Selasa, 20 Agustus 2019

Angin Kencang, Puluhan Stand Pameran Roboh

Panitia penyelenggara pameran pembangunan kabupaten Lombok Utara harus bekerja dua kali. Angin kencang pada malam Selasa,20 Agustus 2019 merobohkan puluhan stand pameran.

Lombok Utara - Beberapa Kantor pemerintah yang sudah jadi dan bahkan sudah mulai menghiasi dekorasi lokasi pameran harus gigit jari. Dua stand yang sudah melakukan dekorasi stand diantaranya stand Dikes KLU dan Kemenagklu.

Rencananya pameran akan dibuka oleh bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar pada hari Rabu, 21 Agustus 2019 dan pihak panitia kerja extra menyelesaikan stand pada pada hari Senin 19 Agustcus 2019.

Pameran ini akan menampilkan hasil pembangunan dan produk layanan si masing - masing instansi . Beberapa stand mulai melakukan penataan dan mengangkut barang ke stand, namun pas malam Selasa ,20 Agustus 2019  sebagian stand pameran roboh diterjang angin kencang. 

" Informasi robohnya stand saya tau lewat group wa dan saya kira hanya satu stand, tapi ternyata satu baris yaitu stand yang menghadap ke selatan " ungkap mustiadi

Pihak Kemenag KLU yang rencananya akan mengangkut barang pameran pada Selasa siang harus menunggu informasi dari pihak panitia terkait apa akan diganti lokasi atau tidak diikutsertakan dalam pameran. Mengingat stand roboh dan bahan banyak yang rusak.

Mustiadi, ketua koordinator stand kemenagklu mengharapkan panitia membuat tempat yang baru, karena semua bahan dan spanduk sudah di buat .

Ketua panitia pelaksana Wahyu ketika dikonfirmasi menginformasikan akan mengubah arah stand karena posisi kemarin berhadapan dengan arah angin.Apalagi saat ini angin kencang sekali di Lombok Utara.

Minggu, 18 Agustus 2019

KONE Bersama Lombok Epicentrum Mall Sosialisasikan Penggunaan Elevator dan Eskalator Yang Aman Untuk Anak-Anak


KONE, perusahaan global terdepan di industri elevator dan eskalator, mengadakan acara “KONE Safety Campaign for Children – Safety Riding Elevator and Escalator” di Lombok Epicentrum Mall, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu, 18 Agustus 2019.

Mataram - Keselamatan merupakan aspek prioritas bagi KONE, termasuk juga keselamatan para pengguna elevator dan eskalator. Acara ini merupakan salah satu bukti dari komitmen KONE untuk memperkuat budaya penggunaan elevator dan eskalator dengan aman.

Sosialisasi dan edukasi adalah hal yang tepat untuk menekan angka kecelakaan di pusat perbelanjaan seperti di Mall. Hal inilah dilaksanakan oleh KONE yaitu sebuah perusahaan yang menyediakan peralatan modern berupa elevator, eskalator dan peralatan penunjang lainnya yang bekerjasama dengan Lombok Episentrum Mall untuk memberikan edukasi kepada anak-anak dan pengunjung mall lainnya.


"Kecenderungan peningkatan angka kecelakaan pengguna elevator dan eskalator yang melibatkan anak-anak di Indonesia dewasa ini banyak disebabkan oleh penggunaan elevator dan eskalator yang salah dan tidak aman. Minimnya kesadaran orang tua dan informasi mengenai penggunaan elevator dan eskalator yang benar dan aman turut menjadi akar dari permasalahan ini," ungkap Yandy Januar, Managing Director KONE Indonesia.

Acara yang berlangsung di atrium utama Lombok Epicentrum Mall ini berlangsung meriah dengan partisipasi ratusan anak dan orang tua pengunjung mall. Anak-anak diajak untuk belajar menggunakan elevator dan eskalator yang benar dan aman dengan cara yang menyenangkan dengan peragaan dibantu oleh Max dan Bob yaitu dua  maakot keselamatan KONE yang ditujukan khusus untuk anak-anak.


