Sabtu, 02 Januari 2021

Pengamanan Hari ke 2 Tahun Baru, Polres Lombok Tengah Amankan Wanita Bawa Sabu


Praya,
- Seorang perempuan diamankan oleh petugas Polres Lombok Tengah ketika menggelar operasi yustisi dan penyekatan di jalur depan Pos Labulia, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Dihari ke 2 liburan tahun baru, Sabtu (2/1/2021) pagi. 

Kasat Narkoba Polres Lombook Tengah IPTU Hizkia Siagian membenarkan peristiwa tersebut. Seorang perempauan SS (38), warga Rembiga Kelurahan Selaparang bersama seorang tukang ojek Y (45) warga Kelurahan Sayang-sayang Cakranegara, Mataram diamankan oleh petugas gabungan dari Polres Lombok Tengah dan Kodim 1620 Lombok Tengah, karena didapati membawa narkotika jenis sabu. 

"Pagi tadi didepan Pos Polisi Labulia, personel yang sedang melakukan razia yustisi dan penyekatan mencurigai pengendara," kata Kasat Narkoba. 

Petugas gabungan yang sedang melakukan razia langsung melakukan pemeriksaan terhadap pengendara yang dicurigai tersebut.

"Personel polwan yang terlibat pengamanan langsung lakukan pemeriksaan secara manual terhadap perempuan itu, ditemukan satu poket serbuk kristal bening diduga narkotika jenis sabu," ujar Hizkia. 

Barang haram itu ditemukan didalam tas pelaku, 

Tidak hanya itu petugas juga mengamankan barang bukti berupa dua buah korek api, duah buah pipet, satu HP merk Samsung warna putih, satu HP merk mito, uang tunai sebanyak Rp. 205.000, tas gandeng warna hijau dan perlengkapan kosmetik. 

Kini, perempuan itu beserta barang bukti langsung diamankan di Satuan Reserse Narkoba Polres Lombok Tengah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sedangkan Y mengaku hanya sebagai tukang ojek yang diminta untuk mengantar pelaku. 

"Pelaku sudah kita amankan di Sat Reserse Narkoba Polres Lombok Tengah untuk dilakukan pemeriksaan," terang Hizkia.

Jumat, 01 Januari 2021

Tingkatkan Kualitas Generasi Muda, Amman Mineral Beri Beasiswa Pendidikan Vokasi Bidang Mekanik Alat Berat


Lintas NTB, Sumbawa Barat – PT Amman Mineral Nusa Tenggara (Amman Mineral) menyelenggarakan program beasiswa pelatihan dasar teknik alat berat dan operator bagi generasi muda di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). 

Amman Mineral menggandeng United Tractors (UT) School, yang merupakan satu-satunya insitusi pendidikan vokasi pengoperasian alat berat di Indonesia yang telah menghasilkan para ahli yang tersebar di berbagai perusahaan. 

Acara seremonial pelepasan angkatan pertama penerima beasiswa berlangsung pada Sabtu, (2/1) di Gedung Serbaguna Bala Sangkaladi.

Sebelum peserta diberangkatkan ke Magelang dan Jakarta untuk menjalani pelatihan selama satu tahun. Sebanyak 30 peserta yang merupakan lulusan SMK/sederajat dari wilayah lingkar tambang (Kecamatan Sekongkang, Maluk, dan Jereweh) terpilih dari antara 180 pendaftar untuk masuk angkatan pertama. Penjaringan ketat telah mereka lalui, antara lain seleksi administrasi, psikotes, wawancara, dan tes kesehatan.

Head of Social Impact Amman Mineral, Yudha Jayadikarta menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan dan pengembangan masyarakat (PPM) Amman Mineral, Sebagai perusahaan tambang yang beroperasi di Kabupaten Sumbawa Barat. “Beasiswa pelatihan ini bertujuan untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), tepatnya generasi muda yang menjadi pemimpin di masa depan ini adalah kunci pembangunan yang menjadi fokus kami. Karenanya, tidak hanya hard skill saja yang akan diberikan, pelatihan soft skill dan kepemimpinan juga akan menjadi bagian program ini,” papar Yudha.

