” ujarnya.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan di Tete Batu. Mulai dari penanaman padi dengan penduduk setempat, mandi di air terjun terdekat, hingga trekking di sawah. “Tinggal di salah satu 'Desa Wisata' kami benar-benar cara terbaik untuk menyerap budaya NTB,” seru Wagub.

Bagi mereka yang menginginkan wisata olahraga pantai, NTB adalah rumah bagi beberapa ombak terbaik untuk selancar menurut banyak penggemar selancar. “Termasuk Bangko-Bangko di Pulau Sumbawa dan Gerupuk di Lombok. Selain itu, surga pulau kita ini memiliki banyak kegiatan petualangan lainnya yang dapat ditawarkan. Seperti snorkeling di Gilli Meno, atau menyelam di Gilli Matra,” ujarnya.

Bagi mereka yang menyukai suasana liburan yang jauh dari kebisingan, NTB juga memiliki sejumlah penyedia jasa wisata yang tepat. Ada resor Amanwana yang sangat mewah di pulau-pulau moyo. “Benar-benar tempat yang menakjubkan di mana Anda dapat makan di bawah bintang-bintang sambil ditemani oleh rusa liar. Dan bahkan tidur di bawah tenda yang terletak di tengah-tengah hutan. Atau Anda dapat memiliki retret detoksifikasi di Jeeva bloam. Terletak di Tanjung Bloam, Anda tidak akan menerima wifi atau sinyal lainnya di sana,” papar Wagub.

Penulis : Alfy

Dinas Dukcapil Awali Program Sekolah Perjumpaan di Lombok Barat

Dinas Dukcapil Lombok Barat menjadi pilot project mengawali program "Sekolah Perjumpaan" di Lombok Barat. 

Lombok Barat - Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan hubungan antar sesama staf pemerintahan sekaligus meningkatkan hubungan dengan masyarakat sehingga menghasilkan pelayanan yang maksimal.

Sekolah Perjumpaan sendiri pada dasarnya adalah memperkuat titik temu relasi sosial.
Tujuannya untuk membangun kebersamaan dengan tujuan akhir memajukan daerah dan membangun bangsa.

"Selain di Dukcapil dan PU, saya ingin sekali sekolah perjumpaan ini diterapkan di dinas lain, terutama di keluarga besar Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. Karena dinas-dinas ini sangat menentukan dalam konteks pemberian pelayanan kepada masyarakat," kata Bupati saat membuka kegiatan di Aula Excavator Dinas PUPR, Sabtu (22/6).

Sementara itu Kepala Dinas Dukcapil, H. Muridun menyambut baik program yang dicetuskan oleh Guru Besar Universitas Mataram (Unram) Bapak M. Husni Mu'adz ini. Menurutnya, program ini sangat penting dalam hal relasi dengan sesama staf dan dengan masyarakat.

"Sekolah perjumpaan ini yang kami maksud adalah bagaimana kita membentuk karakter diri untuk memanusiakan manusia. Menitikberatkan pada 'habluminannas', baik antar sesama teman di kantor termasuk, juga terhadap masyarakat yang kita layani di kantor setiap hari," katanya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari Guru Besar Unram Bapak Husni Mu'adz dan Prof. M. Taufiq serta sesi diskusi. 

Penulis : Amrin