Minggu, 17 November 2019

RESTORASI SUNGAI TELOKE DAN LAMPER SUDAH 100 PERSEN


Upacara Penutupan Binter Terpadu Restorasi Sungai

Giri Menang - Senin 18 November 2019 - Restorai Sungai Teloke di Kecamatan Batulayar dan Sungai Lamper di Kecamatan Kuripan telah rampung 100 persen. Kegiatan yang dikerjakan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) bersama TNI serta masyarakat ini memakan waktu 21 hari, terhitung dari hari pencangan pada tanggal 24 Oktober sampai 13 November. 

Hal itu dikatakan Dandim 1606/Lobar Kolonel Czi. Efrijol Kroll, saat memberikan laporan hasil pelaksanaan restorasi sungai, pada kegiatan Upacara Penutupan Binter Terpadu (Restorasi Sungai) Kodim 1606/ Lobar di Lapangan Jagaraga Kuripan, Senin (18/11). 

“Untuk Sungai Teloke yang ada di Kecamatan Batulayar telah dilakukan pendalaman sungai sepanjang 2.100 meter, dan peninggian tanggul sungai sepanjang 800 meter. Sedangkan untuk Sungai Karang Lamper di Kecamatan Kuripan telah dibuatkan beronjong sepanjang 73 meter dengan ketinggian 3 meter. Pengerjaanya sudah 100 persen,” lapornya.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah membentuk Komunitas Masyarakat Peduli Sungai (KMPS) dan telah dikukuhkan oleh Bupati Lobar H. Fauzan Khalid dan Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani. KMPS ini beranggotakan 50 orang di masing-masing Kecamatan Batulayar dan Kecamatan Kuripan. Tugasnya menjaga kelestarian dan fungsi sungai yang sebenarnya. Dulu sebelum diretorasi, kata Dandim, kedua sungai tersebut sering dijadikan tempat membuang sampah.

“Dengan adanya komunitas ini, kita harapkan fungsi sungai terjaga, sungai juga apabila hujan tidak terjadi banjir,” katanya.

Sementara itu, Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani bertindak sebagai inspektur upacara mengatakan restorasi sungai merupakan perpaduan program pemerintah daerah dengan program binter TNI angkatan darat yang tujuanya meningkatkan pelayanan dan kesejahteran. Bentuk sinergitas antara Pemda dengan TNI bersama mayarakat ini juga untuk mendukung dan menyukseskan pembangaunan di Kabupaten Lobar.

“Tujuan restorasi sungai yaitu, untuk mengembalikan fungsi alami sungai atau renaturalisai sungai akibat terdegarasi oleh manusia yang tidak peduli terhadap sungai. Mari secara bersama memperhatikan konsep konservasi, tidak membuang sampah di aliran sungai dan tidak membangun pemukiman di badan sungai,” tegasnya.

Restorasi sungai juga, kata Danrem, dimaksudkan untuk menyediakan lahan ruang publik yang terbuka sepanjang sungai, dan bisa juga dimanfaatkan sebagai edukasi, rekrasi serta tempat berolahraga, bahkan diharapkan kedepanya ada peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat disekitar sungai.

“Semua pihak harus peduli lingkungan sekitar. Dengan harapan lingkungan kita bebas sampah sehingga terlihat beresih, sehat dan nyaman. Lebih lagi bisa dijadikan tempat wisata,” pungkasnya.(LNG04)

Pembentukan Menwa Rinjani Angkatan ke 41, Danrem 162/WB Berikan Belneg


Para Siswa Calon Anggota Menwa Yang Sedang Mengikuti Materi Bela Negara

Mataram – Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., memberikan wawasan bela negara kepada 100 orang Resimen Mahasiswa (Menwa) Angkatan 41 tahun 2019 di Bumi Perkemahan Jaka Mandala jalan Pemuda Nomor 63 A Mataram, Senin (18/11).