Meskipun pandemi COVID-19 menjadi kendala yang cukup signifikan dalam implementasi program PPM, seremonial pelepasan ini tetap bisa dijalankan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Dalam acara tersebut, hadir sejumlah perwakilan pemerintah KSB yang telah berkolaborasi mendukung pelaksanaan program pelatihan ini, antara lain Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (DISNAKERTRANS), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DIKBUD), Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DIKBUD), Camat Sekongkang, Camat Maluk, dan Camat Jereweh.

“Kami sangat mendukung pelatihan vokasi ini bagi anak-anak muda di Kabupaten Sumbawa Barat. Selain mendapatkan ilmu keterampilan, mereka juga akan melatih secara profesionalitas mereka di dunia kerja. Tentunya perusahaan-perusahaan di seluruh Indonesia yang membutuhkan tenaga ahli di bidang alat berat juga akan sangat diuntungkan dengan program pelatihan ini,” kata Ir. H. Muslimin HMY, M.Si, Kepala Disnakertrans KSB.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KSB, Drs. H. Mukhlis, M.Si. “Putera-puteri KSB memiliki banyak potensi. Dengan sinergi pihak pemerintah dan swasta seperti ini, Maka kita bisa membantu mereka mewujudkan cita-cita dan masa depan yang lebih baik. Kami mengapresiasi langkah Amman Mineral dalam membantu mencerdaskan anak-anak muda di KSB. Semoga upaya ini menjadi inspirasi bagi berbagai pihak swasta lainnya,” jelas Mukhlis.

Setelah seremonial pelepasan, ketiga puluh peserta akan diberangkatkan ke Magelang untuk menjalani pelatihan kepemimpinan. Setelah itu, mereka akan berangkat ke Jakarta untuk menjalani berbagai metode pelatihan, seperti in class training dan on the job training (OJT). 

Harifandani, lulusan SMKN 1 Maluk mengatakan sangat bersemangat untuk memulai pelatihan. “Saya senang sekali mendapatkan beasiswa dari Amman Mineral ini. Saya gelisah juga karena baru pertama kali merantau, tapi orang tua saya terus menyemangati. Semoga saya bisa menyelesaikan pelatihan ini dengan baik dan jadi kebanggaan orang tua,” kata Harifandani.

Program beasiswa pelatihan dasar teknik alat berat serta pendidikan vokasi lainnya akan terus dikembangkan oleh Amman Mineral.  Hal ini merupakan dukungan terhadap pemerintah Republik Indonesia yang menjadikan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai prioritas pembangunan nasional melalui pendidikan vokasi. Program ini juga senada dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) pada poin keempat yakni menyediakan kesempatan belajar bagi semua. 

Tentang Amman Mineral

PT Amman Mineral Nusa Tenggara adalah perusahaan tambang dan pengolahan tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia. Amman Mineral memiliki Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi (IUPK OP) atas Tambang Batu Hijau yang terletak di Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. (LNG05)

Awal Tahun 2021, Gubernur Tangani Kesehatan Dua Balita Keluarga Tak Mampu


Mataram
- Mengawali tahun 2021,  dua balita mendapat atensi dari Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah. Mereka adalah Aan Sofian, balita usia 9 bulan yang tidak memiliki lubang anus, asal Dusun Sori Landi Desa Doromelo Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu dan Ahmad Imanudin (3) asal Dusun Batu Entek Desa Sukarara Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok tengah.

Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik S.Sos MH mengaku  mendapat pesan WhatsApp langsung dari Gubernur yang menginstruksikan agar Dinas Sosial segera melakukan asessment kepada dua balita, yaitu balita di Lombok Tengah dan balita di Dompu.

