Rabu, 06 November 2019

Pemkab Lotim Gelar Operasi Katarak Bersama Danrem 162/WB

Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han.,  

Mataram
- Pemerintah Daerah Lombok Timur bersama Korem 162/WB akan menggelar operasi katarak selama tiga hari mulai tanggal 8 sampai 10 November mendatang di Lombok Timur dengan alokasi pasien sebanyak 700 orang.

Hal itu disebutkan Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., kepada wartawan saat menghadiri acara serah terima jabatan Kepala LPP RRI Mataram dari Drs. Aep Karman Djajasasmita, MM., kepada Dra. Teguh Yuli Astuti di Auditorium Tri Prasetya RRI Mataram, Kamis (7/11).

Menurutnya, kegiatan operasi katarak tersebut selain dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Nasional, Hari Pahlawan dan Hari Juang Kartika, juga untuk memberikan kesempatan kepada warga NTB  khususnya di Lombok timur karena tahun lalu kegiatan seperti ini kita pernah adakan di Lombok utara, Kota mataram termasuk di Pulau sumbawa untuk kegiatan berobat operasi katarak kali ini direncanakan akan  menggandeng dokter ahli dari negara Nepal dan dibantu tim dokter nasional dan lokal.

"Ada tim dokter dari Nepal sebanyak empat orang dibantu dokter nasional maupun dari NTB sendiri," ujar Danrem.

Danrem juga menghimbau warga yang terindikasi terkena penyakit katarak, agar mendaftarkan diri dan melaksanakan operasi katarak di Lombok Timur. "Makin banyak makin bagus dengan harapan warga NTB lebih sehat dan siap menatap masa depan yang lebih cerah," tandasnya.(LNG04)

PT AMNT Maksimalkan Material Dalam Negeri Dan Serap Tenaga Kerja


Rapat Evaluasi Pembangunan Smelter PT. AMNT

Mataram - Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Bupati KSB, didampingi Pj. Sekda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi dan Asisiten II Provinsi NTB, Ir. H. Ridwan Syah, memimpin rapat Evaluasi progres pembangunan Smelter oleh PT. Aman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Kabupaten Sumbawa Barat. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Utama (RRU), Kantor Gubernur NTB, Rabu (6/11/2019).

Dari penjelasan yang diberikan Direktur AMNT Rahmat Makassau, Gubernur NTB dalam arahannya meminta dalam proses pembangunan Smelter dan Industri turunannya di KSB, PT AMNT memaksimalkan penggunaan material produksi dalam negeri. Selain itu yang tidak kalah pentingnya dalam proses konstruksi dan operasional Smelter, agar penyerapan tenaga kerja lokal menjadi skala prioritas juga.

Gubernur menegaskan, pemerintah saat sekarang ini dalam posisi membantu dan akan memfasilitasi segala kebutuhan PT AMNT untuk mempercepat progres Smelter.

"Kalau ada kendala, segera beritahu kami. Agar kami segera melakukan komunikasi baik di tingkat daerah maupun di pusat," tutup gubernur.

Sementara itu Wakil Gubernur menilai, progres pembangunan Smelter berjalan dengan baik. Mulai dari pembebasan lahan Smelter seluas 850,16 hektar berjalan dengan baik. Sedangkan untuk relokasi jalan nasional dan provinsi, alih fungsi pelabuhan Benete ke Pelabuhan Lalar dan regulasi-regulasi lainnya berjalan dengan baik. Adapun kendala-kendala yang masih ada, Umi Rohmi sapaan akrab Wagub ini, meminta agar terus dilakukan komunimasi yang intensif dengan pihak-pihak terkait.

"Secara umum pembangunan Smelter sudah on the ringht track. Dari pembenasan lahan dan regulasi semua berjalan baik. Adapun kendala yang ada lakukan pendekatan persuasif," ujarnya.

Selain itu, Wagub juga menekankan kepada pihak PT AMNT agar konsep pembangunan Smelter harus yang ramah lingkungan. Sedangkan yang berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja, Wagub juga meminta agar memaksimalkan penyerapan tenaga kerja lokal.

Untuk menyiapkan tenaga kerja dengan skil yang sesuai dengan kebutihan, pemerintah akan membangun kerjasama dengan perguruan tinggi, training dengan lembaga teknik Petrotekno, revisi BLK dan SMK di NTB dan pembangunan Politeknik Pertambangan.

"Prioritas tenaga kerja lokal, lakukan training untuk upgrade capacity sehingga persentase bisa maksimal diisi tenaga kerja lokal," pintanya.