Seratus orang Menwa Angkatan 41 ini sedang melaksanakan pembentukan menjadi anggota Menwa yang berasal dari gabungan beberapa Universitas di NTB selama lima hari.

“Para Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus memiliki jiwa nasionalisme untuk mempertahankan eksistensi bangsa dan negara kedepan, apalagi Menwa,” ujar Danrem usai memberikan materi Belneg.

Dijelaskannya, sesuai dengan Pasal 9 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara sebagai penjabaran dari pasal 27 ayat (3) dan Pasal 30 ayat 1 UUD 1945 menyatakan setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan negara yang bisa dilakukan melalui pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar kemiliteran secara wajib, pengabdian sebagai Prajurit TNI secara sukarela atau secara wajib dan pengabdian sesuai profesi.

Dalam hal ini menurut Danrem, Menwa harus memiliki pengetahuan dan sikap dasar-dasar kemiliteran seperti Disiplin, pengetahuan dan keterampilan PBB, penghormatan, navigasi darat, tali temali dan memilik fisik yang prima yang terhindar dari pengaruh Narkoba, alkohol dan pergaulan bebas.

Danrem berharap agar seluruh komponen masyarakat baik secara perorangan maupun organisasi memiliki kecintaan terhadap bangsa dan negara untuk bersama-sama dengan TNI menjaga keutuhan wilayah dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan harapan Indonesia tetap eksis di dunia internasional.

Sesuai rencana, para peserta calon Menwa akan diberikan pendidikan dan latihan dasar miliiter (Diklatsarmil) di Kompi C Yonif 742/SWY selama lima hari.(LNG04)

KSR-PMI Gelar Diklatdas Ke - XVIII

Pembukaan Diklatsar KSR PMI Undikma Mataram


Mataram - KSR-PMI Unit Universitas Pendidikan Mandalika menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatdas) Ke-XVIII di Kampus UNDIKMA Mataram, (18/11).

Kegiatan DIKLATDAS ini adalah kegiatan rutin atau kegiatan tahunan yg biasa kita lakukan yang bertujuan untuk merekrut anggota baru.

Dalam Diklatdas yang di selenggarakan KSR-PMI ini ada beberapa materi PMI dan KSR-PMI yang di berikan secara mendalam serta bagaimana cara memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan.

"Dalam kegitan ini ada beberapa materi yg diberikn antara lain pengenalan tentang PMI dan KSR-PMI secara medalam, selain dari materi-materi tersebut kita juga mengajarkan bagaimana cara kita memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan yg diberikan oleh fasilitator dri PMI Provinsi dan PMI Kota.
Dan diajarkan cara penolongan korban yg berada di ketinggian (vertical rescue)", ujar Muhammad Pitriopebrian Hariano, Ketua Panitia DIKLATDAS Ke-XVIII.

KORPS SUKA RELA PALANG MERAH INDINESIA KSR IKIP MATARAM (KSR-PMI UNIT IKIP MATARAM) berdiri sejak tanggal 1 Juni 2001 disahkan tahun 2002 di IKIP mataram,,sudah mencetak alumni KSR sebanyak 17 angkatan, sematara saat ini sedang melalksanakan diksar ke 18.

Dalam kegiatan Diklatdas ini sebanyak 35 orang anggota dari berbagai jurusan di IKIP Mataram atau UNDIKMA ikut sebagai peserta.

 Diklatdas di laksanakan 2 tahap, tahap pertama materi ruangan dari tanggal 15 - 19 November 2019 bertempat di kampus UNDIKMA Mataram . Tahap kedua dari tabggal 21 - 24 November 2019 bertempat di hutan lindung Sesaot dan Gunung Jae Sedau Lombok Barat yang dibuka langsung oleh kepala PMI Prov di NTB di wakili oleh sekretaris PMI Prov  NTB.


