Kamis, 10 November 2016

PN Mataram Tunda Persidangan Tanpa Konfirmasi,"Keluarga Korban Kecewa"


Mataram,lGeoNews. Sidang putusan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh terdakwa Muhamad Riat terhadap korban L Fardihan Miraje di tunda kembali oleh pihak Pengadilan Negeri Mataram.

Penundaan ini menurut pihak Pengadilan Negeri disampaikan kepada keluarga korban dikarenakan majelis hakim yang hendak melakukan persidangan tersebut anggotanya tidak lengkap  disebabkan sebagian hakim yang ada di PN Mataram sedang mengikuti kegiatan diluar pengadilan.

Pihak Pengadilan Mataram memberikan keputusan kepada keluaga korban  bahwa sidang ditunda dan sidang putusan kasus pembunuhan ini  akan digelar pada kamis 17 November 2016 mendatang .

Menanggapi hal ini, pihak keluarga korban merasa marah dan kecewa terhadap pihak pengadilan yang dianggap membatalkan persidangan sepihak tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak keluarga korban.

"Bagaimana kami tidak kecewa dengan penundaan sidang ini.kemarin kami pihak keluarga korban diberitahukan akan sidang putusan secara mendadak dan sekarang tiba tiba sidang ditunda secara mendadak juga," jelas salah satu keluarga korban yang enggan disebut namanya itu.

Mereka  merasa dirugikan waktu dan tenaga karena sudah jauh-jauh dari kabupaten Lombok Tengah meninggalkan pekerjaan datang ke PN Mataram demi menghadiri sidang dengan harapan sidang akan digelar tetapi justru dibatalkan dan ditunda begitu saja.

"Bisa dibayangkan kami datang dari Lombok Tengah ke Pengadilan Negeri Mataram ini meninggalkan pekerjaan kami demi menghadiri persidangan, tapi sampai disini malah ditunda begitu saja, ada apa sebenarnya," ungkapnya lagi.

Keluarga korban berharap semoga pada persidangan yang akan datang tidak akan terjadi lagi penundaan oleh pihak PN Mataram dengan alasan apapun.

"Kami berharap semoga persidangan berikutnya tidak ada penundaan lagi entah dengan alasan apapun," harapnya.(ftr).

Rabu, 09 November 2016

Korban Meninggal Laka Speeboad TKI Ilegal Bertambah


Mataram,lGeoNews. Korban kecelakaan kapal speedboad pada Rabu (02/11/16) mengangkut 93 TKI Johor Malaysia menuju Nongsa Batam tenggelam diperaiaran Tanjung Bembam Batu Besar Perairan Batam Kepulauan Riau sampai saat ini mengalami peningkatan sebanyak 19 korban meninggal yang telah diidentifikasi.

Dari ke-19 korban meninggal tersebut,11 diantaranya berasal dari luar NTB,dan 8 korban lainnya berasal dari NTB. Diantara 8 korban meninggal tersebut 1 berasal dari kabupaten Lombok Barat atas nama L Yakup usia 29 tahun Desa Eat Mayong Dusun Mayong kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat.

Empat korban berasal dari Kabupaten Lombok Tengah yakni atas nama Aldi (32thn) dari Desa Selebung Kecamatan Batukliang, Anton (20thn) dari Dusun Dasan Baru Tampak Sintung Kecamatan Batukliang , Ahmad Suparlan (41thn) dari Petak Desa Batujai Kecamatan Praya Barat , M. Zaini (29thn) dari Desa Kembang Kerang 2 Desa Aiq Darek Kecamatan Batukliang.

Sedangkan 3 korban meninggal lainnya berasal dari Kabupaten Lombok Timur masing-masing atas nama Samiin,32 tahun dari Dusun Menak Utara Desa Kalijaga Selatan Kecamatan Aikmel, Baharudin (60 thn) dari Desa Moyok Kecamatan Sakra dan terakhir atas nama Samsudin (43thn) dari Dasan Lekong Kecamatan Sukamulya.

Saat ditemui dikantornya Kepala BP3TKI NTB, H.Muharram Ashadi membenarkan adanya tambahan korban meninggal yang semula berjumlah 9 korban kini bertambah 8 korban maka jumlah korban keseluruhannya sampai pasa saat ini menjadi 17 korban meninggal.