"Kami berkomitmen untuk terus mengkampanyekan dan membangun budaya penggunaan elevator dan eskalator yang benar dan aman secara rutin dan terencana di seluruh wilayah Indonesia," jelasnya.

Partisipasi aktif anak-anak dan orang tua pada simulasi penggunaan elevator dan eskalator dengan aman diharapkan dapat terus dilakukan dan menumbuhkan budaya penggunaan elevator dan eskalator yang baik dan aman.


"Kami berharap acara ini dapat mengedukasi masyarakat, terutama di daerah Lombok dan meningkatkan kesadaran akan keselamatan pengguna elevator dan eskalator terutama bagi anak-anak dan orang tua," harap Yandy.


Fitranto Wibowo selaku operasoinal manager LEM mengatakan bahwa pihak LEM ingin mengedukasi masyarakat untuk mengetahui penggunaaan yang benar agar LEM menjadi tempat rekreasi dan berbelanja yang aman bagi masyarakat.


"Kami sangat apresiasi acara yang diadakan oleh KONE ini, karena dengan begitu, edukasi masyarakat dapat meningkat terkait keselamatan dan keamanan saat berkunjung di LEM ini," tegas Fitranto.


Fitranto menginformasikan bahwa belum ada kejadian yang fatal di LEM karena ia menerapkan sistem keselamatan yang tinggi ditopang oleh peralatan cctv dan security yang kompeten.

(LNG04 )

Bersama Warga, Siswa SMK Ilham Aikmel Lakukan Upacara Kemerdekaan di Tempat Pembuangan Sampah

Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 Tahun dan mendukung program pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat tentang program NTB Zero Waste, SMK Ilhami bekerjasama dengan pemuda-pemuda Cepak Daya menyelenggarakan kegiatan Upacara Bendera di sungai Pesanggerahan, Aikmel kecamatan aikmel Lombok timur. (17/8/2019)

Lombok Timur - Kegiatan ini digagas oleh M. Putradi Zaki dan Dewan Pembina selaku pengurus di SMK Ilhami. Sedangkan tujuan kegiatan ini, tidak lain untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, selain itu siswa dan siswi yang terlibat juga akan mendapatkan edukasi terkait dengan pentingnya menjaga lingkungan, Ungkap M. Putra Zaki selaku Panitia Acara.

Kegiatan ini diawali dengan pejalanan para siswa SMK Ilhami dari sekolah ke lokasi kegiatan yang berjarak sekitar 1km. Dalam perjalanan setiap siswa disarankan untuk memungut sampah yang ditemukan sepanjang perjalanan dan menyimpannya ke dalam tas karung yang sudah dipersiapkan sebelumnya. 

Lebih lanjut, M. Putra Zaki pengungkapan, Selain menyadarkan masyarakat dan mengedukasi segala pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, tujuan lain adalah agar masalah sosial yang sudah membudaya ini menjadi prioritas utama bagi segenap lapisan masyarakat, khususnya pemerintah. 
Sedangkan yang menghadiri kegiatan ini, 50 siswa. 

Selain siswa SMK Ilhami, kegiatan ini melibatkan para tokoh masyarakat,  pemuda Dusun Cepak Daya. Upacara ini juga dihadiri oleh Dosen Ilmu Komunikasi Unram, Pegawai Dinas Pemuda dan Olahraga Lombok Timur dan komunitas-komunitas seperti Sanggar Rakjat Cepak dan Belpas Peduli yang fokus dalam pengelolaan sampah. 

Selain itu juga, untuk  mendukung Program Pemerintah NTB tentang Program Zero Waste. Zero Waste Adalah sebuah program untuk semakin peduli terhadap pentingnya lingkungan yang bersih, sehat dan indah. Program yang di susun oleh Gubernur dan Wakil Gubernur (Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. – Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd.) 

