Selasa, 03 Desember 2019

“COFFEE TALK” JELANG KOMPETISI BARISTA DI HOTEL SVARGA LOMBOK BARAT

Kompetisi Barista Kopi "Coffee Talk" 2019

Giri Menang, Selasa 3 Desember 2019 – Hotel Svarga yang berada di Kawasan Senggigi Lombok Barat nampak sangat serius menyiapkan diri dengan “brand” kopi sebagai salah satu jualan utamanya. Hotel berbintang empat itu akan menggelar Kompetisi “Barista” Kopi di tanggal 21 Desember nanti. Sebagai bentuk keseriusannya, hotel yang memastikan dirinya sebagai “hotel halal” dengan tidak menyajikan minuman beralkohol tersebut akan menggelar “Coffee Talk” atau “diskusi tentang kopi” yang akan digelar pada hari Kamis, 12 Desember 2019.
Hal tersebut disampaikan oleh Manajer Operasional Hotel Svarga Zulfadli saat menyambangi Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid di ruang kerja Bupati Lombok Barat di Gerung, Selasa (2/12/2019).
“Sebagai pra acara kompetisi, kami akan menggelar diskusi ringan tentang kopi. Coffee Talk itu akan di hadiri oleh para barista yang ada di hotel-hotel di Senggigi. Kita akan bertukar pendapat tentang penyajian kopi sebagai menu minuman utama untuk breakfast di hotel-hotel,” ujar Zulfadli.
Zul, panggilan akrabnya, menyatakan bahwa dalam acara “Coffee Talk” tersebut, direncanakan pihaknya bisa terselenggara setiap bulan sekali.
“Kami menyiapkan panggung di Svarga Hotel untuk semua pihak. Kita berdiskusi tentang kopi atau apa saja yang akan memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan wisata halal di NTB,” terang Zul.
Menurut Zul, banyak aspek positif yang bisa didiskusikan untuk pembangunan kepariwisataan di Pulau Lombok, terutama untuk memperkuat brand image NTB (Nusa Tenggara Barat, red) sebagai Pusat Pariwisata Halal Dunia.
Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid di kesempatan yang sama sangat mengapresiasi kegiatan tersebut yang dilakukan oleh pihak manajemen Hotel Svarga. Kata dia, di samping untuk menghidupkan aspek promosi kepariwisataan di Lombok Barat khususnya di Senggigi, Coffee Talk itu juga akan membuka kesempatan kepada usaha kecil/mikro dan menengah untuk mempresentasikan produknya di hadapan para pelaku bisnis perhotelan.
“Lombok Barat ini memiliki banyak potensi kopi yang sudah branded. Tinggal bagaimana mereka bisa mempromosikan usahanya kepada calon pembeli yang lebih eksklusif seperti untuk kebutuhan di hotel-hotel,” ujar Bupati.
Sedikitnya, terang Fauzan, ada beberapa jenis varian kopi yang sudah berkembang di Lombok Barat dengan harga yang relatif bersaing di pasaran. Selain Kopi Berkah yang ada di Desa Kekait, terdapat juga Kopi Tradisional di Prabe Batu Mekar Lingsar, Kopi Nyot di Pusuk Lestari, dan Kopi Gula Aren di Desa Langko Lingsar.
“Mereka bisa diberikan kesempatan tidak hanya untuk mendisplay barang, tapi juga mempresentasikan sisi keunggulan produknya sehingga bisa dimanfaatkan oleh kalangan perhotelan di Senggigi,” ujar Fauzan Khalid.
Coffee Talk yang akan diselenggarakan di tanggal 12 Desember 2019 ini, oleh Hotel Svarga Senggigi juga dijadikan sebagai pemanasan untuk kegiatan utamanya berupa Kompetisi Membuat Kopi di tanggal 21 Desember 2019 nanti. Oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat, kegiatan tersebut menjadi angin segar untuk mempromosikan kepariwisataan di Senggigi. 
“Saat peak season di Bulan Desember ini, kompetisi tersebut menjadi alternative atraksi pasca kita menyelenggarakan Perang Topat yang akan diselenggarakan di tanggal 11 Desember nanti,” tutup Bupati Lombok Barat.(LNG04)

Kodim Sumbawa, PUPR Dan Pengadaian Kembali Distribusikan Air Bersih Untuk Warga

Pembagian Air Bersih Oleh Kodim 1607/Sumbawa

Sumbawa - Kebutuhan air bersih hingga saat ini masih terjadi dibeberapa wilayah seperti di Desa Semamung Kecamatan Moyo Hulu Kabupaten Sumbawa. Kodim 1607/Sumbawa bersama jajaran bekerjasama dengan Pegadean dan PUPR Sumbawa mendistribusikan air bersih untuk warga Desa Semamung dengan mengirim lima mobil tangki air berkapasitas 4000 liter.