"Kami mendapat indormasi dari resktrim Kepolisian Batam Kepulauan Riau bahwa telah ditemukan kembali korban meninggal sebanyak 19 orang,11 diantaranya dari luar Provinsi NTB dan 8 diantaranya dari Propinsi NTB, dimana 3 korban dari kabupaten Lombok Timur, 4 korban berasal dari Kabupaten Lombok Tengah dan 1 korban berasal dari Kabupaten Lombok Barat," terangnya. 

Untuk proses pemulangan jenazah lanjutnya diusahakan agar segera dilakukan mengingat kecelakaan tersebut terjadi sudah seminggu agar keluarga segera dapat mengurus pemakaman jenazah korban.

"Kami sedang berusah mempersiapkan keberangkatan korban ini sehingga keluarga dapat segera mengurus pemakamannya mengingat kecelakaan ini terjadi sudah satu mingguan," jelasnya lagi.

Dirinya juga menambahkan bahwa pemerintah akan berupaya memberikan santunan kepada pihak keluarga korban meninggal tidak hanya yang ada di NTB saja bahkan keluarga meninggal lainnya yang berasal dari luar provinsi NTB.
"Pemerintah sedang mengupayakan memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal meskipun secara prosedural mereka termasuk ilegal, namun ini sifatnya kemanusiaan karena bagaimanapun juga kita harus menggunakan hati nurani," tambah Muharram. (ftr).

Senin, 07 November 2016

Pesona Indah Gili Sulat Lombok Timur

Gili Sulat Lombok Timur

Bagi Anda yang menyukai petualangan di Pulau Lombok, sayang sekali jika Anda melewatkan sebuah pulau yang dilewati Garis Wallace ini. Pulau ini bernama Gili Sulat. Di Gili Sulat terdapat hutan Mangrove (bakau), tempat hidup berbagai jenis burung. Anda akan menemui sebuah tempat wisata yang takkan terlupakan, dan menarik untuk diceritakan.

Menurut Id.LombokIndonesia, Hutan Mangrove di Gili Sulat secara administratif termasuk wilayah Kabupaten Lombok Timur. Di pulau yang memiliki panjang sekitar 5,2 kilometer ini, Anda bisa menyaksikan hutan bakau yang masih alami. Berbagai spesies burung hidup di hutan tersebut. Salah satunya adalah Burung Bertong atau Burung Maleo (Macrocephalon maleo). Dalam kurun waktu tertentu burung ini bermigrasi ke daratan lainnya. Seperti Sumbawa, Bima, Pulau Bali, dan Pulau Sulawesi. Gili Sulat memiliki spesies Mangrove terlengkap se-Asia Tenggara. Saat memasuki hutan ini, Anda harus berhati-hati. Karena di tempat ini masih hidup beberapa spesies ular, salah satnya adalah ular hijau.

Keindahan Hutan Mangrove Gili Sulat tidak banyak diketahui terutama oleh pengunjung domestik. Sehingga pengunjung domestik yang mendatangi tempat ini masih sangat sedikit. Begitu pula dengan pengunjung mancanegara. Keterbatasan fasilitas pendukung membuat para pengunjung lebih memilih mendatangi Gili Kondo yang berada di sebelah Timur Gili Sulat. Tidak ada rumah atau warung di gili ini. Anda hanya akan menemui pos jaga serta jalan masuk ke hutan mangrove sepanjang 400 Meter. Jalan tersebut terbuat dari papan, sehingga Anda akan lewat di tengah-tengah rerimbunan hutan bakau.

Setelah memasuki kawasan hutan Gili Sulat Lombok, Anda akan disambut dengan kicauan burung-burung yang hinggap di atas pepohon bakau. Jika Anda menengok ke bawah, Anda akan menemui bermacam ikan diantara akar-akar bakau. Akar bakau merupakan tempat yang disukai ikan untuk hidup dan bersembunyi. Anda bisa beristirahat sejenak di ujung jembatan, merasakan keheningan suasana sembari mengisi perut dengan bekal yang Anda bawa.Tak hanya berjalan-jalan saja yang bisa Anda lakukan. Anda juga bisa menyusuri hutan mangrove lewat perairannya, dengan menaiki kano. Dengan demikian, Anda bisa masuk ke dalam hutan melewati lorong-lorong Hutan Mangrove Gili Sulat yang lebat. Seakan-akan Anda memasuki hutan Amazon. Jangan khawatir karena Anda tidak akan tersesat di dalam hutan ini. karena lorong-lorong tersebut akan mengarah ke ujung gili. Anda akan bisa melihat dengan jelas berbagai satwa laut serta terumbu karangnya dari atas kano. Karena airnya sangat jernih dan dangkal. Selain itu, di lorong dalam hutan tersebut memiliki perairan yang tenang.

