Senin, 31 Oktober 2016

Penyaluran Bantuan kepada Nelayan Terbentur Peraturan Pemerintah Pusat


Mataram,lGeoNews. Pada tahun 2016 Dinas Pertanian Perikanan dan Kelautan kota Mataram mempunyai berbagai bentuk bantuan kepada para nelayan yang ada di Mataram berupa alat pengolahan ikan,alat penangkapan ikan,keramba dan mesin perahu.

Namun sampai saat ini bantuan tersebut belum dapat disalurkan akibat  terkendala oleh peraturan Menteri Perikanan dan Kelautan yang mengacu bahwa semua penerima bantuan harus berbadan hukum.

Kepala Dinas Pertanian,Perikanan dan Kelautan Kota Mataram, H Mutawalli  Yahya saat ditemui wartawan dikantornya menerangkan adanya peraturan pemerintah dalam hal ini Menteri Perikanan dan Kelautan yang mengharuskan para nelayan yang berhak menerima bantuan adalah yang memiliki badan hukum, sementara nelayan kita yang ada di mataram ini belum memiliki badan hukum menjadi kendala tersalurkannya bantuan tersebut.

" Para nelayan kita semuanya belum mempunyai badan hukum sebab itulah kami belum bisa menyalurkan bantuan tersebut," ungkapnya

Pun demikian dirinya berharap akan ada peraturan dari pemerintah setempat yang mampu menyiasati permasalahan tersebut sehingga bantuan yang ada ini akan dapat segera tersalurkan kepada para nelayan yang ada di kota mataram ini.

"Bagaimapun juga keberadaan nelayan ini kan sudah diakui pemerintah, sehingga kami berharap dengan adanya SK Walikota nantinya bantuan ini bisa tersalurkan,"harapnya.

Tentunya kami akan terus berupaya, lanjutnya bagaimana bantuan ini segera tersalurkan sehingga para nelayan dapat segera pula memanfaatkannya, mengingat pentingnya bantuan ini untuk aktifitas mereka selanjutnya.

"Kami akan terus berupaya untuk mencarikan solusi sehingga bantuan tersebut segera dapat diterima oleh para nelayan demi kelanjutan aktifitas keseharian mereka,"lanjutnya.(Ft)
Area lampiran

Kantor Imigrasi NTB Benahi Pelayanan kepada Masyarakat

Kantor Imigrasi NTB

Mataram,lGeoNews. Kementerian Hukum dan Haka Asasi Manusia Wilayah NTB menggelar gerakan empati pelayanan paspor dan penegakan hukum di Kantor Imigrasi Nusa Tenggara Barat pada senin 17 Oktober 2016 sebagai rangkaian kegiatan Hari Dharma Karyadhika ke-69 yang puncaknya akan berakhir pada 30 oktober mendatang.

"Ini sebagai rangkaian dari kegiatan Hari dharma karyadhika ke-69 yang puncaknya nanti Berakhir pada tanggal 30 oktober", jelas Sevial Akhmili Kepala Kemenkumham NTB.

Dirinya mengatakan Kemenhukam Republik Indonesia mencanangkan gerakan serentak empati pelayanan paspor dan penegakan hukum keimigrasian dimana giat ini dilakukan secara nasional oleh Kemenhukam seluruh Indonesia yang akan dilanjutkan dengan pelepasan tim penegakan hukum yang akan beroperasi di seluruh Wilayah Indonesia termasuk NTB, dan akan dipantau sampai 10 hari kedepan untuk dilihat sejauh mana hasilnya nanti.

"Ini sesuai dengan himbauan bapak presiden yang giat giatnya melakukan reformasi dibidang hukum dan pelayanan kantor imigrasi diseluruh Indonesia," tambahnya.

Kantor Imigrasi NTB
Kasi Lantaskrim (Lalu Lintas Keimigrasian), Ngurah Nanik Idayani mengatakan, mulai hari ini pihak Imigrasi melakukan pembenahan dimana sebelumnya menghimbau masyarakat apabila mendapatkan pegawai imigrasi yang melakukan pungutan tidak wajar untuk segera melaporkan baik secara langsung maupun via SMS.

"Apabila didapati ada yang melakukan pungli,tnentu kami akan menindak lanjuti dengan memberikan teguran berupa surat edaran dan apabila tidak mengindahkan teguran tersebut maka kami akan memberikan sangsi,".ungkapnya.

Nanik menambahkan sampai pada saat ini belum ada yang diberi sangsi wacana akan terus melakukan pembinaan pembinaan guna menghindari terjadinya hal hal yang tidak diharapkan. "Kami akan terus berupaya melakukan pembinaan demi mencegah terjadinya pungutan liar dan hal lainnya yang tidak diharapkan," jelasnya.