Komandan Kodim 1607/Sumbawa Letnan Kolonel Inf Samsul Huda, SE. M.Sc., memberikan apresiasi atas sinergitas dan kerjasama instansi terkait dalam membantu warga yang sedang kesulitan air bersih.

Menurutnya, kegiatan tersebut dilakukan selain dalam rangka juang TNI AD ke 74 tahun 2019, juga meringankan beban warga untuk memenuhi kebutuhan air mengingat musim hujan saat ini belum merata keseluruh daerah.

"Alhamdulillah hari ini Danramil 1607-08/Moyo Hulu bersama para Babinsa membantu mendistribusikan air bersih kepada warga Desa Semamung, dan itu akan terus dilakukan hingga musim hujan tiba," ungkap Dandim.

Pria kelahiran Jawa Timur tersebut berharap sinergitas yang diwujudkan dengan kekompakan dan kebersamaan bersama warga dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah dalam pemenuhan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat, serta akan berusaha membantu setiap kesulitan yang dihadapi warga masyarakat dengan upaya maksimal yang dapat dilakukan.(LNG04)

Gubernur NTB Pimpin Upacara Hari Bakti Pekerjaan Umum


Gubernur NTB Saat Memimpin Upacara Hari Bhakti PU

Mataram - Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc menjadi inspektur upacara pada Upacara Hari Bakti Pekerjaan Umum ke 74 tahun 2019. Upacara tersebut digelar di Lapangan Kantor PUPR Provinsi NTB, Selasa (3/12/2019). Gubernur dalam kesempatan tersebut membacakan sambutan tertulis Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo.

"Selamat Hari Bakti Pekerjaan Umum ke 74, kepada seluruh insan dan keluarga besar PUPR. Terima kasih yang sebesar-besarnya atas kinerja serta kerja keras seluruh pihak," katanya.

Dalam lima tahun terakhir, Indonesia telah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, bandara, pelabuhan untuk mendukung tol laut, pembangkit tenaga listrik, bendungan, dan lain sebagainya.

"Infrastruktur dasar terus kita bangun, seperti jalan-jalan desa, perbaikan irigasi yang tidak hanya dilakukan di Pulau Jawa saja, tetapi seluruh wilayah di Indonesia khususnya Indonesia bagian timur, wilayah pedalaman, kawasan terisolir dan juga daerah perbatasan," tambahnya.

Peningkatan infrastruktur dilakukan untuk meningkatkan daya saing dan pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan rasa keadilan masyarakat serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Infrastruktur di Indonesia tahun 2018 kata Presiden berada diposisi ke 71 dari 140 negara. Sementara di tingkat ASEAN berada di posisi ke lima. 

“Oleh karena itu, saya mengajak kita semua untuk bekerja lebih keras lagi untuk mengejar ketertinggalan dan menjadi terdepan," kata Gubernur saat membacakan sambutan Presiden. 

Pembangunan infrastruktur harus memiliki dampak yang signifikan untuk kesejahteraan masyarakat, seluruh jajaran dan mitra yang bekerja harus memastikan bahwa akan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat khususnya dalam meningkatkan kelas UMKM, pariwisata, dan menciptakan lapangan kerja. 

"Oleh karena itu, sudah saatnya untuk menghubungkan infrastruktur-infrastruktur yang tersedia di sentra-sentra produksi. Menghubungkan objek wisata dengan sentra-sentra pemekaran, jalan tol tersambung dengan kawasan industri, pelabuhan harus tersambung dengan kawasan distribusi, bandara harus tersambung dengan kawasan perdagangan dan jasa serta infrastruktur lainnya", jelasnya.