Sebelumnya Direktur PT AMNT Rahmat Makassau menjelaskan, secara umum progres pembanguna  Smelter berjalan baik. Pihaknya optimis proses konstruksi akan berjalan baik sesuai waktu yang telah direncanakan.

Untuk kebutuhan tenaga kerja, Rahmat mengunkapkan bahwa pada tahap konstruksi Smelter, dibutuhkan 7000 - 8000 tenaga kerja. Proses rekruitmen tenaga kerja masa konstruksi melalui Kontraktor FPC, kerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja setempat.

Sedangkan untuk operasional Smelter dibutuhkan sekitar 500 - 600 tenaga kerja dengan skill baik. Untuk engineer dan operator diperlukan sekitar 100 orang dengan pendidikan S1/D3 Engineering. "Kebutuhan tenaga kerja tersebut belum termasuk industri turunannya. Kami berkomitmen untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal," ungkapnya. (*)(LNG04)

Selasa, 05 November 2019

Danrem 162/WB Berikan Materi Wasbang Dan Proxy War

Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han.,

Mataram - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Provinsi NTB menggelar sosialisasi Wawasan Kebangsaan untuk tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan Mahasiswa Provinsi NTB di Ball Room Hotel Grand Legi Mataram, Rabu (6/11).

Dalam sosialisasi tersebut, Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., bersama Prof. Dr. H.M. Natsir, SH. M.Hum., dari akademisi Unram sebagai nara sumber memberikan materi tentang wawasan kebangsaan.

Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi NTB Ir. H.M. Rum dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada para peserta yang hadir dalam acara sosialiasi. Menurutnya, wawasan kebangsaan adalah sesuatu yang dibutuhkan untuk membangun bangsa dan negara dengan menjaga dan melestarikan kultur asli bangsa Indonesia agar tidak hilang oleh kultur bangsa asing.

"Wawasan kebangsaan seutuhnya menjadi salah satu alat pemersatu bangsa dan negara," terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Danrem 162/WB dalam materinya menjelaskan pengertian tentang Wawasan Kebangsaan sebagai upaya meningkatkan rasa cinta tanah air, rela  berkorban, nasionalisme guna ketahanan nasional mengingat Indonesia sebagai negara patriot dan sejarah mencatat bahwa kemerdekaan Bangsa ini telah dibayar mahal dengan pegorbanan baik harta, benda, jiwa raga bahkan nyawa rela para pahlawan kusuma bangsa korbankan,hasilnya Kita bisa nikmati sampai saat ini.

Dijelaskannya, Proxy War merupakan peperangan yang menggunakan pihak ketiga sebagai dalang non State tapi dikendalikan State dengan berbagai cara dan bentuk untuk menguasai negara sasaran, salah satunya melalui media sosial maupun pemberitaan yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

"Mari kita bijak, cerdas dalam menyikapi berita atau informasi yang sifat kebenarannya belum diketahui secara pasti sehingga tidak salah dalam mengambil sikap dan keputusan," ujarnya. 

Selain itu, Danrem juga menyampaikan penyalahgunaan Narkoba sebagai salah satu wujud proxy war yang bertujuan merusak jaringan Saraf khususnya generasi penerus bangsa, Narkoba masuk melalui jalur laut dan udara, ini harus disikapi bersama dengan menindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku bagi para pengedar maupun pengguna Narkoba.

Orang nomor satu di jajaran Korem tersebut juga memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada semua pihak atas kerjasama pada rangkaian kegiatan Pilkada serentak, Pemilihan Legislatif dan Pilpres yang berjalan tertib, aman, lancar dan kondusif.

"Alhamdulillah rangkaian Pileg, Pilpres dan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden berjalan aman dan damai di NTB," ungkapnya.

Acara dilanjutkan dengan materi yang disampaikan Wakil Rektor III Unram Prof. Dr. H.M. Natsir, SH. M.Hum., dan diakhiri dengan sesi tanya jawab.(LNG04)

Gebyar Desa Benderang Informasi Publik Dihadiri Jangzulmi

Jangzulmi Hadiri Gebyar DBiP


Mataram - Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah akan menggelar Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi (Jangzulmi) di Hotel Lombok Raya Kota Mataram, Kamis (07/11/2019).

Kegiatan ini dikemas spesial karena menyemarakkan Gebyar Desa Benderang Informasi Publik (DPiP) yang akan menghadirkan berbagai elemen masyarakat mulai dari tingkat desa se-Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi, edisi kali ini, akan hadir dalam Gebyar DBiP (Desa Benderang Informasi Publik). DBiP adalah inovasi pola pendekatan pelayanan publik ala Komisi Informasi Provinsi NTB yang kali ini memasuki gelaran yang ketiga," jelas Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, Najamuddin, S. Sos. M.Si saat dimintai keterangan.