Selain itu, Anda juga bisa berenang di gili perairan ini. Anda bisa mengunjungi beberapa tempat yang tepat untuk berenang dan ber-snorkling. Tempat-tempat ini tak kalah indahnya dengan tempat-tempat wisata di Pulau Lombok lainnya, bahkan lebih indah. Biasanya para awak kapal yang mengantar pengunjung mengetahui tempat-tempat yang tepat untuk berenang dan ber-snorling tersebut. Anda bisa menanyakannya kepara para awak kapal.

Untuk mencapai Hutan Mangrove Gili Sulat, Anda harus menyeberang dari pelabuhan penyeberangan yang ada di Dusun Transad, Desa Labuhan, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Di dusun ini Anda akan menemui banyak kapal motor yang siap mengantar Anda menyeberang. Perjalanan laut ke Gili Sulat Lombok akan memakan waktu sekitar 1 jam saja.

Sarana angkutan umum untuk mencapai Dusun Transad sangatlah jarang. Sehingga sebaiknya Anda menggunakan kendaraan pribadi atau kendaran sewa. Dari Kota Mataram, Anda bisa menempuh jalur Mataram-Narmada-Kopang-Masbagik-Aikmel-Labuan Lombok-Desa Labuan Pandan. Dengan jarak tempuh sekitar 85 Kilometer, atau sekitar 1,5 jam perjalanan.(Nandy Fahmi)

Sabtu, 05 November 2016

Gili Kapal, Persinggahan Para Bidadari

foto by @adhy nata

Damn, I Love Lombok!!!. Yaps, Lombok begitu indah, hampir tak ada habisnya. Tak terbayang apa saja yang akan kita nikmati ketika menjelajahkan kaki di seluruh pelosok pulau yang satu ini. Pastinya akan selalu kita temukan kejutan kejutan cantik dan menarik setiap kali menjejakkan kaki di tempat lain, selalu tersaji "santapan" yang berbeda dengan khas sendiri-sendiri. Salah satunya adalah sebuah gili kecil yang terletak di antara perairan selat Sumbawa bagian barat dan Pulau Lombok ini. Orang disini menyebutnya GILI KAPAL, karena konon dahulu gili kecil yang timbul tenggelam ini sering mengakibatkan kapal-kapal yang melintasinya kandas alias nyangkut di dataran pasirnya saat air laut pasang.
Ya seperti yang di kutip Wisatadilombok, Gili Kapal namanya, namun bukan bekas bongkahan atau serpihan kapal yang tengggelam di masa lalu. Gili Kapal adalah gundukan pasri yang membentuk gili kecil (pulau kecil) yang termasuk dalam gugusan empat pulau cantik lainnya yang berlokasi di Lombok daerah Timur yakni Gili Kondo, Gili Petagan dan Gili Bidara. Hanya saja, karena sifatnya yang timbul tenggelam sehingga wisatawan hanya tau 3 gili di sebelahnya.

Gili Kapal lebih cocok disebut the hidden paradise karena sifatnya yang tersembunyi dan hanya muncul di saat-saat tertentu. Belum begitu banyak wisatawan yang tahu tempat ini, bahkan jika dibuka di Peta Wisata Lombok pun belum tentu kamu mendapatkan informasi  yang jelas tentang Gili cantik ini. Gili Kapal hanya ada disaat air laut sedang surut, yakni di pagi hari dan sore hari (tergantung bulan kunjungan). Moment terbaik adalah pagi hari, saat cahaya matahari meninggi, dimana birunya air laut dan view panorama sekelilingnya akan menambah kesempurnaannya.