Di momentum Hari Bakti PU ini juga, Presiden juga menyampaikan bahwa dalam lima tahun ke depan, Indonesia akan melanjutkan pembangunan lebih baik lagi, membangun 1000 embung, 500 ribu hektar jaringan irigasi baru, 2500 km jalan tol, 60.000 km jalan baru dan meningkatkan akses air minum, persampahan, dan sejuta rumah khususnya bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah. Selain itu, akan dilakukan pemindahan ibukota negara ke Kalimantan Timur dengan konsep smart metropolis.

Mengakhiri sambutan itu, Presiden berharap dan meminta seluruh insan PUPR untuk meneladani semangat pantang menyerah, keberanian, pengorbanan, sebagai mana yang ditunjukan oleh tujuh pahlawan yang gugur di Gedung Sate 74 tahun yang lalu. Mereka akan selalu menjadi sumber motivasi dan inspirasi bagi kita semua khususnya insan PUPR dalam menjalankan tugasnya.

Diakhir upacara tersebut Gubernur NTB yang didampingi oleh Kepala Dinas PUPR Ir. H. M. Azhar, MM menyerahkan hadiah pemenang lomba poster desain penataan ruang kepada Krisbella Dosreis Junior siswi asal SMAN 3 Mataram, Dinda Ayuningtyas siswi asal SMAN 1 Selong, dan Tangguh Pratama Putra siswa asal SMAN 1 Mataram.(LNG04)

Tingkatkan Kondisi Sanitasi dengan Penyediaan Sarana Fisik dan Pemberdayaan Masyarakat

Gubernur NTB Menerima Audiensi Dari Perwakilan JMP UNICEF

Mataram - Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah menerima audiensi tim Joint Monitoring Programme (JMP) UNICEF bertempat di ruang kerja Gubernur, Selasa, (03/12/2019). Dalam kesempatan tersebut tim JMP melaporkan hasil kunjungan lapangan dan advokasi pelaksanaan BASNO/setop BAB sembarang dan pengelolaan sanitasi domestik aman yang dilaksanakan bersama dengan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Gubernur mengatakan, penyelenggaraan pengelolaan air limbah domestik bertujuan untuk meningkatkan akses layanan sanitasi dan air limbah domestik yang aman dan ramah lingkungan, sehingga tercapai peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dan lingkungan yang lebih baik dan sehat. 

“Peningkatan kesadaran dan partisipasi dari seluruh pemangku kebijakan sangat dibutuhkan dalam membangun sanitasi yang baik di Kabuapaten Sumbawa Barat“ 

Permasalahan sanitasi, lanjut Bang Zul, sapaan akrabnya, bukan hanya sekedar permasalahan pembangunan sarana dan prasarana sanitasi, tetapi permasalahan perilaku hidup bersih masyarakat. Strategi untuk meningkatkan kondisi sanitasi di kabupaten Sumbawa Barat tidak cukup hanya dengan penyediaan sarana secara fisik tetapi perlu kegiatan non fisik berupa pemberdayaan masyarakat. 

“Perlu adanya komunikasi yang baik, sehingga pembangunan sanitasi di daerah kita ini bisa terus berkelanjutan, demi meningkatkan kualitas hidup masyarkat kita di KSB” kata Gubernur.

Sementara itu, Chief of WASH-UNICEF Indonesia Ann Thomas dalam kesempatan itu menjelaskan, pelayanan sanitasi dan air limbah domestik yang aman dan ramah lingkungan adalah layanan yang memutus sumber pencemaran limbah domestik ke badan/sumber air. Layanan ini mencakup penampungan yang memenuhi standar teknis tangki septik kedap sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), sistem penyedotan/transportasi yang memastikan lumpur tinja sampai ke unit pengolahan, serta unit pengolahan limbah yang berfungsi (IPLT/IPAL). 

“Banyak kita lihat penyakit disebabkan oleh kualitas rendah sanitasi yang mengancam kesehatan dan perkembangan anak, itu semua harus kita kurangi” tuturnya 

Beberapa tujuan program STBM di Kabupaten Sumbawa Barat ini yaitu untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, menurunkan angka penderita yang disebabkan oleh penyakit yang berbasis lingkungan, dan mewujudkan lingkungan sehat dan bersih dari desa hingga wilayah. 