Pada kesempatan lain, dalam melonching Bank Sampa Al- Fadhila Aikmel Timur yang di resmikan oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, pada Minggu lalu, Pemerintah provinsi berharap di setiap desa dibentuk sebuah Bank Sampah yang akan bergerak mengubah sampah menjadi sumber daya untuk menjadikan masyarakat sekitar mendapatkan hasil dari pengelolaan sampah tersebut. 

Dalam paparan Wakil Gubernur saat melaunchig Bank Sampah Al-Fadhila, Wagub berharap dorongan dan kerja sama untuk menyukseskan program NTB Zero Waste dengan tetap bergontong royong dalam penanganan sampah yang ada di lingkungan maupun di desa. Karena, pemerintah tidak akan pernah bisa menyukseskan program apapun tanpa ada bantuan dari masyarakat.

Seusai kegiatan ini, Panitia Acara akan merencanakan dan melaksanakan kegiatan cleanup yang mendukung program pemerintah NTB dalam program Zero Waste, sehingga nantinya akan melibatkan komunitas-komunitas yang bergerak dalam pengelolaan sampah dan mahasiswa KKN Universitas Mataram yang kebetulan ditempatkan di desa Aikmel Induk. (LNG01) 

Gubernur : Tidak Mungkin NTB Ini Gemilang Kalau Ibu-Ibunya Tidak Bahagia

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menghadiri Inspiratif Expo bersama Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI), di Car Free Day Udayana Minggu (18/8). Inspiratif Expo kali ini berbeda dari sebelumnya, tema yang diangkat adalah, Seribu Perempuan Pecinta Berkain Indonesia Untukmu NTB Gemilang.

Mataram - Mengawali sambutannya Gubernur NTB menyampaikan, di dalam kehidupan sepatutnya kita dapat menghargai dan menikmati setiap moment yang ada. “Kalau Ibu-ibu sering mengikuti Car Free Day, sering berolahraga dan berkumpul bersama InsyaAllah keceriaan, ketenangan, dan kebahagiaan akan datang. Karena tidak akan mungkin NTB ini akan Gemilang kalau ibu-ibunya tidak bahagia” Ujar Gubernur 

Gubernur juga berharap dengan adanya acara yang sederhana ini dapat menambah semarak di daerah NTB. Tak lupa Gubernur mengajak masyarakat untuk merayakan kebahagiaan tersebut bersama-sama.

Sebelumnya acara tersebut diawali dengan senam bersama kurang lebih 1000 Perempuan dengan menggunakan kain tenun khas lokal yang bernuansakan merah dan putih.
Ketua KCBI NTB Hj. Maskahayangan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa, nuansa semarak peringatan Hari Ulang Tahun Ke-74 RI yang terasa pada masyarakat, dimanfaatkan oleh KCBI untuk bersama-sama memeriahkan hari kemerdekaan, sekaligus memberikan semangat kepada perempuan NTB, agar dapat melestarikan budaya Indonesia untuk selalu menggunakan kain tenun khas NTB, maupun kain lokal lainnya dalam berbagai acara.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur yang sudah mensuport acara kami, Komunitas Cinta Berkain Indonesia dan memberi semangat kepada perempuan-perempuan pada hari ini, berkain nuansa merah dan putih," ungkap Hj. Maskahayangan.

Pada kesempatan itu, Ketua KCBI juga memberi motivasi agar anak-anak muda di NTB, tidak meninggalkan budaya dan bangga memakai kain tenun khas NTB.
(LNG04) 

Hari Pramuka Sekaligus HUT RI, Gubernur Hadiri Gebyar Pesta Siaga

Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah.,M.Sc menghadiri acara Gebyar Pesta Siaga dalam rangka Hari Pramuka ke-58 dan Hari Kemerdekaan RI Ke-74 di Bumi Perkemahan Jakamandala Mataram, minggu (18/8/2019). 

Mataram - Mengawali sambutannya, Gubernur mengingatkan kepada para anggota Pramuka Siaga, untuk tidak berputus asa.

