Jumat, 22 Maret 2013

Tips Pose untuk MOdel Pemula

Apakah Anda selalu bermimpi menjadi model? Anda tidak sendirian dan ada banyak gadis-gadis muda dengan mimpi yang sama. Anda akan berdiri keluar dari keramaian jika Anda punya dasar-dasar bawah, dari mengetahui bagaimana untuk merawat kulit Anda yang berbeda mencolok berpose untuk difoto. Sementara banyak fotografer akan memberitahu Anda bagaimana untuk berpose, Anda harus siap dengan beberapa ide-ide Anda sendiri. Ikuti model yang berpose tips untuk mengetuk keluar dari taman di audisi berikutnya atau pekerjaan.
Ada empat jenis dasar pose: gaya hidup, gerakan, potret dan tubuh. Gaya hidup pose memanfaatkan gerakan setiap hari dan emosi, seperti kemarahan, cinta dan harapan. Gerakan pose menangkap tindakan, seperti berlari. Biasanya model akan tertawa dan tampak bahagia selama gerakan pose. Potret menimbulkan fokus pada wajah dan tubuh model pose digunakan untuk full-length foto.
Postur adalah bagian besar dari model berpose tips. Daripada membungkuk, menjaga punggung lurus dan bahu Anda ke atas. Bagian tersulit adalah bahwa Anda harus melakukan ini sementara masih tampak alami dan tidak terlalu kaku. Melenturkan otot-otot perut Anda untuk membantu Anda meluruskan punggung dan membuat perut Anda terlihat kencang. Jauhkan diri dari membungkuk saat duduk berpose dengan meletakkan berat badan Anda di belakang salah satu paha.
Banyak model tidak tahu model berpose tips untuk lengan mereka. Aturan dasar adalah dengan melakukan kebalikan dari apa yang Anda lakukan dengan kaki Anda. Jika kaki kanan itu lurus, maka lengan kanan harus membungkuk, misalnya. Juga, jangan melakukan hal yang sama dengan kedua kaki atau kedua lengan Anda. Jika satu kaki lurus, kaki yang lain harus membungkuk sedikit.
Pose untuk tipe tubuh Anda. Jika Anda berada di sisi lebih berat, tidak pernah berpose dengan bahu Anda squared off ke kamera. Shift berat badan Anda ke kaki yang terjauh dari kamera. Model skinny dapat menimbulkan persegi untuk kamera untuk memberikan lebih mendalam untuk tubuh mereka. Selalu aksen fitur terbaik Anda. Misalnya, jika Anda telah mencolok mata, menurunkan dagu dan melihat ke arah kamera untuk membuat mata Anda terlihat lebih besar.
Ada dua cara yang berbeda untuk berpose untuk memamerkan belahan dada Anda. Bersandar ke depan dan memilih dari tiga lengan pose: menjaga lengan dan siku lurus dan menggenggam tangan Anda di bawah pinggang, lengan membawa Anda bersama-sama di pinggang, atau menyilangkan tangan Anda. Anda juga dapat bersandar dan mengangkat tangan ke bahu atau kepala sambil menjaga lengan terpisah.
Setelah Anda mendapatkan yang terbaik pose bawah, Anda akan ingin fokus pada ekspresi anda. A great berpose dengan wajah tanpa ekspresi tidak akan membuat untuk foto yang kuat. Membayangkan suatu pikiran tertentu yang sesuai dengan ekspresi Anda ingin memancarkan, tutup mata Anda dan fokus pada pikiran dan kemudian membuka mata dan mempertahankan ekspresi Anda. Ingatlah untuk bernapas dan tidak menahan nafas saat berpose. Pastikan untuk tersenyum, tetapi juga mencoba ekspresi lain juga, seperti kecil cemberut atau ekspresi terkejut.
(sumber:http://pintardariinternet.blogspot.com)

Cara Mendapatkan Pose Gaya Ekpresi Wajah Terbaik saat berfoto

Rasanya tidak ada wanita di dunia ini yang tidak suka difoto. Berpose di depan kamera memang sudah menjadi kebiasaan sebagian besar wanita ketika sedang memiliki banyak waktu luang atau ketika sedang berkumpul dengan teman-teman. Kamera adalah satu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan kumpul-kumpul wanita. Nah, berapa kali Anda harus berfoto di depan kamera untuk mendapatkan pose terbaik dan tercantik? Wanita cenderung mengulang pose hingga beberapa kali demi memperoleh pose dan ekspresi wajah terbaik. Oleh sebab itu, untuk memperoleh hasil foto terbaik Anda, simak beberapa tipsnya.
1. Latihan di depan kaca
Kalau selama ini Anda menggunakan kaca hanya untuk berdandan dan menyerasikan baju, coba untuk melatih ekspresi wajah Anda di depan kaca. Anda mungkin bukan foto model ternama, tapi hal ini akan membantu Anda melatih ekspresi wajah paling natural ketika suatu saat nanti Anda terjebak dalam suatu photo session dadakan.
2. Berikan ekspresi natural
Ketika Anda sudah berada di depan kamera, tampil dan berikan bahasa tubuh yang enerjik. Jangan berusaha untuk berpose karena ini hanya akan membuat gaya Anda tampak kaku. Bergeraklah dengan santai dan natural dan nikmati saat-saat kamera mengambil gambar Anda.
3. Percaya diri
Kunci utama untuk selalu tampil menarik sebetulnya hanya satu yaitu bersikap percaya diri. Coba untuk melatih senyum Anda di depan kamera. Ketika Anda sudah terbiasa melakukannya, rasa percaya diri Anda akan muncul dengan sendirinya.
4. Kuncinya ada pada mata
Tanpa Anda sadari, mata Anda ternyata memegang peranan penting untuk penampilan. Usahakan selalu sediakan beberapa waktu untuk mata Anda. Alis mata akan membentuk frame wajah dan memakai maskara akan membuat mata Anda tampak tajam. See? Anda akan tampak mempesona di depan kamera.
5. Jauhkan rasa malu
Intinya, tampil cantik di depan kamera tidak tergantung pada kecantikan fisik Anda saja. Jika Anda mampu menunjukkan wajah yang ceria dan percaya diri, kecantikan dari dalam diri Anda akan terpancar dengan sendirinya. Jangan pernah malu dengan diri Anda sendiri.
6. Tersenyum!
Aura Anda akan terpancar dengan kuat ketika Anda tersenyum. Jangan pernah ragu untuk tersenyum di depan kamera. Tersenyumlah dengan lepas karena senyum yang lepas menandakan suasana hati Anda yang penuh dengan aura positif.
Tunggu apa lagi, Ladies? Kamera di depan sudah menanti Anda. Jangan lupa berikan senyum tercantik Anda
(sumber:http://remajapunyagaya.blogspot.com)