“Dari seluruh pilar STBM tersebut, akan kami koordasikan dengan Tim kerja STBM dari tingkat desa hingga kelurahan” tuturnya

Sebagai tambahan, lanjut Thomas, terdapat enam hasil kunjungan pertama dan kedua Tim UNICEF di Kabupaten Sumbawa Barat.

Thomas merincikan, yang pertama, pengisian dan penyusunan instrumen penilaian pengelolaan sanitasi. Ke dua, memastikan komitmen pemerintah KSB setelah mencapai Setop Buang Air Sembarangan, ketiga, tim UNICEF berencana membuat video inspirasi dan film dokumenter program STBM Kabupaten Sumbawa Barat, ke empat, TIM UNICEF berkomitmen untuk menjadikan KSB sebagai kabupaten percontohan. Ke lima, bersedia memfasilitasi kegiatan Advokasi Horisontal Learning (AHL) tingkat nasional terkait dengan kebijakan sanitasi aman, serta ke enam, bersedia memberikan bantuan peningkatan kapasitas kelembagaan dan personalia pengelolaan sanitasi aman. 

“Atas kepedulian dan komitmen kita bersama, kami yakin, pengelolaan sanitasi aman ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang“ katanya.(LNG04)

Tidak Kurang 27 Sellers Promosikan Wisata NTB di Jakarta

Promosi Pariwisata NTB


Jakarta- Tidak kurang dari 27 sellers mempromosikan pariwisata NTB di Jakarta hari ini, Selasa (03/12/2019). Para seller dari NTB itu terdiri dari para pengusaha perhotelan, pelaku wisata dan para pengusaha travel. Kegiatan itu bertajuk NTB Kompak Bersinergi Bersama, Sales Session Lombok Sumbawa.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Harris Tebet, Jakarta Selatan itu dibuka Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah didampingi Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE.,M.Sc serta sejumlah kepala OPD. 

Hadir juga Wakil Ketua DPRD NTB, H. Mori Hanafi pada Kegiatan yang digagas Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB tersebut. 

Wakil Gubernur NTB mengatakan pemerintah provinsi tetap berupaya agar pariwisata NTB terus mengalami kemajuan. NTB lanjutnya, tidak hanya menawarkan pantai, air terjun, gunung Rinjani dan Tambora yang sudah menjadi geopark dan biosfer dunia. Tapi juga menawarkan budaya-budaya yang luar biasa unik, dari tiga suku  yang ada, yaitu  Sasak, Samawa dan Mbojo.

"Begitu banyak yang bisa dieksplor dari tiga suku tersebut. Dari sisi budaya kesenian pakaiannya, tenunnya. Jadi kalau orang tanya tenun di NTB itu bagaimana, tunggu dulu, tenun yang mana karena setiap kabupaten kota itu memiliki puluhan jenis tenun masing-masing," jelasnya di hadapan puluhan bayers dan sellers yang hadir.

Warga NTB tegas Wagub harus bersyukur karena memiliki daerah seperti NTB itu sangat indah. Rata-rata para tamu yang datang katanya, menilai bahwa NTB itu seperti surga. 

"Tinggal bagaimana seluruh pelaku pariwisata kompak bekerjasama. Apalagi Ketua Dekranasda NTB kita memiliki kesungguhan dalam bekerja. Bahkan impian kita di NTB itu menjadi pusat fashion muslim dunia yang diangkat dari tenun NTB itu sendiri. Jadi itu bukan hanya impian dan kita akan mewujudkan dan itu pasti bisa selama kita kompak," katanya.

Karena itu, Wagub yang akrab sapa Umi Rohmi itu mengajak semua pihak, eksekutif, legislatif dan para pelaku wisata untuk membangun sinergi yang harmonis.

"Kalau kompak, Insya Allah semua bisa dilaksanakan dengan baik, bagaimana cara kita mengumpulkan semua energi menjadi sebuah kekuatan yang luar biasa besar," ungkap Umi Rohmi

Sementara itu, Kepala BPPD NTB, Anita Ahmadi mengatakan, kegiatan Sales Session ini dimaksudkan untuk memperkenalkan potensi pariwisata NTB. Selama ini katanya, ia telah berkeliling Indonesia, bahkan ke luar negeri untuk memperkenalkan NTB. Sambil meyakinkan bahwa NTB sudah aman. Sebab, musibah gempa bumi tahun lalu berdampak pada menurunnya angka kunjungan wisatawan.

Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk bahu membahu, bersama-sama dan kompak untuk membangun pariwisata NTB.

Salah satu buyer yang mengikuti kegiatan tersebut, Tengku Mazrita, dari Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia, di Jakarta mengatakan akan mendukung pariwisata NTB. 

"Saya ke sini untuk silaturrahmi sekaligus untuk mempromosikan NTB," katanya.

Ia mengaku NTB memiliki daya tarik sendiri. Sehingga, wanita yang punya usaha Travel Transforma itu akan membantu pariwisata NTB. Meski baru sekali ke NTB, namun ia memiliki kerjasama dengan para pelaku pariwisata di NTB.(LNG04)

Gubernur Anies Harus Turun Selesaikan Kisruh P3SRS City Park

Rusunami City Park Cengkareng Jakarta

JAKARTA - Warga penghuni Rusunami City Park, Cengkareng, Jakarta Barat meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memeriksa Kabid Pembinaan, Penertiban, dan Peran Serta Masyarakat Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman DKI Jakarta, Meli Budiastuti.

Hal ini berdasarkan atas keputusan Meli yang menyetujui dan mensahkan hasil pemilihan pengurus Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) City Park yang menyalahi aturan.

Satya Dharma salah satu warga mengatakan, kekisruhan ini telah berlangsung sejak delapan tahun lalu. Saat itu pengembang sedang melakukan pembentukan panitia musyawarah untuk memilih P3SRS.

"Lalu tiba-tiba kelompok mereka membawa semacam SK Gubernur yang menunjuk sebagai pengurus. Padahal diaturannya pengurus harus orang yang memiliki unit, tinggal dan berdomisili di unit," ungkapnya.

Hingga pada akhir 2017 kemudian ada pembentukan pengurus periode 2018-2021 yang memilih Philip Tan sebagai ketua.

"Pemilihan itu hanya dihadiri oleh 27 orang dari total sekitar dua ribuan kepala keluarga di City Park," ucapnya.

Namun rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Pembinaan, Penertiban, dan Peran Serta Masyarakat Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman DKI Jakarta, Meli Budiastuti. Meli pun mensahkan hasil rapat tersebut.

Sementara Dirut PT Reka Rumanda Agung Abadi, Untung Sampurno sebagai pengembang sangat menyayangkan pihak Dinas PRP DKI Jakarta yang melegalisasi peroses pemilihan tersebut.

"Apakah bu Meli tidak melihat aturannya," katanya mempertanyakan.

Menurut Untung, pihaknya merasa dirugikan. Karena selalu menjadi 'Kambing Hitam' ketika ada kisruh pengurus P3SRS dengan penghuni. "Pengembang selalu jadi kambing hitam. Kalau ribut disangka pengembang yang atur," tuturnya.

Padahal, lanjutnya, pengurus P3SRS dengan warga sudah dimediasi oleh Pemkot Jakarta Barat dan Sudin PRP pada 22 November 2019. Mereka pun diharuskan membentuk Pamus maksimal 30 November 2019.

"Tapi mereka beralasan tidak bisa memenuhi karena sebelumnya terganggu oleh kinerja Pokja yang dibentuk Dinas PRP. Mereka membuat spanduk pendaftaran calon Pamus maksimal 9 Desember, padahal sudah menyerahkan tujuh nama pada 27 November ke dinas," jelasnya.

Hal inilah yang membuat warga marah. Sebab berulang kali mereka melanggar aturan dan kesepakatan yang telah dibuat bersama.

"Kita ingin Gubernur DKI Anies Baswedan turun langsung, jangan pakai staf, sudah tidak benar itu. Anehnya, pengembang mau bikin benar, tapi orang luar bikin kacau," tegasnya. (LNG04)

HARI BHAKTI PU KE-74 Tiga Pesan Bupati, Salah Satunya Intervensi Keberkahan

Peringatan Hari Bhakti PU Secara Nasional

Giri Menang, Selasa 3 Desember 2019 – Setiap 3 Desember diperingati sebagai Hari Bhakti Pekerjaan Umum secara nasional termasuk tahun 2019 ini. Di Lombok Barat (Lobar), bertempat di halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), dengan Bupati Lobar H. Fauzan Khalid yang bertindak sebagai pemimpin upacara, Hari Bhakti PU diperingati.