"Seorang Anggota Pramuka tidak boleh memiliki sifat putus asa, sebuah cerita tentang perlombaan di hutan, perlombaan tersebut adalah perlombaan lari antara kelinci dan kura-kura," ceritanya.

Ia melanjutkan bahwa cerita tersebut mengandung pelajaran yang sangat besar diantaranya kelinci yang angkuh dan sombong dengan sangat yakinnya bisa mengalahkan kura-kura.

"Pesannya sederhana, walaupun kita punya kelebihan, walaupun kita punya keahlian, walaupun kita mampu berlari lebih baik dari teman-teman kita, kita tidak boleh sombong, kita tidak boleh memamerkan kemampuan kita dan kita tetap waspada terhadap apa-apa yang terjadi di Sekitar kita," ujarnya.

Justeru dengan kemenangan kura-kura yang dianggap mustahil, bisa diambil pelajaran bahwa kita tidak boleh pesimis dalam segala hal, walaupun orang lain menganggapnya sebagai sebuah hal yang mustahil.

"Ini yang tidak berputus asa, walaupun diejek dan penuh keterbatasan, namun dengan keyakinan yang penuh, sedikit demi sedikit, akhirnya kelinci yang larinya lebih cepat bisa dikalahkan, artinya kalau adik-adik punya masalah sedikit dalam kehidupan, jangan pernah putus asa, setapak demi setapak, insyaallah akan ada cahaya di ujung terowongan untuk menjadi pemenang dalam hidup dan kehidupan ini," pesan Gubernur.

Gubernur juga mengingatkan kepada para pembina Pramuka, agar terus membina anak-anak dengan baik di Gerakan Pramuka. Ia meyakini bahwa NTB akan lebih baik, jika Gerakan Pramukanya disikapi dan di internalisasi oleh anak-anak muda di NTB ini.

Waka Bina Muda kwarda NTB, yang akrab dengan sapaan Kak Fathul Gani? sekaligus Ketua Panitia dalam acara ini, menyampaikan terimakasinya kepada Gubernur NTB dan menginformasikan bahwa kegiatan seperti ini akan di laksanakan sebagai agenda tahunan kwarda NTB, guna menumbuh kembangkan semangat kebersamaan dan memupuk rasa persaudaraan antar siaga di NTB ini.

Nilai yang akan dicapai dalam acara ini  adalah pembangunan dan revitalisasi Gerakan Pramuka, dimulai dari tingkatan Siaga.
"Kita akan memulai dari pondasi, kita tingkatan siaga ini sehingga harapan kita, keberlanjutan Gerakan Pramuka ini terus menjadi sesuatu yang kita harapkan bersama," pungkasnya. (LNG04) 

Gubernur NTB Lepas 4000 Peserta Pecinta Alam di GTA

Kurang Lebih empat ribu kaum muda pecinta alam mengikuti acara Green Tracking Adventure (GTA) Langko 2019. Kegiatan ini digelar oleh Pemerintahan Desa Langko sebagai rangkaian HUT RI Ke-74, Minggu (18/8/2019).

Lombok Barat - Peserta dilepas langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah di Lapangan Desa Langko Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. “Pendaki gunung, sahabat alam sejati, jaketmu penuh lambang, lambang kegagahan memproklamirkan dirimu pecinta alam, sementara maknanya belum kau miliki,” ujar Gubernur mengawali sambutannya.  

Gubernur berharap melalui acara ini peserta yang hadir dapat terinspirasi, bahwa bila kita mencintai alam bukan karena ingin menancapkan bendera, bukan ingin menguliti pohon, atau mengukir nama di batu cadas, sehingga meninggalkan kenangan yang belum tentu menyenangkan bagi orang lain. 

“Mari cintai alam! dengan segenap makna yang mungkin diakomodasi oleh kata itu, dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, insyaAllah kita siap melepas lintas alam, pagi ini di Desa Langko” lanjut Gubernur. 