Gili Kapal adalah pulau yang begitu istimewa, pulau yang tampak sederhana karena berdiri diatas pasirnya tanpa di naungin apapun, tak ada pepohonan tempat berteduh, tak ada losmen dan restauran restauran tempat beristirahat. Sebuah perbedaan yang begitu mencolok dengan gili di sebelahnya, terutama Gili Petagan yang dikelilingi hutan mangrove yang menghijau.Gili gili eksotik yang timbul tenggelam sejenis Gili Kapal sebenarnya banyak di Lombok, umumnya disebut Gili Gosong (pulau Gosong) karena tidak ada tempat berteduh dan bisa membuat kosong gosong.  

Foto by @nandy fahmi 
Seperempat bagian dari Gili Kapal tidak ditumbuhi terumbu karang, so kamu bisa dengan bebas berenang tanpa khawatir nyangkut atau merusaknya. Tiga perempat bagian pulau ini adalah lingkaran taman bawah laut dengan terumbu karang yang menakjubkan. Sebuah tempat menghabiskan waktu yang tepat dengan variasi soft coral dan hard coral yang masih sehat.

Jumat, 04 November 2016

Dukcapil Mataram Cegah Pungli dengan Pengawasan Berjenjang

Mataram,lGeoNews."Pungli memang mempermudah yang sulit dan mempersulit yang mudah" kalimat ini terlontar dari dinas kependudukan dan pencatatan sipil kota mataram,dalam hal ini disampaikan oleh HM Ridwan, kepala Dinas Dukcapil Kota Mataram.

Namunlanjutnya, rumus tersebut tidak berlaku di Dukcapil Mataram, karena sebagai pimpinan sudah menjadi keharusan bagi dirinya untuk saling mengingatkan kepada pegawai yang ada diruang lingkup SKPD tersebut.

"Sebagai pimpinan saya selalu mewanti wanti kepada pegawai saya untuk tidak menerima pemberian dalam bentuk apapun, karena ini semua sudah menjadi kewajiban kami untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan," ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, untuk menghindari perbuatan tersebut hampir setiap hari  dari selasa sampai jumat dilakukan pengawasan berjenjang mulai dari kepala Dinas, Sekretaris, Kabid( Kepala Bidang) masing masing untuk memonitor anak buahnya selama jam kerja.

Terlebih disdukcapil merupakan salah satu SKPD dengan capaian survei kepuasan masyarakat tertinggi yakni 72% yang dilakukan oleh bagian organisasi pemkot mataram dalam hal pelayanan terhadap masyarakat.


" Kami melakukan pengawasan berjenjang demi menghindari adanya pungli, intinya saling mengingatkan, apalagi kantor kami telah mendapat penilaian survei tingkat kepuasan masyarakat  hingga 72% yang artinya sudah bagus dalam pelayanan, tentunya kami akan meningkatkan lagi meski tidak mencapai 100% tetapi target kami 95% itu sangat lumrah, karena bagaimanapun juga kita tentu mengetahui sifat manusia tidak pernah mencapai titik kepuasan," jelasnya Ridwan.

Mengenai perantara atau calo yang melakukan pendaftaran pembuatan sebuah dokumen seperti akte kelahiran atau surat keterangan keluarga, Ridwan menerangkan apabila yang bersangkutan berhalangan hadir, di Dukcapil tetap memberikan pelayanan dengan catatan ada surat kuasa serta memenuhi standar persyaratan pelayanan penerbitan sebuah dokumen.

"Kalau yang membuat dokumen berhalangan hadir karena sesuatu hal, boleh saja diwakilkan asalkan ada surat kuasa dan memenuhi persyaratan diterbitkannya sebuah dokumen, tetapi akan lebih baik jika yang bersangkutan datang sendiri karena tidak hanya dokumen tetapi kebenaran elemen sebuah data harus sama  jika perantara bisa menjawab ketika ditanya oleh petugas kami,ya tidak apa apa memakai perantara," terangnya lagi.(ft)

Rabu, 02 November 2016

IGI Berharap ada Lembaga Khusus yang Mengawasi Peredaran Buku di NTB

IGI NTB
Mataram,lGeoNews. Maraknya isu mengenai adanya buku pelajaran sekolah yang berisi gambar porno dan narkoba yang belakangan ini menghebohkan dunia pendidikan dirasa benar benar perlu perhatian.

Meskipun peredaran buku tersebut belum sampai kekota Mataram, namun perlu diantisipasi keberadaan dan peredarannya sehingga apa yang terjadi didaerah lain tidak terjadi di Mataram ini.