Bupati Fauzan dalam amanatnya menyampaikan tiga pesan utama, salah satunya perlunya kebersamaan antar insan PU dalam mengemban tugas. Hal ini penting, pesan bupati, untuk memaksimalkan hasil pembangunan. 

“Kita semua selalu harus tetap menjaga kebersamaan internal kita,” ajak bupati.

Menurutnya, pekerjaan yang dikerjakan oleh beberapa orang saja, tidak akan sebagus dengan hasil yang dikerjakan oleh banyak orang. Untuk itu, pesan bupati, segala ikhtiar di PU hendaknya diawali dengan aspek kebersamaan. Hal ini penting, karena kadang kita tidak menyadari bahwa mengerjakan sesuatu secara bersamaan akan menghadirkan intervensi dalam bentuk keberkahan dari Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT. 

“Sengaja saya sampaikan Bapak Ibu sekalian, karena kita tidak hanya mementingkan jumlah, tidak hanya mementingkan kualitas, kita juga mementingkan intervensi keberkahan. Salah satu caranya adalah menjaga kebersamaan, menjaga soliditas, atau bahasa agamanya menjaga silaturrahim,” tegas bupati. 
Pesan lain yang disampaikan bupati adalah perlunya mengutamakan kualitas dan ketepatan waktu. Aspek kualitas ini penting, kata bupati, sebagai bahan evaluasi terlebih di era saat ini masyarakat dengan mudah bisa melihat dan mengakses hasil pembangunan karena didukung oleh kemajuan informasi dan teknologi.

Meskipun diakui bupati, kualitas pembangunan oleh Dinas PUTR sudah menanjak satu tingkat lebih baik. Terbukti belum lama Kab. Lombok Barat diterima sebagai anggota Construction Strategic Transparency (CoST). Lombok Barat merupakan satu-satunya kabupaten dari lebih dari 400 kabupaten di Indonesia yang menjadi anggota CoST yang merupakan organisasi internasional untuk transparansi infrastruktur dan beranggotakan 19 negara. Lombok Barat adalah anggota yang ke-19.

Keanggotaan ini karena Lombok Barat dinilai bagus dalam mengembangkan infrastruktur. Misalnya, untuk 3 tahun terakhir ini, dengan pembiayaan yang bersumber dari Hibah PRIM dengan hasil kinerja 100%, Lombok Barat dijadikan sebagai Pusat Pembelajaran Nasional dalam Penyelenggaraan Jalan Daerah. Selain menjadi anggota CoST, Dinas PUTR juga meraih Predikat Kepatuhan Tinggi dari Ombudsman RI dengan raihan nilai sempurna yaitu 100 untuk bidang Pelayanan Publik Tata Ruang. Hal itu, sambung bupati, harus dijadikan sebagai motivasi di dalam bekerja untuk terus memberikan yang terbaik dan kebanggaan masyarakat Kab. Lombok Barat.

Penghargaan tersebut, sebut bupati, harus dijaga dengan mempertahankan kualitas pembangunan infrastruktur khususnya jalan. 

“Kuantitas tentunya penting, tetapi kuantitas tidak boleh mengorbankan, tidak boleh mengabaikan aspek kualitas,” tekan bupati.

Kepada Dinas PUTR, bupati tetap mengingatkan, di dalam merencanakan dan melaksanakan setiap pembangunan aspek kualitas tidak boleh diabaikan apalagi ditinggalkan. Termasuk dari sisi aspek ketepatan waktu dalam mengerjakan setiap proyek pembangunan yang harus juga dikedepankan.

Pesan penting lainnya bupati yaitu aspek konektivitas. Aspek ini penting karena untuk mencapai pertumbuhan ekonomi harus juga mempertimbangkan keterbatasan fiskal daerah.

"Kita harus memilih mana yang harus didahulukan, mana yang harus dibelakangkan,” ujar bupati. 

Menurutnya, kita harus pintar memilih aspek prioritas dan harus mempertimbangkan aspek konektivitas pembangunan ekonomi demi mendorong kesejahteraan masyarakat. Aspek konektivitas dan prioritas ini mencakup infrastruktur jalan, pembangunan sanitasi, air bersih, dan lain-lain. 