Pada respon sosial awal tahun ini, Gubernur membantu dua balita di dua kabupaten tersebut. Bantuan yang diberikan berupa sejumlah dana, sembako, susu formula dan obat-obatan serta telah dikoordinasikan juga untuk mendapatkan layanan pemeriksaan lebih lanjut.

“Proses kooordinasi dan instruksinya seperti ini, Bang Zul tidak kaku dan fleksibel. Serba harus cepat, baik cepat tanggap, cepat temu, cepat tindak dan cepat tuntas. Ini yang biasa dilakukan selama ini dalam merespon medsos,” ungkap Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos., M.H., pada siaran persnya, Sabtu (2/1).

Terkait dua balita yang membutuhkan perhatian tersebut. Khalik menyebutkan, Bang Zul langsung merespon dengan aksi cepat Dinas Sosial Provinsi/Kabupaten melalui Pilar Sosial Pendamping Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Dompu dan Satgas P3S Provinsi NTB dan TKSK Kecamatan Jonggat di Lombok Tengah. Hal ini dilakukan untuk mengetahui dengan cepat kondisi dari dua balita tersebut sehingga dapat segera ditindaklanjuti penanganannya.

Lebih lanjut, bahwa hasil assesment pendamping di Dompu, Aan Sofian adalah balita dari pasangan suami istri, Andika Putra dan Ayutini. Informasinya, balita tersebut direncanakan akan dirujuk ke RS Sanglah untuk mendapatkan tindakan medis. Secara fisik balita tersebut nampak saja. Akan tetapi untuk Buang Air Besar (BAB) melalui anusnya tidak memungkinkan.

Sementara Aan Sofian memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan yaitu  BPJS mandiri yang dterbitkan dan berfungsi sejak bulan Maret 2020, ketika menjalani operasi.

“Kebutuhan saat ini susu formula dan obat yang dibeli d apotek. Semoga ananda bisa kembali pulih. Aamiin,” kutip mantan Kalak BPBD Provinsi ini.

Sedangkan untuk kondisi ekonominya, orang tua dari Aan Sofian sementara bukan dari kalangan penerima bantuan sosial PKH dan BPNT, karena data keluarga tidak masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Demikian juga dengan balita kedua bernama Ahmad Imanudin adalah buah hati dari Gunawi dan Tini asal Dusun Batu Entek Desa Sukarara Kecamatan Jonggat. Berdasarkan asesment, balita tersebut menderita tumor ginjal kiri (Nefroblastoma). Kondisi Ahmad baru diketahui sebulan yang lalu, tepatnya bulan Desember 2020. Pernah mendapatkan perhatian dari Pemerintah Desa Sukarara. Pernah menerima bansos JPS Gemilang, bahkan juga dari Laskar Comunity.

“Untuk BPJS masih memakai mandiri, sedang diurus oleh Dinsos dan Dinkes Lombok Tengah untuk masuk dalam PBI JKS Pemda Lombok Tengah,” jelas Khalik.

Bahkan kata Khalik, Bang Zul menyempatkan diri usai menghadiri pernikahan anak salah seorang Kepala Perangkat Daerah Provinsi NTB di Puyung, saat itu juga langsung menyambangi kediaman orang tua balita Ahmad Imanudin untuk melihat secara langsung kondisi balita tersebut sekaligus membicarkan penanganan lebih lanjut anak tersebut.

“Aksi respon sosial ini terus akan berlanjut. Pengaduan di medsos sangat transparan dan dapat ditindaklanjut secara transparan pula. Karena Bang Zul konsen dengan kondisi sosial dan Kesehatan masyarakat di NTB, khususnya yang belum disentuh kebijakan Pemerintah,” pungkas AKA.(Humas NTB)

998 Personel Satgas Rehab Rekon NTB Laksanakan Rapid Test Antigen Sebelum Kembali ke Kesatuan


Mataram
- Personel Satuan Tugas (Satgas) Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca gempa di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengikuti Rapid Test Antigen yang dilaksanakan oleh Tim kesehatan dari Denkesyah 09.04.02 Mataram di beberapa Posko Satgas wilayah Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Lombok Barat, Sabtu (2/1/2021).