(LNG01/LNG04)

Danrem 162/WB Tutup Binter Terpadu Kodim Lobar

Penutupan Binter Terpadu Oleh Danrem 162/WB


Lombok Barat – Program pembinaan teritorial (Binter) terpadu tahun 2019 Kodim 1606/Lobar di wilayah Kabupaten Lombok Barat yang dilaksanakan selama 3 minggu dengan program restorasi sungai hari ini sudah berakhir. 

Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., menutup Binter terpadu tahun 2019 Kodim 1606/Lobar di lapangan sepak bola Desa Jagaraga Kecamatan Kuripan Lombok Barat, Senin (18/11).

Dalam amanatnya, Danrem 162/WB memberikan apresiasi atas pelaksanaan Binter terpadu restorasi sungai Kodim Lobar di beberapa sungai di Kabupaten Lombok Barat.

Dijelaskannya, Binter terpadu merupakan program yang dilaksanakan secara serentak dilingkungan TNI AD tidak terkecuali di Korem 162/WB dan jajaran. Dalam pelaksanaannya, program pembangunan Pemerintah Daerah dipadukan dengan program Binter terpadu TNI AD dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program baik fisik dan non fisik.

“Binter terpadu ini sebagai wujud sinergitas Pemerintah Daerah dengan TNI di daerah bersama masyarakat untuk mendukung dan mensukseskan pembangunan khususnya di wilayah pedesaan,” terangnya.

Kegiatan Binter terpadu restorasi sungai, menurut Danrem, untuk mengembalikan fungsi alami atau renaturalisasi sungai akibat penurunan fungsi sungai yang disebabkan campur tangan manusia dengan cara pembersihan maupun pembangunan bronjong sungai sehingga tersedianya ruang terbuka publik di sepanjang sungai untuk edukasi, rekreasi, olahraga dan bahkan akan membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. 

Selain itu, orang nomor satu di jajaran Korem 162/WB tersebut juga berharap agar semua pihak harus turut serta secara bersama-sama untuk menjaga dan melestarikan fungsi sungai dengan tidak membuang sampah di aliran sungai maupun tidak membangun pemukiman di badan sungai sehingga akan berdampak positif bagi masyarakat.

“Mari kita bersama-sama untuk peduli terhadap lingkungan disekitar dengan harapan lingkungan bebas dari sampah sehingga akan terlihat bersih, sehat dan nyaman, dan bisa dijadikan sebagai tempat wisata yang ramah lingkungan,” pungkas Danrem.

Usai acara penutupan, kegiatan dilanjut dengan penandatanganan prasasti restorasi sungai dan pemasangan jaket secara simbolis kepada perwakilan relawan peduli sungai oleh Danrem 162/WB dan Bupati Lobar H. Fauzan Khalid, S.Ag. M.Si.

Hadir dilokasi Forkopimda Lombok Barat dan jajaran, para Kasi dan Dan/Ka Satdisjan, Muspika Kuripan, para Kades, tokoh agama dan tokoh mas yarakat setempat.(LNG04)

KALAH DI LAGA KANDANG, BUPATI YAKIN PERSLOBAR MAMPU BALIKAN KEADAAN DI BALI

Bupati Lombok Barat Saat Menyaksikan Laga Perslobar Kemarin


Giri Menang, Selasa 19 November 2019 - Perslobar Lombok Barat harus mengakui keunggulan tim asal Denpasar Perseden setelah dikalahkan dengan skor 1-2 pada laga perdana Liga 3 Region Bali-Nusra, Senin (18/11/2019).

Bertanding di Stadion GOR Turida Mataram dan dihadiri ribuan supporter, hingga pertengahan babak kedua Perslobar tidak mampu mengejar defisit dua gol yang diciptakan pemain Perseden Fajar Ferdy Saputra di menit 31' dan I Made Antha Wijaya di menit 61'. Gol bagi Perslobar baru tercipta pada menjt 77' oleh Rudi Hartono.

