Rabu, 04 September 2019

Reza dan Afra Siap Harumkan Aceh di Ajang Pemilihan Putra-Putri Pariwisata Nusantara

Reza Tafta P dan Afra Widi Wardani siap tampil pada Grand Final Pemilihan Putra Putri Pariwisata Nusantara 2019 di Jakarta. Ajang tahunan ini diselenggarakan oleh Yayasan El John Pageants Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI berlangsung sejak 31 Agustus - 7 September 2019 di Hotel Ibis, Daan Mogot, Jakarta Barat.

Jakarta - Dalam proses karantina, Afra berhasil masuk dalam 5 besar finalis best talent show dan telah melakukan unjuk kebolehan pada talent show di Summarecon Mall Serpong pada Selasa 3 September 2019. Sebelum acara talent show sepasang Putra Putri Pariwisata Nusantara Aceh 2019 itu juga melakukan Parade Traditional Costume khas Aceh rancangan Nabil Cartyn Festival.

"Alhamdulillah Aceh berhasil masuk 5 besar yang unggul dan tadi sudah tampil pada preliminary talent show di Sumarecon Mall Serpong, semoga mereka bisa memberikan yang terbaik untuk Aceh" ujar Desy tim official Disbudpar Aceh.

Desy mengajak masyarakat Aceh untuk menyaksikan penampilan Agam Reza dan Inong Afra pada grand final yang disiarkan langsung melalui TVRI pada tanggal 6 September 2019 nanti. "Malam final akan dilaksanakan pada tanggal 6 September 2019 saya berharap doa dan dukungan masyarakat Aceh agar finalis Aceh dapat bersaing dengan 33 finalis provinsi lainnya," ujar Desy.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin, SE, M.Si, Ak berharap sepasang Putra Putri Pariwisata Aceh dapat tampil maksimal. "Semoga pasangan Putra Putri Pariwisata Nusantara Aceh dapat tampil maksimal dalam ajang Pemilihan Putra Putri Pariwisata Nusantara 2019, tidak hanya melalui penampilan berpakaian khas daerah dan seni budaya, tapi juga pengetahuan umum, khususnya wawasan tentang pariwisata 4.0 yang mengharuskan peran Putra Putra Pariwisata Nusantara Aceh sebagai millenial untuk berperan aktif melalui media dan teknologi digital dalam mempromosikan pesona wisata Aceh," sebut Jamaluddin. (LNG01) 

Sat Pol-PP KSB Akan Mendatangi Tempat Hiburan Malam

Satuan Polisi Pamung Praja (Pol-PP) Kabupaten Sumbawa Barat dalam waktu dekat akan turun ke sebuah tempat hiburan malam yang ada di Kecamatan Poto Tano. 

Sumbawa Baat - Tim yang akan turun tersebut akan mengecek perizinan cafe-cafe yang ada di wilayah itu termasuk legalitasnya.

Walaupun saat ini antar kedua Kabupaten ini sedang menentukan batas wilayah, namun kami tetap akan mendata tempat hiburan malamnya, jadi satuan Pol-PP dibuat dilema terhadap belum jelasnya penetapan batas wilayah,  apabila saat melakukan tindakan, pihak sat Pol-PP tidak salah langkah," jelas Kasat Pol-PP KSB melalui Kepala bidang Ketertiban Umum Rato Hendra kepada awak media, pada Selasa, (3/9).

Ia juga menerangkan bahwa sebenarnya pihak Sat Pol-PP bisa melakukan razia gabungan antara Provinsi, Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat. Namun ini harus di dorong dan diinisiasi oleh Provinsi.

Selama ini belum ada komplain dari masyarakat, namun kami tidak menutup mata dengan itu, kami akan tetap berkordinasi intens dengan Pemerintah Desa dan Kecamatan Poto Tano agar cafe ini dipantau.

"Kami sudah mencanangkan bahwa kami akan turun untuk mengecek aktifitas mereka. Pihak kami akan berkunjung kesana untuk mengecek jumlah caffe, pegawai dari mana, barang yang didatangkan dari mana dan yang dijual apa saja," tutur Rato.

Ini kami lakukan, Tambah Rato mengatakan ini kami lakukan supaya kita tau apa tindakan selanjutnya.

"Sebenarnya, Kita harus melakukan penegakan hukum tapi tidak melanggar hukum," pungkasnya. (LNG05)

Danrem 162/WB Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan dan Hijaukan Hutan

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., bersama Wakil Bupati Loteng dan rombongan The 6 th Asia  Pacific Georpark Network (APGN) dari 30 negara melaksanakan penanaman bibit pohon di Dusun Pemotoh Tengah Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Loteng, Rabu (4/9).

Lombok Tengah - Adapun jenis bibit pohon yang ditanam di hutan daerah tersebut yakni pohon yang  berbuah seperti durian, mangga dan sentul.

Dalam wawancaranya dengan media, Danrem 162/WB mengatakan kondisi saat ini musim kemarau yang mengakibatkan kekeringan dibeberapa tempat sehingga beberapa titik di wilayah NTB kebakaran. 