“Gedung kita bagus bukan untuk kepentingan kita semata-mata tetapi juga demi kenyamanan masyarakat kita untuk minta dilayani di kantor kita,”ujar bupati menyinggung salah satunya bagusnya bangunan Dinas PUTR Lobar. 
Dikatakan bupati, tema Hari Bhakti PU ke-74 Tahun 2019 ini adalah “Sigap Membangun Negeri Untuk Indonesia Maju”. Tema tersebut sangat positif karena menyiratkan semangat agar selalu menggariskan diri dalam bekerja sesuai khittah dan sui generis atau tujuan bernegara, yaitu “membangun” negeri. 

Sebelum amanat bupati, dibacakan juga sejarah asal muasal peringatan Hari Bhakti PU. Dikutip dari http://sda.pu.go.id/, peringatan ini berawal dari gugurnya dan hilangnya 7 Pemuda Pegawai Dinas Pekerjaan Umum dalam pertempuran melawan penjajah Belanda. Peristiwa tersebut terjadi 3 Desember 1945 di Bandung, tepatnya di Gedung Departement Van Verkeer En Waterstaat (Gedung Sate sekarang). Para pemuda yang merupakan pegawai PU itu ditugaskan untuk memelihara dan menjaga keamanan, dan menjaga ketertiban Gedung Sate serta kekayaan milik negara yang ada di dalamnya. Hari itu sekitar pukul 11.00.WIB, Gedung Sate diserbu pasukan Sekutu dan Belanda dari segala penjuru. Setelah melakukan perlawanan sengit selama 4 jam, akhirnya dari 21 orang pemuda diketahui 7 orang hilang dan dinyatakan telah gugur, seorang lagi luka ringan. Ketujuh pemuda yang hilang dan tidak diketahui makamnya hingga saat sekarang itu adalah Didi Hadianto kamarga, Muchtaruddin, Rana, Subengat, Suhodo, Rio Susilo dan Surjono.

Pada tanggal 3 Desember 1951, Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Kerja pada waktu itu, Ir Ukar Bratakusuma pada Kabinet Sukiman memberikan Surat Tanda Penghargaan yang menyatakan menghormati ke-7 pegawai tersebut sebagai “Pemuda yang Berjasa.” Setelah itu dibuatkan pula “Batu Prasasti” sebagai Tanda Penghargaan yang ditempatkan di dinding Hall Gedung Sate. Sejak itu dan berdasarkan Keputusan menteri koordinator Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Kerja Nomor: 58/KPTS/MENKO/1965 tanggal 27 Nopember 1965, ditetapkan tanggal 3 Desember sebagai Hari Bhakti Pekerjaan Umum dengan maksud untuk menggugah semangat heroisme, rasa solidaritas dan kekeluargaan di kalangan pegawai, buruh, dan karyawan PU. 

“Sejarah ini perlu kita camkan untuk menjadi modal kita di dalam bekerja dan mengabdi terhadap bangsa dan negara khususnya di bidang Pekerjaan Umum dan Tata Ruang,” ujar bupati mengingatkan. 
Peringatan puncak Hari Bhakti PU ini juga dirangkai dengan peresmian pemanfaatan instalasi air bersih SPAM program PAMSIMAS 2019 di 4 desa, yaitu Desa Kekeri di Kecamatan Gunungsari, Desa Badrain- Desa Golong- Desa Keru di Kecamatan Narmada. Semua kepala desa dan unsur pengurus Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) SPAM masing-masing desa hadir pada upacara ini.

Selesai upacara, Bupati Fauzan juga menyerahkan piagam kepada staf sumber daya air (SDA) Dinas PUTR Lombok Barat yaitu Gatot Sumardjoyo (wilayah Kediri), Harman (wilayah Narmada), dan Abdul Halim (wilayah Gunungsari). 

“Dirgahayu Dinas Pekerjaan umum dan Tata Ruang yang ke-74, semoga hari jadi ini memberikan motivasi dan dorongan yang kuat untuk bisa memberikan yang terbaik bagi bangsa menuju masyarakat sejahtera yang bisa menikmati infrastruktur yang layak,” tutup bupati.

Upacara ini juga diikuti oleh Wakil Ketua DPRD Lobar, Sekretaris Daerah, HM Taufiq, Kepala Dinas PUTR I Made Arthadana, dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah Lobar lainnya.(LNG04)