Persiapan yang minim merupakan faktor utama kurang maksimalnya penampilan anak-anak Perslobar sore itu. Hal ini disampaikan pelatih kepala Perslobar Sudiato saat ditemui seusai laga. 

"Durasi pengumuman kita masuk pada Liga 3 sangat berdekatan, jadi tim kami tidak punya waktu yang cukup untuk persiapan, kebanyakan pemain dalam kondisi capek tarkam di luar," tutur Sudiarto. 

Namun Sudiarto tidak mau larut terlalu dalam dengan kekalahan ini, dia berjanji untuk membenahi timnya di semua lini pada laga tandang nanti (kandang Perseden) pada tanggal 23 November nanti.

"Pemain tengah juga akan kita evaluasi dan kita maksimalkan sehingga penguasan bola bisa dimanfaatkan untuk kemenangan. Kami optimis leg ke-dua bisa menang," serunya yakin.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid yang ikut menyaksikan secara langsung pertandingan itu juga menyampaikan keoptimisannya. 

"Kita masih ada harapan dan melihat jalannya permainan tadi, beberapa kali tendangan pemain kita mengenai tiang gawang, saya rasa Perslobar tadi mainnya bagus," ucap bupati. 

Terlihat setelah peluit akhir dibunyikan, Bupati lansung turun ke lapangan menghampiri para pemain Perslobar dan memberi semangat. 

Bupati juga meminta kepada masyarakat Lobar untuk mendukung dan mendo'akan tim kesayangan masyarakat Lobar ini pada Leg kedua tanggal 23 November nanti sehingga bisa menampilkan permainan yang lebih maksimal lagi.(LNG04)

Sekda Kota Depok Dukung Program Gerakan Zero Plastic PPWI

Sekda Kota Depok Bersama Perwakilan PPWI Depok


DEPOK - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Hardiono, menyambut baik dan mendukung program pengurangan sampah plastik yang dilakukan PPWI Depok. Bentuk kegiatan berupa aksi simpatik membagikan tas belanja non-plastik kepada masyarakat akan diselenggarakan di halaman Gedung Dibaleka Kota Depok, Kamis, 21 November mendatang.

Sambutan dan dukungan Sekda Kota Depok tersebut diungkapkan Hardiono saat menerima kunjungan jajaran pengurus PPWI Depok di ruang kerjanya, Senin (18/11/19).  Hardiono mengatakan, persoalan dampak sampah plastik dan sedotan plastik, setidaknya menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan dan menakutkan saat ini, jika tidak cepat ditanggulangi. 

Dalam rangka mengatasi persoalan sampah tersebut, pada Maret 2019 lalu, Pemerintah Kota Depok telah melakukan upaya pengurangan kantong belanja plastik di retail modern, melalui Surat Edaran Nomor 060/244-Disperdagin tentang Penggunaan Kantong Belanja Plastik di Toko Retail Seluruh Wilayah Kota Depok. 

“Kegiatan PPWI Depok dalam mengurangi sampah plastik sejalan dengan upaya Pemkot Depok dalam menanggulangi persoalan sampah. Saya sangat mendukung kegiatan tersebut," papar Hardiono. 

Ketua PPWI Depok, Tombang Tarihoran, didampingi Wakil Ketua, Budiman Panjaitan, Sekretaris, Ivan. M, dan Bendahara, Riki, menyampaikan menyampaikan bahwa bentuk kegiatan pengurangan penggunaan sampah plastik yang akan dilaksanakan nanti adalah berupa pemberian sedotan yang terbuat dari bambu dan tas kantong belanja terbuat dari kain belacun. Kedua benda tersebut dapat digunakan berulang kali pakai _(reusable)._

"Kegiatan kami ini sebagai bentuk dukungan PPWI Depok terhadap program Pemerintah dalam menangani persoalan sampah plastik," terang Ketua DPC PPWI Depok, Tombang Tarihoran.