"Titik hotspot ini yang termonitor satelit, padahal hotspot tersebut bisa saja muncul dari api pembakaran jerami atau yang lainnya. Jadi tidak semua hotspot yang muncul di satelit berasal dari kebakaran hutan," ujar Danrem.

Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk melakukan reboisasi dilokasi-lokasi yang tandus seperti hutan dan lahan kosong agar terlihat hijau kembali. 

Lebih lanjut Danrem menjelaskan, salah satu tujuan penanaman bibit pohon tersebut selain menghijaukan lahan tandus, juga untuk mengembalikan fungsi hutan baik fungsi ekonomis dan yang tak kalah penting adalah fungsi hutan sebagai penampung cadangan air, mencegah terjadinya banjir, erosi, tanah longsor, menjaga ekosistem yang ada disekitar agar tidak punah serta bisa mengurangi polusi udara dan menghasilkan oksigen yang lebih banyak.

Menurutnya, dua tahun terakhir ini, pihaknya bersama dengan instansi terkait sudah melakukan reboisasi di seluruh Kodim jajaran Korem sekitar 2000 hektar.  

Selain itu, orang nomor satu di jajaran Korem tersebut juga menegaskan agar jangan melakukan pembakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak luas maka akan diselesaikan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

(LNG02) 

HASIL PANEN BAGUS, PETANI GARAM DI LOMBOK BARAT GEMBIRA

Petani garam Di Kabupaten Lombok Barat bersuka cita dengan hasil panen tahun ini. Kualitas garam yang bagus dan melimpah menjadi berkah tersendiri bagi petani garam di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. 

Giri Menang - Dengan cuaca yang bersahabat ditambah dengan penerapan sistem geoisolator dari program Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Barat, tahun ini para petani optimis bisa panen hingga lima kali.

Jika tahun lalu para petani hanya menghasilkan 5 ton untuk satu petak, dengan adanya integrasi lahan panen menjadi lebih meningkat. Kini, satu petak dapat menghasilkan 7 ton.

“Kalau sekali panen ini kita dapat sekitar 100 ton yang lima petak. Ukuran satu petak itu panjangnya 33 meter dan lebarnya 3,3 meter. Sekarang ini lebih besar panennya. Kita targetkan yang 47 petak ini 7.700 ton. Insya Allah untuk panen keduanya bisa mencapai 1.000 ton,” kata Mahyudin, Ketua Klompok Petani Garam Bertong Bangkit usai acara Panen Raya Garam di Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Rabu (4/9).

Mahyudin menjelaskan penerapan sistem geoisolator tahun ini dirasa sangat bermanfaat. Ia mengakui, dengan sistem ini garam tidak ada yang terbuang karena semua dapat diambil bersih. Selain kualitasnya terjamin, kadarnya juga bagus untuk industri.

“Karena petani garam yang ada di NTB ini disinilah yang bisa dipakai untuk industri. Seperti sekarang ini PDAM yang mengambil langsung dan kita juga ditangani oleh koperasi dengan harga satu kilonya Rp. 3.500 untuk ASN dan untuk Non ASN paling Rp. 1.000,” ungkapnya.

“Saat ini kelompok saya 30 orang anggota. Terdiri dari dua kelompok, masing-masing 15 anggota Bertong Bangkit dengan Bertong Baru. Untuk penghasilan perbulan saat ini luar biasa, bisa mencapai Rp. 3.000.000. peranggota. Memang dulu pahit, sekarang jadi manis bagi para petani garam. Memang dulu kita sudah pasrah dengan keadaan pemasaran tidak ada, kalau sekarang berapa ribu ton tetap diambil,” lanjutnya. 
(LNG02) 

Setelah Disingkronisasi, Disos Temukan 2000 Lebih Data Ganda Pembayaran Iuran BPJS

Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat telah menemukan sebanyak 2000 lebih data ganda penerima bantuan iuran kesehatan. Temuan tersebut adalah hasil singkronisasi data dengan BPJS beberapa waktu lalu baik itu PBI pusat dan data PBI Kabupaten.

Sumbawa Barat - Kepala Dinas Sosial, dr. Syaifuddin mengungkapkan bahwa hasil temuan data ganda tersebut masih bersifat sementara. Kemungkinan adanya penambahan bisa saja terjadi karena saat ini team verifikasi masih bekerja untuk memperbaiki.

"Data dari Penerima Bantuan Iuran (PBI) pusat sudah kami terima dari BPJS. Data tersebut sedang disingkronkan dengan data PBI Kabupaten dan hasil sementara ditemukan sekitar dua ribuan data ganda, " ungkapnya.

Menurutnya, data dari PBI pusat tercatat sekitar 51.000 penerima yang menjadi tanggungan pemerintah pusat. Sementara untuk PBI Kabupaten tercatat sekitar 58.000 orang penerima yang menjadi tangungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat.