Tidak hanya melepas anggota lintas alam, pada kesempatan tersebut, Gubernur juga melepas secara simbolis burung merpati dan ratusan burung Kecial, didampingi oleh Kepala Biro Humas dan Protokol NTB, Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan, Serta Kadis lingkungan hidup dan kehutanan.

Pelepasan burung secara simbolis dalam rangka mendeklarasikan perlindungan satwa. “saya senang di desa ini nanti, burung-burung bisa merdeka, tidak ada yang mengejar, menembak, dan menangkap, sehingga nanti orang-orang mengatakan, kalau kita ke Langko you can see all birds can fly,” harap Gubernur. 

Terakhir, Kepala Desa Langko Mawardi, menyampikan harapannya kepada pemerintah provinsi NTB “ kedepan akan ada peraturan Desa Langko, tidak boleh ada lagi penembakan burung, penangkapan burung dan lain sebagainya, oleh sebab itu mohon nantinya bapak Gubernur untuk memberikan kami arahan dan bimbingan” ungkap Kades Langko. (LNG04) 

Gubernur NTB : Kehadiran Ponpes Membawa Perubahan Peradaban Manusia

Gubernur NTB Dr. H. zulikieflimansyah hadiri peletakan batu pertama pembangunan Lembaga Pendidikan Yayasan Pondok Pesantren  "Zainul Hafidz" At-Taufiq Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat (18/8)

Mataram - Pendiri Ponpes, H. Sahwan, S. Pd meminta Gubernur Doktor Zul untuk menyampaikan arahan. Dalam arahanya itu,  Doktor Zul menegaskan bahwa kehadiran Pondok Pesantren akan membawa perubahan bagi peradaban hidup manusia. Sebab pesantren itu senantiasa menghadirkan banyak hal untuk menghadapi tantangan zaman ke depan. Apalagi di tengah kemajuan teknologi informasi yang semakin pesat seperti saat ini. 

"Karena di zaman ini, kemajuan teknologi informasi dan lain sebagainya, masyarakat itu kadang duduk berdampingan, duduk bersama, tapi jarang berkomunikasi langsung," ungkap Gubernur. 

Kemajuan teknologi saat ini lanjutnya, tidak menjadikan jabatan seseorang sebagai pembawa kebahagiaan. Justru semakin tinggi jawabatan seseorang, semakin sedikit sahabat dan saudara sejatinya. 

"Jabatan gubernur, jabatan bupati, bahkan jabatan presiden, adalah jabatan yang penuh kesunyian. Jabatan yang dihinggapi rasa sepi yang mencekam," jelas orang nomor satu di NTB itu di hadapan ratusan masyarakat yang hadir.

Karena itu, Gubernur mengingatkan, rasa syukur terhadap segala yang dimiliki saat ini merupakan kunci kebahagiaan. Memiliki banyak harta serta rumah yang besar, belum tentu hidupnya bahagia. Kadang katanya, ada yang berpenghasilan miliar rupiah serta rumah seharga triliunan, tapi selama hidupnya hanya bisa makan obat.

"Mana yang dipilih, punya uang banyak, tapi hanya boleh makan obat, atau uangnya sedikit seperti kita sekarang, tapi bisa makan apa saja," ungkap Gubernur dengan nada bertanya.

Selain itu, Doktor Zul mengajak masyarakat Sekotong untuk menulis cerita indah tentang daerahnya. Yaitu cerita yang membangkitkan semangat bagi masyarakat untuk menatap masa depan.

"Hari ini saya menjadi saksi, pendiri Ponpes ini ingin menulis cerita masa depan Sekotong dengan cerita yang menyenangkan," katanya yang disambut tepuk tangan masyarakat seraya berharap bahwa keberanian meletakkan batu pertama adalah ikhtiar maksimal mengatakan pada dunia, masa depan Sekotong adalah cikal bakal yang Gemilang bagi anak cucu di masa yang akan datang. (LNG04)