Rapid Test Antigen yang diikuti oleh 998 orang personel Satgas yang purna tugas tersebut dalam rangka persiapan untuk kembali ke satuan masing-masing pada tanggal 5 Januari 2021 mendatang.

Komandan Korem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., terkait kegiatan tersebut menyampaikan, Rapid Test Antigen yang dilaksanakan hari ini bertujuan untuk memastikan kondisi seluruh personel sehat wal'afiat sebelum kembali ke kesatuannya masing-masing.

"Sebelum diberangkatkan kita harus pastikan kembali sampai benar-benar yakin para prajurit tidak terpapar Covid-19," ungkapnya.

Menurutnya, selain sebagai syarat untuk melakukan perjalanan ke daerah lain, kegiatan ini juga merupakan wujud perhatian dan tanggung jawab pimpinan guna menjamin keamanan dan keselamatan prajurit beserta keluarganya dari Covid-19, khususnya bagi prajurit TNI yang kembali dari medan tugas.

"Ini semua karena Pimpinan TNI sangat sayang dan peduli dengan keselamatan prajurit serta keluarganya," terangnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Dandenkesyah 09.04.02 Mataram Letkol Ckm dr. I Gusti Ngurah Gede Kartika, Sp.An., menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan secara serentak oleh personel Denkesyah Mataram yaitu di KLU bertempat di Posko Satgas RTG Kantor Camat Bayan, Kantor Camat Kayangan, Shalter ACT Lapangan Gondang Kecamatan Gangga dan Posko RTG Koramil 1606-02/Tanjung.

Sedangkan di Kabupaten Lombok Barat bertempat di Posko Satgas RTG kediaman H. Izzul Islam Kecamatan Gunungsari dan Posko Satgas RTG Kantor Koramil 1606-08/Naramada.

"Kegiatan Rapid Test Antigen di wilayah KLU maupun Lombok Barat berjalan aman, tertib dan lancar," pungkas Dandenkesyah Mataram.

Babinsa Tente Turun Langsung Bantu Pencarian Dan Evakuasi Bocah Tewas Terseret Arus Sungai


Bima
- Awal tahun merupakan awal dimana semua orang berharap nasibnya akan berubah. Namun berbeda dengan Fathan (10), putra dari Bapak Lusiyanto yang beralamat di Dusun Sukamaju Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima.

Tepat di hari pertama tahun 2021 ini sekitar pukul 14.30 Wita saat bermain dengan teman-temannya di Sungai So La Bedi, Fathan terpeleset dan terjatuh ke dalam sungai sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia. 

Demikian disampaikan Babinsa Desa Tente Koramil 1608-04/Woha Serka Faris, di sela sela kesibukannya sebagai Babinsa di Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Sabtu (2/1).

Anggota koramil 1608-04/Woha Kodim 1608/Bima ini menceritakan, saat mendengar hal tersebut dirinya langsung berlari menuju lokasi kejadian untuk membantu mencari korban bersama warga dan Babinkamtibmas.

"Kami mencari korban dengan cara menyelam menggunakan Tali dan Bambu," kata Faris.

Menurutnya, kondisi air sungai yang keruh dan mengalir cukup deras saat itu sehingga menyulitkan proses pencarian korban. 

"Setelah 90 menit berada di dalam sungai, semua sudah merasa lelah, sebagian mulai pasrah dan naik ke atas," ungkapnya.

Saat itu juga dirinya bersama Babinkamtibmas dan Kades meminta warga turun kembali ke sungai untuk melakukan slaber secara bersyaf sampai akhirnya korban ditemukan oleh tim yang berada di kelompok Kades dan dibawa naik ke darat.

Setelah dilakukan restrukturisasi jantung sambil mengeluarkan air dari mulut korban namun tidak ada respon, selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas melalui pematang sawah. Pukul 15.40 Wita korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak Puskesmas Woha.