Salah satu pengunjung kantor imigrasi berharap semoga apa yang dicanangkan pemerintah dalam hal  pemberian pelayana publik yang prima dan transparan bukanlah sekedar ucapan semata.

"Tentu kami sebagai warga menyambut baik program pemerintah ini,dan semoga kedepannya dengan adanya  kegiatan ini tidak ada pihak yang mempersulit kami dalam mengurus pasport," harap salah satu pengunjung yang enggan menyebut namanya.(Ft).

Golden Tulip Hotel Sajikan Beragam Paket Pilihan

Hotel Golden Tulip Mataram

Mataram,lGeoNews. Ditengah lajunya pertumbuhan ekonomi di kota mataram,lombok,Nusa Tenggara Barat disertai dengan merambahnya bisnis hotel. Golden Tulip Mataram Hotel merupakan salah satu hotel yang baru beroperasi namun menawarkan berbagai kemudahan dan pelayanan dalam memilih paket yang sesuai dengan kebutuhan pelanggannya.

Meskipun Berada diarea perkotaan Golden Tulip Mataram Hotel  menyajikan pemandangan yang alami,dimana para tamu dapat melihat suasana pegunungan dan persawahan secara langsung  dalam kamar. Dengan berbagai  kemewahan dan kenyamanan pada 164 kamar dengan 3 tipe dimana semua kamar memiliki pemandangan pegunungan yang sangat indah.


Hotel dengan layanan dan fasilitas berstandar internasional dalam menjamu para pelaku bisnis dengan kegiatan MICE.Menyediakan 6 meetingroom,dan 1 ballroom dengan fasilitas standar meeting seperti LCD Proyektor,screen,flipchart sampai meeting kit. Serta berbagai fasilitas bagi wisatawan yang sedang berlibur diantaranya fasilitas spa, fitness center dan infinity pool yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti jacuzzi, restaurant indoor dan outdoor,lobby lounge dan bar.


Golden Tulipn Mataram Hotel juga menyediaka aneka menu pilihan kresi chef hotel di malimbu restaurant yang pastinya memanjakan selera makan pengunjung. Hanya dengan Rp.75.000; pengunjung bisa menikmati makan sepuasnya dengan konsep kongkow pada hari Senin,Rabu dan Jumat. Serta menikmati puluhan menu Barbeque pada hari Sabtu hanya dengan Rp.125.000; pun demikian bagi pengunjung yang menyukai bakery dapat menikmati Croissant Telur Asin hanya dengan Rp.6000 saja.


Hendro Nyoman selaku Presiden Direktur Hotel Tulip Mataram pada saat bersama wartawan menyampaikan harapan menjadikan Hoyel Golden Tulip Mataram sebagai salah satu icon di kota Mataram.Dimana para pengunjung kota mataram akan mengingat Hotel Golden Tulip demikian juga sebaliknya. "Sesuai dengan komitmen kami bersama untuk menjadikan Hotel Golden Tulip Mataram ini sebagai salah satu icon dimana  orang akan selalu mengingat kota mataram saat berada di Golden Tulip begitu juga sebaliknya akan selalu ingat Golden Tulip dengan kualitas dan service terbaiknya saat teringat kota Mataram,"harapnya.(Ft).

Dikpora Kota Mataram Sarankan Dikpora Provinsi NTB Untuk Menempatkan Pejabat Yang Sesuai Bidangnya.

Mataram,lGeoNews. Dinas pendidikan pemuda dan olah raga kota mataram menyarankan kepada dikpora provinsi NTB untuk menempatakan pejabat yang memiliki kapasitas dan kafabilitas yang sesuai untuk mengisi UPT ( unit pelayanan terpadu ) pengelolaan sekolah menengah atas ( SMA/SMK sederajat ) pada  1 Januari 2017.
Dalam hal ini disampaikan oleh kepala bidang pendidikan menengah kota mataram,H L Abdul Hamid  saat ditemui dikantornya pada kamis (27/10/16).

"Provinsi harus mencari orang yang benar benar faham mengelola pendidikan menengah untuk ditempatkan di UPT tersebut serta yang tahu mengenai wilayah atau daerah yang bersangkutan," ungkapnya.


Dikpora kota,terang Hamid,sudah mengirim aset dan data pada oktober 2015.Dari data tersebut jumlah  SMA negeri maupun swasta yang ada dikota mataram mencapai 23 sekolah,pun demikian halnya dengan SMK negeri mauapun swasta di mataram berjumlah 20 sekolah.