"Pemda kab/kota, para Kades, Kepala SMA/SMK, Kepala Puskesmas, Para Camat dan Lurah se Provinsi Nusa Tenggara Barat akan hadir dan menyemarakkan gebyar DBiP tahun ini," ungkap pria yang pernah menjabat Wakil Ketua Komisi Informasi (KI) Provinsi NTB itu. 

Bang Najam juga menjelaskan kegiatan Jangzul-Mi ini merupakan salah satu agenda pemerintah provinsi yang ditunggu tunggu masyarakat. Sebab, melalui acara ini, masyarakat dari berbagi latar belakang dapat menyampaikan gagasan dan harapan mereka secara langsung kepada Gubernur NTB dan Wakil Gubernur NTB. 

"JangZulmi akan menjadi kanal silaturahim, menyerap aspirasi dan mendengar masukan, saran dan ide/gagasan dalam komunikasi dua arah dalam dialognya," jelas Kandidat Doktor Universitas Airlangga Surabaya itu. 

Agar kegiatan tersebut tersebar luas ke masyarakat,  ia berencana menyiarkannya secara langsung melalui media sosial Humas NTB, baik di Facebook, Instagram maupun twitter.


"Kami akan Live Streaming acara ini. Ditunggu yah," imbuhnya. 

Sementa itu, Ketua KI NTB, Hendriadi menjelaskan, kegiatan itu akan menghadirkan tidak kurang dari 1.500 Badan Publik  se-NTB. Terdiri dari 303 Kepala Sekolah dan 158 Kepala Puskesmas dan 1.100 Kepala Desa dan Lurah

Mereka itu katanya akan mengikuti Gerakan Bersama Layanan Dasar dan Desa menuju Benderang Informasi Publik.

"Gebyar Desa Benderang Informasi Publik (DBIP) merupakan puncak acara dari sejumlah kegiatan penguatan, pendampingan dan penilaian implementasi keterbukaan informasi publik di NTB pada tingkat layanan dasar seperti sekolah, puskesmas dan desa/kelurahan," jelasnya.(LNG04)

Bupati Najmul Jadi Keynote Speaker Pertemuan II Bakohumas 2019

Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH.

Lombok Utara - Dalam rangka meneguhkan sinergi kehumasan di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) Bagian Humas dan Protokol menghelat pertemuan Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Rabu (6/11). 

Pertemuan Bakohumas dihadiri praktisi kehumasan OPD se-KLU seperti RSUD, Kemenag, DPRD, Kominfo dan unsur kehumasan lainnya. Kegiatan ini menghadirkan pembicara kunci (keynote speaker) Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH. Sementara Narasumber lainnya dari Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, serta IJTI NTB.

Membuka pertemuan Bakohumas, Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada Humas dan Protokol Setda KLU atas torehan tropi sebagai salah satu Humas berprestasi di Indonesia pada ajang penganugerahan Insan Public Relations Indonesia (IPRI) 2019.

"Saya ucapkan selamat pada Humas. Alhamdulillah telah mendapatkan award, salah satu insan humas meraih silver winner kabupaten di Indonesia, pada acara Jampiro 2019," ucap apresiatif Sekjen APKASI ini.

Orang nomor satu di bumi bersesanti Tioq Tata Tunaq ini berpesan, prestasi yang ditoreh dapat memacu pemangku pemerintahan daerah agar tetap menjaga suasana yang baik, seraya meningkatkan kapasitas. Bakohumas niscaya bersinergi.

Pada kesempatan itu, Bupati menyampaikan otoritas institusi kehumasan lingkup Pemda KLU yang ditekankannya terkait peran kehumasan sembari mengajak para peserta Bakohumas bersama-sama bersinergi.

"Kalau kita melihat apa yang terjadi akhir-akhir ini di media sosial. Seakan-akan pemerintah daerah tak pernah melakukan apa-apa. Kalau kita kaji bersama, peran terbesar di media sosial itu adalah persepsi yang dibangun secara negatif terhadap pemerintah daerah dibandingkan hal-hal positif," tutur Bupati Najmul.

Jika dicermati secara obyektif, lanjutnya, apa yang dilakukan pihaknya setiap hari di kantor, tiada lain yaitu fokus melayani masyarakat. Sebetulnya merunut kondisi kita saat ini, Pemda KLU sudah bekerja dengan baik, tetapi sayangnya, informasi yang sampai kepada masyarakat itu yang kurang. Pada aspek informasi yang kurang itulah, niscaya diperbaiki.