Selasa, 27 November 2012

6 Tips Membuat Foto Bokeh Dahsyat

Sekedar mengulang secara singkat, bokeh pada intinya adalah ukuran kualitas blur yang membuat obyek terpisah dari background-nya. Mata kita senang saat melihat foto dengan backgorund yang kabur secara lembut, creamy dan cantik. Salah satu pertanyaan yang paling sering dikirim pembaca adalah, kok bokeh saya masih kurang bagus sih? apa yang salah?
Ada enam faktor utama yang sangat mempengaruhi kualitas foto bokeh kita, penuhi keenamnya maka anda akan mendapatkan bokeh dengan kualitas jempol. 
1. Gunakan aperture besar.
Bokeh berasal dari lensa bukan dari kamera. Oleh karena itu, hal terpenting yang harus dilakukan adalah setting aperture lensa anda pada bukaan yang besar (terbesar yang diijinkan situasi pemotretan – aperture maksimal). Anda bisa melakukannya dengan menggunakan mode Aperture Priority dan mengubah kedalam nilai terkecil (putar ring aperture berlawanan arah jarum jam).
Dalam settingan ini secara praktis kita menurunkan depth of field menjadi shallow/dangkal. 
2. Kurangi jarak antara kamera dengan obyek foto.
Semakin dekat kita berdiri dari obyek foto, semakin blur background-nya. Semakin dekat obyek foto, fokus lensa juga semakin dekat dan depth of field akan makin menyempit. Cobalah lakukan ini: acungkan jari telunjuk anda didekat gelas yang jauhnya kira-kira 50 cm didepan anda, fokuskan mata anda pada telunjuk, sekarang gerakkan telunjuk tadi mendekat mata anda. Makin dekat telunjuk dengan mata, gelas dibelakangnya akan makin kabur bukan? 
3. Jauhkan jarak antara obyek dan background-nya.
Saat anda memotret teman dan ingin menghasilkan bokeh yang bagus, maka semakin jauh teman tadi dari background dibelakangnya, semakin bagus bokeh yang anda dapatkan. Lihatlah foto dibawah ini, daun yang paling dekat kamera masih terlihat tajam. Tapi semakin menjauh dari kamera, semakin kabur. Sementara daun dengan warna hijau dibelakang sana terlihat kabur sekali. 
4. Gunakan focal length terpanjang. 
Saat anda memakai lensa zoom, gunakan focal length terpanjang untuk makin memisahkan obyek utama dengan background-nya. Sebagai contoh: saat anda menggunakan lensa maut 70–200 mm, set focal length di posisi 200mm untuk menghasilkan bokeh yang bagus. 
Kalau di tas anda tersimpan lensa 300mm, lensa 18–200mm, lensa 14–24mm, pilihlah lensa terpanjang (300mm) kalau tujuan anda menghasilkamn foto bokeh yang maut. 
5. Pilih lensa dengan kualitas optik terbaik yang mampu anda beli.
Kualitas bokeh juga sangat dipengaruhi oleh kualitas optik lensa yang kita pakai. Katakanlah anda memilik dua lensa yang focal length maksimalnya sama, contoh: lensa 18–20mm/f5.6 dan lensa 70–200mm/f2.8, karena kualitas optik lensa 70–200mm (biasanya) jauh lebih superior dibandingkan lensa 18–200mm (sehingga harganya juga berlipat-lipat lebih mahal). Maka gunakan lensa 70–200mm tadi, dan sebisa mungkin pakailah di aperture f/2.8. 
6. Gunakan lensa prime
Karena makin besar aperture makin bagus pula bokehnya, jika anda memiliki lensa prime, pakailah. Lensa prime atau prime lens atau fixed lens, adalah lensa yang memiliki focal length tunggal alias lensa yang tidak bisa di-zoom. Lensa prime biasanya menghasilkan foto bokeh yang sangat bagus karena memilki bukaan aperture yang sangat besar, tipikal lensa prme adalah 50mm f/1.4, 85mm f/1.4 atau varian murahnya 50mm f/1.8 dan 85mm f/1.8.