Tombang menuturkan, pemberian sedotan bambu dan kantong belanja kain gratis tersebut difokuskan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Depok, pasalnya mereka bisa menjadi contoh bagi masyarakat. 

"Kita laksanakan di lingkungan Pemkot Depok, targetnya adalah para ASN agar dapat memberikan contoh kepada masyarakat, baik di rumah maupun saat bertugas melayani masyarakat," tukasnya. 

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Sekda Kota Depok Hardiono, telah menerima dan mendukung kegiatan PPWI Depok tersebut. Usai pertemuan, para pengurus PPWI Depok berfoto bersama Sekda Hardiono. (IVN/Red/LNG04)

Mari Bersikap Bijak Tanggapi Perubahan Nama Bandara

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah

Mataram - Pro dan kontra perubahan nama Bandara Internasional Lombok (BIL) mendapat perhatian Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah. Orang nomor satu di NTB itu mengatakan bahwa akhir-akhir ini, banyak masyarakat yang menginformasikan dirinya melalui pesan singkat akan terjadi unjuk rasa, menolak perubahan nama itu.

"Menurut saya demo wajar-wajar saja di era demokrasi seperti sekarang ini sebagai bentuk freedom of expression, adanya kebebasan berekspresi," ungkap Gubernur.

Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB itu menegaskan demo dan turun ke Jalan adalah pilihan untuk berekspresi jikalau ada kebuntuan komunikasi dan tak mungkin lagi kita membangun jembatan pengertian.

Hanya saja, dalam konteks perubahan nama Bandara katanya, kebuntuan komunikasi itu nyaris tidak terjadi. Semua pihak yang berbeda pendapat, bisa bertemu dan saling membangun pengertian dengan wajar. Bahkan, Gubernur dan Bupati Lombok Tengah justru telah satu suara akan hal ini. 

"Ketika keputusan Pemerintah pusat untuk mengganti nama bandara, sebagai yang muda saya sowan ke Pak Bupati Lombok Tengah dan meminta pendapat beliau," tuturnya.

Ketika menemui Bupati Lombok Tengah, H. M. Suhaili FT, SH, Gubernur mengatakan bahwa bupati setuju dan sudah tidak ada masalah apa-apa. Hanya saja, katanya, Bupati meminta keputusan ini dikongkretkan setelah Pilpres 2019, agar daerah kita aman dan kondusif. "Saya setuju dan saya kira ada benarnya," ungkapnya. 

Bang Zul menjelaskan, perubahan nama Bandara ini adalah keputusan pemerintah pusat, bukan keputusan Gubernur atau Bupati.

"Keputusan mengganti nama bandara dengan Nama Maulana Syaikh bukan karena beliau pendiri NW atau apa. Tapi karena penghargaan pemerintah pusat kepada beliau sebagai Pahlawan Nasional. Beliau milik kita semua bangsa Indonesia. Beliau bukan milik kelompok atau daerah tertentu. Beliau kebanggaan kita semua," jelas Bang Zul. 

Lagipula, di daerah-daerah lain, penggunaan nama pahlawan nasional yang berasal dari daerah tersebut sebagai nama bandara, merupakan hal yang sangat lazim.

Sementara itu, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol (Humas dan Protokol) Sekretariat Daerah Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S. Sos., M.M. mengatakan, perubahan nama Bandara Internasional Lombok menjadi Bandara Internasional KH. Zainuddin Abdul Madjid harus disikapi dengan lapang dada. Apalagi katanya, keputusan tersebut merupakan keputusan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perhubungan RI.

Karena itu, ia meminta masyarakat untuk bersikap bijak dan arif menanggapai keputusan atas perubahan nama bandara itu. Kalau ada yang merasa tidak puas, ia meminta agar menyampaikannya dengan cara-cara yang baik, sehingga daerah kita tetap aman, nyaman  membahagiakan semua. (LNG04)