"Kita perlu menyampaikan ke masyarakat informasi secara edukatif. Pemda tidak selamanya baik, memang kekurangan-kekuarangan itu pasti ada, tugas kita adalah menjaga persepsi masyarakat secara bersama dan berbuat yang terbaik," pintanya.

Doktor Ilmu Hukum ini kemudian menjabarkan beberapa peran Kehumasan KLU yang diharapkan menjadi entri poin informasi-informasi terkait implementasi pembangunan dan pemerintahan daerah pada masyarakat.

"Harapan saya Humas ini menjadi pintu awal apa yang dilakukan pemerintah. Silakan masyarakat menilai, baik itu negatif atau positif sehingga informasi di lapangan itu tidak bias," harapnya.

Ia menceritakan, beberapa waktu silam ada salah satu media menemukan satu masalah RTG yang pengerjaannya tidak baik. Ternyata hal itu viral di media. Nilai informasinya mengalahkan 35 ribu unit rumah yang sudah dan sedang dikerjakan pemerintah selama tahun pertama. Media seharusnya tetap menjaga etika pers, diantaranya memberi edukasi kepada masyarakat. Pihak media mestinya harus konfirmasi dulu kepada pihak-pihak terkait, baru kemudian diberitakan supaya masyarakat mendapatkan informasi dan pemberitaan yang seimbang.

Peran kehumasan lainnya, menjadi corong informasi publik, menjadi garda pengelolaan informasi pembangunan daerah, serta sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat.

Dalam pada itu, mewakili Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, Kepala Sub Bagian Pengelolaan Data dan Naskah Pimpinan, Lalu Irfani Gea Abdita, S.STP memaparkan, Biro Humas Provinsi NTB punya Manajemen PRCC. Sejak adanya PRCC, banyak muncul sentimen positif dan sentimen negatif. Banyak pertanyaan yang datang dari pelbagai kalangan, misalnya "Kok Humas berubah jadi PRCC"?

"Sebenarnya Humas tidak diganti. PRCC itu manajemen kehumasan yang digagas Kabiro. Intinya, kita mencoba untuk lebih dekat dan hadir di tengah-tengah masyarakat," pungkasnya.

Sekretaris IJTI NTB Afifudin Adnan, S.Sos.I berterima kasih telah diundang diskusi sharing wawasan dunia jurnalistik. Hal itu erat kaitannya dengan tugas dan pekerjaan di instansi pemerintahan, yaitu menyampaikan informasi kepada publik.

Afifudin memulai materinya dengan mengulas tentang konvergensi media. Menurutnya, kalau konvergensi media bisa dilakukan oleh praktisi humas, maka bisa memudahkan kerja-kerja kehumasan di KLU. Konvergensi media berkaitan dengan penggabungan media-media. Di era sekarang, lanjutnya, semua media tergabung dengan internet sehingga semua hal bisa diakses dalam satu media serta mengukurnya pun lebih jelas karena bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun.

"Media sosial sekarang ini menjadi bonus untuk kita semua sehingga harus kita manfaatkan. Jika ada Humas tidak menggunakan media sosial itu langkah keliru, karena media itu strategis," terangnya.

Konvergensi media menjadi hal yang begitu penting, terutama bagi praktisi humas pada tiap kegiatan kehumasan.

Sementara itu, seusai sesi dialog dan diskusi, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda KLU Mujaddid Muhas, M.A menyampaikan, Humas dan Protokol Setda KLU sedang melakukan penataan. Menjawab pertanyaan terkait program dan kegiatan Humas dan Protokol, pihaknya menyampaikan program Humas ada yang sifatnya sinergi dengan stakeholders, seperti Humas dengan Pewarta. Ada juga program kegiatan forum pimpinan daerah dengan pimpinan media, dan forum pertemuan Bakohumas.

Ditambahkannya, dalam fase penataan ini pihaknya mencoba memperluas dan menambah volume kegiatan serupa. Perlu urun rembuk untuk memadukan gagasan maupun masukan dan saran.

"Contoh program ril seperti program press tour yang dulu pernah ada. Semoga ini bisa terealisasi sebagai tindak lanjut dari saran teman-teman pewarta," ujarnya.(LNG04)

Wagub Targetkan Kunjungan 4,5 Juta Wisatawan Tahun 2020 Terwujud

Wagub NTB Bersama Crew Sun Princess

Lombok Barat - Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyaksikan langsung sandarnya kapal pesiar Sun Princess di Pelabuhan Gili Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Selasa (5/11/2019).

Dalam keterangannya, Wagub menyatakan bahwa pihaknya optimistis akan dapat mengejar capaian target kunjungan 4,5 juta wisatawan di tahun 2020 mendatang.