"Semoga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi, para orang tua harus lebih memperhatikan anak-anaknya. Demikian juga para warga jangan segan-segan melarang jika melihat ada anak-anak bermain di sungai saat hujan lebat," harapnya.

Mengasah Intelektual Bersama Alam, Laskar Bima Craft Adakan Kemah di Oi Fanda Beach


LintasNTB, Kabupaten Bima - Laskar Bima Craft (LBC) atau Pejuang kreatifitas Bima merupakan salah satu UKM yang berada di kampus STIT Sunan Giri Bima. Pejuang kreatif ini mengasah intelektual bersama alam (MIBA) di pantai Oi fanda yang beralamat di Jl. Lintas Ambalawi Kolo, Nipa, Ambalawi, Kabupaten Bima.

Miba yang dilakukan ini sudah menjadi agenda rutin UKM L. Bima craft sejak tahun 2015 didirikan UKM LBC hingga tahun 2021 dan seterusnya. Agenda Miba tersebut biasa diadakan satu kali dalam setahun sebagai syarat Mahasiswa/i untuk menjadi anggota L. Bima Craft.

Dosen Pembina UKM L. Bima Craft, Hermanyah M. P.d.I mengatakan bahwa L. Bima Craft pernah mengadakan  Miba di beberapa tempat yaitu di Pulau Kambing, kemudian di Pantai Nanga To'i Kilo dan sekarang di pantai Oi Fanda.

Tujuan diadakan kegiatan itu, Untuk melatih dan membina Mahasiswa/i yang menjadi peserta Miba sekaligus menguji kelayakan mereka supaya disyahkan sebagai anggota baru UKM  L. Bima Craft STIT Sunan Giri Bima.

"Sejak tahun 2015 hingga tahun 2020, mahasiswa/i yang tergabung sebagai anggota dan pengurus L. Bima Craft, telah banyak menemukan ide-ide kreatif yang bernilai ekonomis seperti membuat Tas dari talikur, gelas, note book, celengan, gantungan kunci, asbak, lampu hias, sablon, plakat, kaligrafi. Adapun bahan bakunya bisa dari bambu, potongan papan, pelepah pisang, talikur, ampas kayu dan semacamnya," bebernya, pada Jum,at, (1/1).

Ia juga berharap kepada Pemerintah untuk membantu UKM tersebut karena sejauh ini belum pernah ada partisipasi langsung dari pemerintah. Dengan bantuan pemerintah, pihaknya dan pemerintah bisa sama-sama berpartisipasi demi terbentuknya mahasiswa/i yang kreatif, ekonomis dan mandiri, membantu mereka agar tidak jadi pengangguran setelah mengakhiri masa kuliah.

"Walaupun ada beberapa kendala terkait anggaran dan hambatan-hambatan yang kita hadapi di masa pandemi covid19 ini, tetapi adanya hubungan kerja sama dengan sekolah, ini sangat membantu, Karena sebelum mereka wisuda kuliah, sudah ada tawaran untuk membina para siswa/i di sekolah," pungkasnya

Lanjut Herman, Sebenarnya dari pihak sekolah sudah lumayan banyak yang mengajukan surat kerjasama, karena sedang banyak pekerjaan, maka yang ia terima baru dua sekolah yaitu SMK Muhamadiyah Sila dan MA Al-madinah di Rada Kabupaten Bima. Selain itu baru-baru ini ada juga dari kampus STIKP yang ingin bekerjasama," katanya

Harapan besarnya, Setelah mahasisa/i yang ia bina di UKM L. Bima Craft nanti cara berfikir kreatifnya tetap berjalan, berintelektual, mereka menjadi orang yang kuat dan tangguh secara mandiri.