Dari keseluruhan sekolah menengah  atas dan sekolah  menengah kejuruan baik yang negeri maupun swasta sekota mataram,jumlah keseluruhan siswanya mencapai angka 25.000 siswa. "Sesuai dengan undang undang no 23 tahun 2014, bahwa pendidikan menengah yang pengelolaannya ditangani oleh provinsi,kami dari dikpora kota mataram  sudah mengirimkan aset dan data pada oktober 2015," terang Hamid.


Dirinya menambahkan,Sekarang tergantung dikpora provinsi dalam hal ini bidang pendidikan menengah bagaimana menempatkan tenaga pada posisi yang tepat,dengan jumlah guru,pengawas pendidikan menengah se NTB  sekitar 7000 lebih. "Sekarang kan tergantung dikpora provinsi bidang dikmen bagaimana menempatkan tenaga pada posisi yang tepat,sehingga tidak terjadi salah kamar nantinya," tambahnya.(Ft)

Rabu, 26 Oktober 2016

Desa Wisata Kerajinan Rotan, Kayu & Bambu Loyok – Lombok Timur


Loyok adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Desa Loyok terdiri dari 5 dusun, yaitu Dusun Loyok, Dusun Mangkling, Dusun Ajan, Dusun Lelupi, dan Dusun Wengkang.

Desa Loyok sekitar 5 Kilo meter dari Tetebatu, merupakan salah satu desan dengan sentra industri kerajinan di Lombok Timur, terdapat beberapa jenis sentra Industri kerajinan di Desa Loyok seperti kerajinan bambu, rotan, kerajinan kayu dan beberapa kerajinan yang unik buah karya dari para pengrajin desa Loyok.

Di Desa Loyok terdapat banyak arts shop yang menjual hasil kerajinan dari para pengrajin, dimana pengunjung dapat membelinya dengan harga terjangkau.

Pembuatan anyaman bambu terletak di desa Loyok. Desa 
Loyok terletak di kecamatan Sikur, sekitar 14 km dari kota Selong dan dapat dijangkau dengan sarana transportasi umum. Sebagian besar warga desa loyok berprofesi sebagai perajin anyaman bambu, dan dari tangan-tangan trampil mereka dihasilkan berbagai macam produk anyaman bambu seperti tas, hiasan dinding, tatakan gelas, piring, asbak, hiasan lampu dan lain sebagainya. Selain dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari, produk anyaman bambu desa Loyok juga dapat dijadikan sebagai cinderamata

Karena nilai seni dan keunikannya kita dapat menjumpai produk anyaman bambu desa Loyok menghiasi kamar-kamar hotel berbintang dan kantor-kantor juga telah berhasil menembus pasar ekspor. Kerajinan bambu bukan sesuatu yang baru lahir melainkan kekayaan budaya yang telah berusia hampir sama dengan keberadaan manusia. 

Dampak dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penemuan plastik telah menggeser kedudukan bambu di masyarakat. Walaupun demikian kita harus menyadari bahwa pada kenyataannya manusia sebagai bagian dari alam tidak dapat melepaskan diri dari alam sehingga upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan menggalakkan kerajinan bambu perlu terus dilestarikan.

(sumber:http://lombokbulanmadu.com/)

Peneliti Temukan Bukti Kemunculan Kembali Kaki Pada Ular

Rekonstruksi Tetrapodophis (National Geographic)


Selama ini kita mengenal ular sebagai hewan melata, padahal dahulu sebelum evolusi, ular memiliki anggota tubuh berupa kaki. Pernahkah Anda membayangkan ular memiliki kaki, namun tetap bisa meluncur dengan cepat?

Baru-baru ini ilmuwan telah menemukan bukti kemunculan kembali kaki pada beberapa ular. Mengapa bisa begitu?

Dua ahli biologi University of Florida, Martin J. Cohn dan Francesca Leal menemukan gen Sonic Hedgehog (SHH) pada ular piton. SHH merupakan gen yang diperlukan untuk perkembangan anggota tubuh.

“Ini merupakan salah satu rancangan tubuh paling aneh pada vertebrata,” ungkap Chon saat mendeskripsikan penemuannya.

Elemen pengatur yang disebut enhancer mengontrol aktivasi gen SHH, membuatnya aktif atau non-aktif. Pada ular, mutasi pada enhancer bisa membuat gen tetap berada di posisi aktif, sehingga memungkinkan anggota tubuh tumbuh dan berkembang.

Dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology tersebut, peneliti menemukan gen SHH menjadi aktif pada tahap tertentu dalam perkembangan ular piton. Itulah sebabnya mengapa ular piton terkadang memiliki cakar kecil yang menonjol dari kulit. Mereka mulai mengembangkan tungkai.“Pada kadal, gen SHH tetap aktif dan berfungsi sebagai penggerak, mendorong perkembangan anggota tubuh hingga jari-jari,” papar Chon.

Fosil dari masa lampau ...Fosil dari masa lampau menunjukkan bahwa sebelum berevolusi, ular memiliki kaki. (National Geographic)

Itu artinya, sangat mungkin bagi piton untuk menumbuhkan kaki, tanpa membutuhkan siklus evolusi penuh. Mereka hanya membutuhkan mutasi genetik yang tepat untuk membantu menumbuhkan anggota tubuh yang dulu pernah dimilikinya sebelum berevolusi.

Melalui penemuan ini, Chon melihat adanya implikasi masa depan untuk studi evolusioner. “Saya pikir hasil ini dapat menjadi pondasi untuk melakukan studi komparatif lebih jauh untuk mengamati bagaimana organ dan strukturnya menghilang selama waktu evolusi,” pungkasnya. 

(Lutfi Fauziah. Sumber: Delaney Chambers/National Geographic)

10.000 Katak Berstatus Kritis Mati Secara Misterius di Danau Titicaca

Ribuan katak air Titicaca (Telmatobius coleus) ditemukan mati di sepanjang Sungai Coata, anak sungai dari Danau Titicaca, Amerika Selatan. (Serfor/AFP via National Geographic.com)


Ribuan katak berstatus kritis ditemukan mati di sepanjang Sungai Coata, anak sungai dari Danau Titicaca, Amerika Selatan. Para ilmuwan menduga, kemungkinan besar, kematian massal tersebut disebabkan oleh polusi.

Katak air titicaca (Telmatobius coleus) merupakan salah satu katak air terbesar di dunia. Katak ini memiliki kulit yang luar biasa longgar, sehingga sering dijuluki dengan nama skrotum," kata National Geographic explorer Jonathan Kolby, seorang mahasiswa PhD yang mempelajari katak di Amerika Latin.

Kolby menambahkan, kulit keriput katak tersebut merupakan adaptasi untuk membantu menyerap lebih banyak oksigen dari air, mungkin karena mereka tinggal di tempat yang tinggi seperti di sekitar Danau Titicaca di sepanjang perbatasan Peru dan Bolivia.

Untuk mengungkap penyebab kematian hampir 10.000 individu katak tersebut, para ilmuwan lokal akan melakukan nekropsis dan pengambilan sampel air. Sampai hasilnya keluar nanti, belum bisa diketahui apa tepatnya yang membunuh katak.

"Saya akan kagum jika bukan aktivitas manusia yang menyebabkan semua ini," kata Kolby.

The Guardian melaporkan, kemungkinan penyebabnya termasuk kotoran manusia dan pencemaran logam berat dari pertambangan yang sebagian besar ilegal.

IUCN melaporkan bahwa spesies katak tersebut pernah melimpah di Danau Titicaca, tetapi jumlahnya telah menurun 80 persen selama beberapa tahun terakhir, sehingga terancam punah. Perkiraan populasi saat ini tidak diketahui secara pasti, tetapi para ilmuwan khawatir 10.000 kematian bisa berdampak besar.

Ketika peneliti Jacques Cousteau mempelajari katak Titicaca pada 1970-an, hewan tersebut masih sangat banyak dan mudah ditemukan. Ia bahkan menemukan individu yang panjangnya mencapai 50 centimeter dan berat hampir 1 kilogram.

Tidak jelas apakah katak juga melemah akibat terpapar jamur Chytridiomycota, spesies invasif yang menjadi momok di seluruh dunia selama beberapa dekade terakhir dan menyapu jutaan amfibi. Tidak ada laporan yang menyebutkan bahwa infeksi jamur chytrid terdeteksi di air yang jadi habitat katak Titicaca, meskipun Kolby mengatakan, infeksi jamur tersebut telah ditemukan pada spesies yang terkait erat dengan katak Titicaca di Peru, tidak jauh  dari habitat Titicaca.

"Sangat mungkin katak ini juga rentan terhadap chytrid," kata Kolby. "Namun, bahkan katak yang tampaknya bertahan cukup baik terhadap chytrid, ketika manusia mulai menambahkan tekanan tambahan seperti polusi dan hilangnya habitat, hal itu dapat melumpuhkan sistem keseimbangan," pungkasnya.

(Lutfi Fauziah. Sumber: Brian Clark Howard/National Geographic)