"Alhamdulillah hari ini adalah hari pertama kali Pelabuhan Gili Mas beroperasi. Bagi kami ini adalah suatu progres yang sangat baik. Tentunya menjadi tantangan bagi kita semua, bagaimana kita melayani tamu-tamu kita dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Hukum dan Kerjasama Luar Negeri, Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Hasan Basri, yang mewakili Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menjelaskan kapal pesiar berukuran besar bersandar di Pelabuhan Gili Mas, Sekotong, Lombok Barat, sekaligus menandai pelabuhan ini sekarang sudah resmi beroperasi.

Kapal pesiar Sun Princess berukuran 261 meter itu berkapasitas 5.000 orang. Kali ini kapal tersebut mengangkut 2.031 orang wistawan mancanegara.

Dermaga di Pelabuhan Gili Mas sepanjang 440 meter telah rampung dibangun oleh PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) / PT Pelindo III dan siap untuk disandari kapal pesiar Sun Princess dengan Length Overall (LOA) 261 meter, lebar 32 meter, bobot mati 77,441 GT, dimana sebelumnya kapal pesiar tidak bisa sandar ke pelabuhan Lembar saat mengunjungi Pulau Lombok.

"Telah kita saksikan bersama bahwa hari ini menjadi hari kebanggaan dari masyarakat Nusa Tenggara Barat, dapat kita lihat telah tersandarkan kapal dalam ukuran besar kapal cruise yang mengangkut wisatawan asing. Tentunya ini sebuah potensi yang sangat dibanggakan dan ini juga dapat berpengaruh pada pendapatan daerah terutama pariwisata yang menjadi ikon," ucapnya saat menghadiri uji coba sandar Kapal Cruise di Terminal Gili Mas, Lombok Barat.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasi dan Komersial, Putut Sri Muljanto mengatakan bahwa mulai hari ini, kapal pesiar dengan panjang lebih dari 300 meter bisa langsung bersandar di dermaga sehingga wisatawan tidak perlu lagi menggunakan sekoci untuk mencapai daratan seperti yang selama ini dilakukan di Pelabuhan Lembar, sehingga dari keamanan dan kenyamanan penumpang lebih terjamin.

Kapal pesiar berbendera Bermuda tersebut berlayar dari Fremantle, Australia dan merupakan kapal perdana yang sandar di dermaga Gili Mas, setelah itu menuju Port Kelang, Malaysia. “Kunjungan kapal pesiar direct call dari luar negeri langsung ke Pulau Lombok ini sangat bagus, menunjukkan antusiasme operator kapal pesiar dan penumpangnya ingin berwisata di Pulau Lombok.” ujar Putut.(LNG04)

Senin, 04 November 2019

Ketua TP PKK NTB : Wanita NTB, Ayo Sadar Kesehatan Reproduksi


Peserta Seminar Kesehatan Reproduksi Wanita Berfoto Bersama

Mataram- Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc menghadiri acara Inspirasi Sehat PSV (Perempuan Sadar Vagina) di Hotel Golden Palace Mataram, Selasa (5/11/2019)
Dalam sambutannya, Hj. Niken menyampaikan bahwa faktor pembunuh perempuan di Indonesia salah satunya adalah kanker serviks. Hal ini terjadi karena kurangnya edukasi dan informasi dalam diri perempuan terkait pentingnya menjaga daerah kewanitaan.
Untuk itu, Ketua TP PKK NTB berharap agar acara Inspirasi Sehat PSV ini terus dilakukan di berbagai tempat di NTB, sehingga seluruh masyarakat, mulai dari remaja sampai dengan orang tua mengetahui informasi akan pentingnya menjaga alat reproduksi.
"Saya berharap acara seperti ini tidak hanya dilakukan di kota-kota saja dan acara ini juga dapat dilakukan dalam berbagai forum yang sejenis," jelasnya.
Hj. Niken sangat mengapresiasi acara PSV yang bertujuan untuk memperingati Hari Ibu ke-91, dengan tema, " Perempuan Sehat Bahagia Berdaya dan Keluarga Tahan Negara Kuat".
Dalam kesempatan ini juga, Ketua Dharma Pertiwi Koorcab NTB Daerah J, Kirana Rizal Ramdhani, juga menyampaikan pentingnya seorang wanita agar lebih memperhatikan organ reproduksi.
"Kesehatan reproduksi wanita tidak cuma ditentukan dengan kondisi fisik yang bebas penyakit, melainkan bagaimana seseorang mampu memiliki organ yang sehat," jelasnya.(LNG04)