Sementara kepada pemerintah ia sangat berharap, karena ini adalah wadah penelitian, pembinaan serta  pembentukan Soft Skill mahasiswa, pihak pemerintah janga hanya mendukung tetapi juga harus membantu secara finansial, moral maupun moril," tutupnya. (Alfin)

Kamis, 31 Desember 2020

Kepulangan 180 Pekerja Migran Indonesia Asal NTB Siap Dikawal Polda NTB

 


Mataram – Rencana kedatangan 180 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) di Bandara Internasional Lombok (BIL), pada Sabtu (2/1) akan mendapat pengawalan ketat personel Polda NTB. Kesiapan pengawalan itu sesuai hasil Rapat Koordinasi (Rakor) 13 institusi terkait, Jumat (1/1), di Ruang Rapat Sekretaris Daerah (Sekda) NTB.

 Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Artanto, S.I.K., M.Si. melalui siaran persnya menyampaikan, rakor membahas rencana kedatangan 180 PMI yang dipimpin Sekda NTB H.L. Gita Aryadi tersebut, digelar untuk mengantisipasi sekaligus menekan kurva peningkatan kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), yang beberapa hari terakhir menjelang pergantian tahun sempat mengalami kenaikan.

 “Menurut keterangan Sekda NTB, masyarakat NTB yang terpapar Covid-19 tercatat sudah mencapai angka 5600 lebih. Karenanya, pemerintah daerah berupaya semaksimal mungkin untuk menekan kembali penyebaran Covid-19 tersebut.,” ungkapnya.

 “Jadi, pengawalan yang akan kami lakukan bersama TNI dan pihak terkait lainnya, sebagai langkah antisipasi semata,” imbuhnya.

 Pamen Polri melati tiga itu mengatakan, para PMI akan diberangkatkan dari Bandara Singapore dan langsung mendarat di BIL sekitar pukul 12.45 Wita. Dari BIL selanjutnya para PMI akan dibawa menuju Asrama Haji Embarkasi Lombok di Jalan Lingkar Selatan, untuk dilakukan test swab dan karantina.

 “Jadi, pihak Angkasa Pura I meminta bantuan penguatan pengamanan di BIL baik dari Polri maupun TNI, mengingat pasti ada PMI yang tidak mau dikarantina sementara sudah dipastikan bahwa penjemput sangat banyak, sekitar 1.800 orang dengan estimasi 10 orang penjemput untuk 180 orang PMI,” katanya.

 Disebutkan, sesuai Surat Edaran (SE) Nomor 4 Tahun 2020 nantinya para PMI akan dikarantina selama lima hari, dengan pengamanan selama karantina akan dilaksanakan oleh Polisi Pamong Praja (Pol PP) Provinsi NTB.

 “Semua fasilitas baik transportasi sampai konsumsi, dari penjemputan dari BIL hingga karantina selama lima hari, difasilitasi oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

 Karena itu, Kabid Humas Polda NTB mengimbau dan meminta kepada keluarga PMI yang akan melakukan penjemputan, menahan diri serta bersabar dan melakukan penjemputan di Asrama Haji Embarkasi Lombok, setelah masa karantina berakhir.

“Kami mengimbau kepada keluarga PMI yang akan menjemput, agar bersabar dan menjemput para PMI nanti setelah selesai karantina. Ini kami lakukan untuk keselamatan kita semua, agar kita tidak terpapar Virus Corona,” imbau Kombes Artanto.

 Untuk diketahui, dalam kegiatan rakor tampak hadir Karo Ops dan perwakilan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokes) mewakili Kapolda NTB, perwakilan unsur TNI dari Korem 162/Wira Bhakti, Asisten I Setda NTB, para kepala dinas dan instansi terkait, perwakilan Angkasa Pura I BIL, dan Kepala KKP NTB.

 

 Demikian dirilis Bid Humas Polda NTB untuk dipublikasikan dan atau diterbitkan di media.

 

 Kabid Humas Polda NTB,

 

ttd.

 

ARTANTO, S.I.K., M.Si.

Komisaris Besar Polisi