"Jika ada data ganda, maka data penerima di PBI Kabupaten akan dihapus. kita tunggu verifikasi dan validasinya berapa total keseluruhan data ganda yang akan di hapus," ujarnya.

Adapun data keselurahan peserta BPJS di Sumbawa Barat tercatat sekitar 152.000 orang. Data tersebut sangat mengejutkan Pemerintah Daerah karena secara keseluruhan penduduk Sumbawa Barat hanya tercatatat sekitar 143.000 jiwa.

Adanya perbedaan data peserta BPJS dengan jumlah penduduk, pihak BPJS beralasan bahwa cukup banyak karyawan perusahaan utamanya yang bekerja di wilayah Lingkar Tambang, sehingga ini berpengaruh terhadap terhadap itu, mereka juga mendaftar menggunakan alamat Sumbawa Barat.

"Alasan seperti itu yang kami terima dari BPJS, " tutup Kadis Sosial. (LNG05)

Lakukan Kordinasi Dengan BKSDA, Wabup Harapkan Spot Wisata Air Tawar Menggeliat

Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, pada Rabu, (4/9) telah melakukan pertemuan dengan Kepala Balai Koserpasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Nusa Tenggara Barat guna membicarakan tentang Pemanfaat Dano Lebo Taliwang agar di maksimalkan untuk dimanfaatkan di sektor Pariwisata Air Tawar.

Sumbawa Barat - "Alhamdulillah hari Rabu depan tanggal 11 September kita akan rapat di Danau Lebo dengan Kepala Balai KSDA, Kepala BWS NTB, DPU dan Dinas Pariwisata serta Bappeda KSB bersama Malik Salim dan rekannya," ungkap Wabup.

Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya akan mempertemukan Kepala Balai KSDA NTB dengan kepala BWS NTB di Dano Lebo Taliwang sekaligus dengan pemangku kepentingan lainnya untuk kita membagi tugas terkait program apa yang akan dijalankan di danau Lebo.

Dia berpesan kepada rakyat Sumbawa Barat agar bisa memaksimal pemanfaatan Danau Lebo baik untuk Pariwisata maupun untuk Perikanan dan pertanian. "Jadi kami bersepakat tanggal 11 September 2019 kami akan mengadakan rapat langsung di Danau Lebo.

Sambung Wabup, Ini sengaja kami lakukan untuk menunjang kegiatan yang dilaksanakan oleh Kelompok masyarakat yang dikomandoi oleh Malik Salim yang sampai hari ini terus melakukan penataan dan pembersihan di sekitar Danau Lebo.

Dia berharapan di bulan November 2019 tepatnya di hari kelahiran Kabupaten Sumbawa Barat ke-16 ada kegiatan bersama masyarakat untuk membumikan atau mempromosikan Danau Lebo Taliwang agar menjadi spot wisata air tawar bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat.

"Apa lagi nanti kalau bisa kelompok masyarakat tersebut mengadakan lomba Balap Sampan di lokasi tersebut," harap Wabup. (LNG05)

Danrem 162/WB Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan dan Hijaukan Hutan

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., bersama Wakil Bupati Loteng dan rombongan The 6 th Asia  Pacific Georpark Network (APGN) dari 30 negara melaksanakan penanaman bibit pohon di Dusun Pemotoh Tengah Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Loteng, Rabu (4/9).

Lombok Tengah - Adapun jenis bibit pohon yang ditanam di hutan daerah tersebut yakni pohon yang  berbuah seperti durian, mangga dan sentul.

Dalam wawancaranya dengan media, Danrem 162/WB mengatakan kondisi saat ini musim kemarau yang mengakibatkan kekeringan dibeberapa tempat sehingga beberapa titik di wilayah NTB kebakaran. 

"Titik hotspot ini yang termonitor satelit, padahal hotspot tersebut bisa saja muncul dari api pembakaran jerami atau yang lainnya. Jadi tidak semua hotspot yang muncul di satelit berasal dari kebakaran hutan," ujar Danrem.

Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk melakukan reboisasi dilokasi-lokasi yang tandus seperti hutan dan lahan kosong agar terlihat hijau kembali. 

Lebih lanjut Danrem menjelaskan, salah satu tujuan penanaman bibit pohon tersebut selain menghijaukan lahan tandus, juga untuk mengembalikan fungsi hutan baik fungsi ekonomis dan yang tak kalah penting adalah fungsi hutan sebagai penampung cadangan air, mencegah terjadinya banjir, erosi, tanah longsor, menjaga ekosistem yang ada disekitar agar tidak punah serta bisa mengurangi polusi udara dan menghasilkan oksigen yang lebih banyak.

Menurutnya, dua tahun terakhir ini, pihaknya bersama dengan instansi terkait sudah melakukan reboisasi di seluruh Kodim jajaran Korem sekitar 2000 hektar.  

Selain itu, orang nomor satu di jajaran Korem tersebut juga menegaskan agar jangan melakukan pembakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak luas maka akan diselesaikan sesuai prosedur hukum yang berlaku. 

LNG01