Hal tersebut disampaikan oleh wakil ketua IGI (Ikatan Guru Indonesia) NTB, Ermawati saat bersama  wartawan.

Wanita muda ini juga menyampaikan sudah semestinya permasalahan tersebut menjadi ranah perhatian pemerintah daerah, dimana harus ada koordinasi yang baik antara dinas pendidikan, dewan pendidikan, kepala sekolah dan para guru. Demikian pula halnya dengan dewan pengawas tidak bisa lepas tangan karena ini menjadi permasalahan kompleks.

Meski belum beredar dikota Mataram  keberadaan buku tersebut jelas memprihatinkan dunia  pendidikan mengingat bisa menciderai semangat kemajuan pendidikan, dari segi cita-cita pendidikan guna mencerdaskan kehidupan bangsa itu sudah tidak ada.

"Di Mataram ini peredarannya belum ada karena kami belum mendapatkan laporan, meski demikian keberadaan buku tersebut jelas sangat meresahkan dunia pendidikan dan tentunya kami prihatin akan hal tersebut," jelasnya.

Dirinya berharap ada lembaga khusus yang dibentuk oleh pemerintah guna mengawasi peredaran buku untuk bisa terkontrol dan terarah dengan lebih baik sehingga tidak menimbulkan polemik dimasyarakat.

" Dengan adanya kejadian ini tentunya kami berharap pemerintah membentuk suatu lembaga yang khusus menangani masalah peredaran buku, sehingga tidak akan terjadi lagi hal serupa yang berakibat polemik di masyarakat," harapnya. ( Ft ).

Senin, 31 Oktober 2016

Kota Mataram Kebanjiran Kunjungan Wisatawan Lokal dan Mancanegara

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H Abdul Latif Nadjib

Mataram,lGeoNews. Perkembangan pariwisata di kota Mataram menurut keterangan Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H Abdul Latif Nadjib, bisa dikatakan cukup signifikan. Dilihat dari  meningkatnya jumlah wisatawan yang  berkunjung, dari tahun sebelumnya sejumlah 400.000 pengunjung hingga  tahun 2016 menjadi 500.000 wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

"Dari sektor pariwisata sendiri bisa dikatakan mengalami kenaikan yang cukup signifikan terlihat dari meningkatnya jumlah pengunjung dari tahun ketahun baik lokal maupun wisatawan asing," jelasnya.

Tentunya semua ini tidak lepas dari dukungan beberapa Event Nasional yang diselenggarakan di Kota Mataram seperti MTQ, ASITA, PARFI, dan lainnya. Sebagai  penunjang naiknya angka kunjungan wisatawan ke kota Mataram yang pasti dampaknya cukup dirasakan oleh pelaku pariwisata.

Meningkatnya pariwisata di Mataram, Abdul Latif mengatakan sudah pasti dibarengi dengan perkembangan hotel. Dulunya hotel-hotel di kota Mataram belum ada yang bertingkat namun seiring dengan kemajuan khususnya dibidang pariwisata kini hampir semuanya bertingkat, pun demikian halnya dengan kuliner yang ada di NTB terlebih dikota Mataram yang sulunya hanya ada di tempat tertentu kini bisa didapati di hampir semua restaurant hotel.

"Kalau dulu kita berjalan lurus, kita melihat hotel tapi sekarang kita menengok  keatas kita  juga bisa melihat hotel, demikian juga dengan kuliner, dulu pelecing itu adanya di warung tertentu tapi kini kita juga bisa menikmatinya di hampir semua restaurant hotel yang ada dimataram," jelasnya.

Demi mencapai target kunjungan wisatawan  ke Mataram yang telah ditetapkan oleh pemerintah Provinsi NTB tentu merupakan tanggung jawab dinas pariwisata kota Mataram, sehingga beberapa inovasi dilakukan dan berharap peningkatan kwalitas  SDM dibidang pariwisata dapat terwujud Usman NTB sebagai destinasi wisata halal benar-benar dapat terwujud,khususnya dikota Mataram.


"Kwalitas SDM (Sumber Daya Manusia) yang memadai tentu sangat dibutuhkan dalam mendukung NTB khususnya Mataram menjadi destinasi wisata Halal sehingga  diharapkan para pelaku pariwisata betul-betul bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pengunjung," terangnya lagi.(Ft)